Berita Bisnis

INTILAND TAWARKAN MORNING GLORY Rp 1,9 MILIAR

Mengusung konsep arsitektur tropikal. (Foto: Ist)Mengusung konsep arsitektur tropikal. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Momentum tingginya permintaan terhadap hunian di wilayah Surabaya Barat selama tiga tahun terakhir ini, dimanfaatkan oleh PT Intiland Development Tbk. dengan kehadiran kawasan hunian bernama Graha Natuna Surabaya seluas 80 hektar.

Dan, yang terbaru, Intiland Development memperkenalkan klaster Morning Glory di Graha Natuna Surabaya. Klaster eksklusif tersebut menawarkan 96 unit rumah eksklusif dua lantai dengan sembilan alternatif tipe.

Menurut Sinarto Dharmawan, Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer Intiland Development, harga jual unit rumah di Morning Glory yang mengusung konsep arsitektur tropikal tersebut dibanderol mulai dari Rp 1,9 miliar per unit.

Ditambahkan, untuk tahap pertama, Intiland Development terlebih dahulu menggarap 32 hektar dari total lahan 80 hektar yang dimiliki Graha Natuna.

Bagi Intiland Development, Graha Natura merupakan kawasan perumahan kedua yang dikembangkan di Surabaya, setelah kawasan hunian Graha Famili.

Sampai kuartal ketiga tahun ini, Intiland Development berhasil membukukan pendapatan sebanyak Rp 852,3 miliar atau meningkat 35 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu. Pendapatan itu bersumber dari development income (Rp 751,2 miliar) dan dari recurring income dengan andil sebanyak Rp 101,1 miliar.

Pada saat yang sama, Intiland Development mencetak laba bersih sebanyak Rp 141,5 miliar atau tumbuh 34 persen dibandingkan periode serupa tahun lalu.

Intiland Development mengungkapkan sedang dalam tahap persiapan peluncuran beberapa proyek baru yang mencakup kawasan perumahan, mixed-use dan high rise, kawasan industri, dan perhotelan. (BB/as/Luki)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Dengan menggandeng PT Megah Jaya Prima Lestari sebagai pe
(Berita-Bisnis) - Kurang lebih satu tahun lagi, PT Metropolitan Land Tbk. b
(Berita-Bisnis) - Seperti yang ditargetkan semula, PT Intiland Development