Berita Bisnis

ACCOR RAIH ISO 9001 UNTUK 10 HOTEL IBIS

Berencana mengelola 113 hotel pada tahun 2015. (Foto: Ist)Berencana mengelola 113 hotel pada tahun 2015. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Setelah melalui proses audit dan seleksi yang ketat, jaringan manajemen perhotelan Accor berhasil meraih sertifikasi ISO 9001 untuk sistem manajemen mutu untuk 10 Hotel Ibis yang dioperasikan di Indonesia, saat ini.

Sepuluh Hotel Ibis tersebut adalah Ibis Bandung Trans Studio, Ibis Jakarta Arcadia, Ibis Jakarta Kemayoran, Ibis Jakarta Mangga Dua, dan Ibis Jakarta Slipi.

Selain itu, sertifikasi serupa berlaku juga untuk Ibis Jakarta Tamarin, Ibis Semarang, Ibis Solo, Ibis Surabaya Rajawali, dan Ibis Yogyakarta Malioboro.

Menurut Gerard Guillouet, Senior Vice President Accor Malaysia, Indonesia, dan Singapura, sertifikasi ISO 9001 itu diperoleh dari penyedia layanan testing, inspection and certification terkemuka bernama Bureau Veritas.

Ditambahkan, jaringan manajemen perhotelan Accor selalu berkomitmen untuk menyediakan akomodasi dan layanan terbaik kepada para tamunya.

Per akhir April 2013, jumlah hotel yang berada dalam naungan pengelolaan jaringan manajemen perhotelan Accor bertambah seiring dengan dibukanya Ibis Budget Surabaya Hotel yang berada di dalam kawasan Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Hotel yang dimiliki PT Angkasa Pura Hotel, anak usaha PT Angkasa Pura I, itu terdiri dari 144 unit kamar dengan jenis kamar mencakup standard quin, standard twin, dan bunk bed.

Hingga awal Maret lalu, jaringan manajemen perhotelan Accor tercatat mengelola kurang lebih 56 hotel di Indonesia. Adapun dalam tempo dua tahun ke depan, dengan berbekal dana sebanyak US$ 723 juta atau sekitar Rp 6,8 triliun, jaringan manajemen perhotelan Accor berambisi mengerek angka tersebut menjadi 113 hotel. (BB/as/Christov)


Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Hampir dapat dipastikan, persaingan di pentas bisnis prod
(Berita-Bisnis) - Era dimana klub sepakbola domestik memiliki posisi yang p
(Berita-Bisnis) - Dengan menonjolkan internal marine risks engineering yang