Berita Bisnis

KALLA GROUP GARAP BISNIS COKLAT

Menghasilkan bubuk coklat, coklat cair, dan butter. (Foto: Ist)Menghasilkan bubuk coklat, coklat cair, dan butter. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Bila tak ada aral melintang, pada medio Desember mendatang, PT Kalla Kakao Industri akan mengoperasikan pabrik pengolahan biji coklat yang terletak di kawasan Jl. Poros Bandara, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Pabrik senilai Rp 350 miliar itu tercatat memiliki kapasitas produksi sebanyak 35 ribu ton per tahun dan bakal menghasilkan bubuk coklat, coklat cair, dan butter.

Adapun untuk pengadaan bahan bakunya, Kalla Kakao Industri akan mendatangkan biji coklat dari para petani coklat di wilayah Sulawesi.

Menurut Ahmad Zaky, Direktur Kalla Kakao Industri, pabrik baru tersebut menggunakan mesin buatan Jerman dengan kualitas terbaik dan memenuhi standar internasional.

Ditambahkan, sampai saat ini, pihaknya telah menerima pernyataan minat dari beberapa perusahaan pengelolaan lainnya, seperti Godiva, Nestle, dan Kraff.

Dan, lebih dari itu, Kalla Kakao Industri juga berencana mengekspor sebagian besar bubuk coklat, coklat cair, dan butter tersebut ke kawasan Timur Tengah, Australia, China, India, dan Eropa.

Kalla Kakao Industri -anak usaha Kalla Group- menegaskan, pabrik di kawasan Jl. Poros Bandara, Konawe Selatan, itu merupakan pabrik pengolahan cokelat yang pertama di Sulawesi Tenggara.

Kelak, dalam tempo tiga tahun mendatang, kapasitas pabrik diproyeksikan meningkat menjadi 70 ribu ton per tahun. (BB/as/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Guna memenuhi permintaan yang tinggi terhadap bata ringan
(Berita-Bisnis) - Bila tak ada aral melintang, pada medio Desember mendatan
(Berita-Bisnis) - Langkah bisnis Kalla Group di Indonesia bagian Timur tamp