Berita Bisnis

DONGKRAK CASH MANAGEMENT, MANDIRI MANFAATKAN CARGOLINK KOJA

Dana pihak ketiga yang diincar mencapai kurang lebih Rp 500 miliar. (Foto: Ist)Dana pihak ketiga yang diincar mencapai kurang lebih Rp 500 miliar. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Diklaim bakal mampu memudahkan perusahaan logistik maupun forwarder yang biasa beroperasi di Terminal Peti Kemas Koja, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pun memperkenalkan solusi penyelenggaraan layanan transaksi keuangan via Cargolink.

Dengan solusi tersebut otomatis perusahaan logistik dan forwarder dapat melakukan pembayaran di mana saja dan kapan saja melalui electronic channel Bank Mandiri.

Sunarso, Direktur Commercial & Business Banking Bank Mandiri, menuturkan bahwa layanan itu digelar via kerja sama dengan PT Electronic Data Interchange dan layanan itu terintegrasi langsung dengan layanan Mandiri Cash Management.

Ditambahkan, beberapa layanan yang diberikan adalah pembayaran bea masuk, biaya terminal handling, pajak ekspor-impor serta biaya-biaya lain (biaya pengapalan dan asuransi).

Bank Mandiri menginformasikan, pihaknya berupaya merangkul 102 perusahaan logistik yang tergolong besar untuk memanfaatkan layanan itu. Adapun dana yang dibidik (dana pihak ketiga) mencapai kurang lebih Rp 500 miliar.

Berdasarkan catatan Berita-Bisnis, layanan Cargolink dengan sendirinya memperluas layanan Mandiri Cash Management. Hingga akhir Juli lalu, pengguna Mandiri Cash Management tercatat sebanyak 78.117 nasabah. Sedangkan target yang dipatok sampai akhir Desember mendatang mencapai 103.899 nasabah.

Masih di saat yang sama, volume transaksi Mandiri Cash Management Bank Mandiri tercatat sebanyak 13,7 juta transaksi dengan nilai sebesar Rp 1,249 triliun atau naik 57 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp 796,1 triliun).

Electronic Data Interchange -populer dengan label EDI Indonesia- yang berdiri pada tahun 1995 dikenal sebagai perusahaan pelopor dalam mengembangkan jasa pertukaran data elektronik di Indonesia.

Selain menggandeng instansi pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, importir, eksportir, perusahaan pelayaran, bank, perusahaan farmasi, perusahaan retail, dan lain sebagainya, EDI Indonesia juga telah mengembangkan sayap bisnisnya ke manca negara.

Salah satunya adalah EDI Indonesia berhasil mengimplementasikan CIECC di China (terhubung langsung dengan 14 Provinsi di China), NACCS Jepang, KTNet Korea Selatan, InterCommerce Philipina, dan KGH di Swedia yang terhubung ke semua negara Uni Eropa.

EDI Indonesia tercatat sebagai anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). (BB/as/Luki)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - November tahun ini, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE)
(Berita-Bisnis) - Dalam rangka mengerek pos pendapatan non bunganya, PT Ban
(Berita-Bisnis) - Diklaim bakal mampu memudahkan perusahaan logistik maupun