Berita Bisnis

INCAR PELAKU USAHA KECIL MENENGAH, INFINYS PASARKAN CLOUDKILAT

Sengaja menyasar segmen korporat, individu, bahkan pelaku usaha kecil menengah. (Foto: Ist)Sengaja menyasar segmen korporat, individu, bahkan pelaku usaha kecil menengah. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Mengantisipasi peningkatan kebutuhan industri terhadap komputasi awan yang berkualitas dengan harga terjangkau, PT Infinys System Indonesia pun resmi memperkenalkan Cloudkilat.

Dan secara khusus, via Cloudkilat, Infinys System Indonesia sengaja menyasar segmen korporat, individu, bahkan pelaku usaha kecil menengah.

Dondy Bappedyanto, General Manager Infinys System Indonesia, mengatakan pihaknya mengincar kurang lebih seribu user baru hingga akhir tahun nanti. Adapun sampai tahun depan, angka tersebut diproyeksikan meningkat lagi sampai 10 ribu user baru.

Ditambahkan, mengingat manfaat yang ditawarkan, Infinys System Indonesia bakal menjajakan Cloudkilat tidak hanya di area komersil Jakarta saja, namun juga bakal serius menggarap pasar Yogyakarta yang diketahui sangat potensial.

Infinys System Indonesia menyatakan Cloudkilat adalah second brand yang dirilis sampai saat ini serta dibanderol seharga Rp 185 ribu sampai Rp 1,899 juta.

Adapun paket layanan CloudKilat yang ditawarkan mencakup Kilat VM (server komputasi awan dengan akses root dan sumber daya teralokasi) dan Kilat Domain (domain internet lokal dan global dengan layanan registrasi nama domain internet lokal serta global).

Di samping itu, tersedia juga paket Kilat Hosting (platform hosting dengan banyak server yang diklaim cocok untuk menjalankan berbagai aplikasi web) serta Kilat Storage (objek penyimpanan data dengan akses HTTP API serta kompatibel dengan S3/teknologi penyimpanan komputasi awan yang diperkenalkan oleh Amazon).

Infinys System Indonesia juga menginformasikan bahwa pihaknya didukung pusat data yang berbasis di IDC Duren 3, Jakarta, yang dikenal sebagai pusat peering internet terbesar di Indonesia (OpenIXP). (BB/as/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Mengantisipasi peningkatan kebutuhan industri terhadap ko