Berita Bisnis

PERKUAT POSISI, HARTONO ISTANA TEKNOLOGI HADIRKAN MESIN CUCI BARU

Mampu menghemat penggunaan listrik dan deterjen hingga 20 persen. (Foto: Ist) Mampu menghemat penggunaan listrik dan deterjen hingga 20 persen. (Foto: Ist) (Berita-Bisnis) - Dengan mengusung keunggulan berupa proses pencucian pakaian hingga proses pengeringan berlangsung otomatis tanpa harus dipindahkan dari tabung, PT Hartono Istana Teknologi resmi memperkenalkan Polytron Primadona Zeromatic.

Dan mesin cuci baru itu tersedia dalam tiga tipe, yakni kapasitas 7 kg, 8 kg, dan 9 kg.

Menurut Albert Fleming, Product Manager Home Appliances Hartono Istana Teknologi, sampai saat ini, teknologi tersebut hanya ada di Polytron Primadona Zeromatic.

Itu pula sebabnya, pihaknya optimistis mesin cuci anyar itu akan diminati konsumen. Terlebih lagi, Polytron Primadona Zeromatic mampu menghemat penggunaan listrik dan deterjen hingga 20 persen jika dibandingkan dengan mesin cuci merek lain.

Hartono Istana Teknologi juga mengklaim, Polytron Primadona Zeromatic bisa terus berputar dan mencuci meski debit air yang mengalir sangat minim atau hanya berupa tetesan.

Perlu diketahui, dua tahun silam, dengan mengandalkan kelebihan yang kurang lebih sama, Hartono Istana Teknologi pun sejatinya telah melansir mesin cuci Polytron Primadona IDEAL yang diklaim merupakan inovasi terbaru di kategori home appliances.

Pasalnya, kemampuan Polytron Primadona IDEAL untuk melakukan penghematan terhitung cukup mengagumkan. Buktinya, mesin cuci itu bisa menghemat pengeluaran deterjen hingga 60 persen.

Di sisi lain, karena sudah menggunakan magicball technology -mengandung macromolecule yang berfungsi mengaktifkan molekul-molekul di dalam air sehingga dapat membersihkan kotoran tanpa deterjen, sekaligus menjaga pakaian tetap awet- Polytron Primadona IDEAL juga disebut dapat mengirit air hingga 35 persen plus hemat listrik.

Berita-Bisnis mencatat, omset penjualan produk elektronik di Indonesia selama periode Januari 2013 hingga akhir Mei lalu telah mencapai kurang lebih Rp 13,1 triliun atau naik 15 persen ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, penjualan mesin cuci terbilang mendominasi dengan andil sebanyak 29 persen. Adapun posisi kedua diduduki oleh produk pendingin ruangan (27 persen) dan kemudian penjualan kulkas sebesar 15 persen.

Di tengah situasi di atas, beragam mesin cuci besutan Hartono Istana Teknologi dengan label Polytron tampak bersaing ketat dengan produk mesin cuci keluaran produsen lain, antara lain, Sharp (PT Sharp Electronics Indonesia) yang sepanjang tahun ini berambisi menguasai market share pentas bisnis mesin cuci sampai 30 persen.

Alhasil, kehadiran Polytron Primadona Zeromatic dengan sendirinya merupakan upaya Hartono Istana Teknologi untuk tetap eksis di tengah "pertempuran" bisnis washing machine di Indonesia. (BB/as/Luki)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Sebagai bagian dari pencapaian target penjualan tahun ini
(Berita-Bisnis) - Dalam ajang Contact Center Service Excellence Award 2013
(Berita-Bisnis) - Kendati disadari pertumbuhannya melambat akhir-akhir ini,