Berita Bisnis

UNICHARM RILIS VARIAN BARU MAMY POKO

Mamy Poko disebut menguasai hampir 70 persen pasar popok bayi di Indonesia. (Foto: Ist)Mamy Poko disebut menguasai hampir 70 persen pasar popok bayi di Indonesia. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Guna memberikan beragam pilihan kepada konsumennya, PT Unicharm Indonesia kembali menghadirkan varian baru berupa popok sekali pakai untuk bayi baru lahir dan balita dengan label Mamy Poko Standar Tipe Perekat.

Produk tersebut diklaim telah dilengkapi dengan teknologi gel ekstra serap yang memiliki daya serap tinggi yang memungkinkan bayi untuk nyaman tertidur lebih lama.

Menurut Danny Virgiansyah, Brand Manager Mamy Poko, inovasi baru itu melengkapi varian-varian yang sebelumnya telah hadir lebih dulu, seperti Mamy Poko Tipe Perekat Premium (2000), Mamy Poko Tipe Celana (2002), Mamy Poko Standar Tipe Celana (2007), dan Mamy Poko Extra Dry Stripes pad Tipe Perekat (2011).

Sebelumnya, Unicharm Indonesia telah menyatakan niatnya untuk membangun pabrik baru dengan kapasitas 200 juta pieces per bulan. Kelak, dengan pengoperasian pabrik baru senilai US$ 27 juta tersebut, prinsipal Unicharm Indonesia di Jepang berencana menjadikan Indonesia sebagai basis produksi semua produk Unicharm di kawasan Asia.

Sampai saat ini, penetrasi pasar popok sekali pakai di Indonesia diperkirakan telah mencapai 60 persen, baik di kota besar maupun kota kecil. Bersamaan dengan itu, bisnis pembalut sendiri diperkirakan bertumbuh sebesar 20 persen setiap tahunnya.

Sepanjang tahun lalu, Unicharm Indonesia menargetkan mampu mendulang fulus sebesar Rp 3 triliun dari penjualan pembalut wanita bermerek Charm serta popok bayi dengan brand Mamy Poko. Khusus untuk pasar pembalut bayi, Mamy Poko disebut telah menguasai hampir 70 persen pasar popok bayi di Indonesia. (BB/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Dalam rangka memperkuat penetrasi pasarnya di bisnis dete
(Berita-Bisnis) - Diklaim sebagai jawaban terhadap perubahan tren yang terj
(Berita-Bisnis) - Hampir dapat dipastikan, tidak ada relasi bisnis langsung