Berita Bisnis

LABA TIPHONE CAPAI Rp 203,9 MILIAR

Mengakuisisi beberapa distributor smartphone selama ini. (Foto: Ist)Mengakuisisi beberapa distributor smartphone selama ini. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Akuisisi terhadap beberapa distributor smartphone yang dilaksanakan selama tahun ini tampaknya mampu memberikan hasil yang menggembirakan bagi kinerja PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk hingga akhir September lalu.

Buktinya, dari medio Januari sampai September 2013, kontribusi pendapatan dari penjualan handset oleh para distributor meningkat signifikan dari hanya 6,2 persen pada triwulan ketiga tahun lalu menjadi 17 persen pada tahun ini alias senilai Rp 1,197 triliun.

Alhasil, kondisi itu kemudian berdampak positif terhadap total pendapatan bersih yang mencapai Rp 6,98 triliun atau naik 25,3 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu (Rp 5,57 triliun).

Adapun laba bersihnya hingga akhir September lalu tercatat sebanyak Rp 203,9 miliar. Dibandingkan periode yang sama tahun 2012, angka ini tumbuh sebesar 47 persen.

Meski demikian, menurut Tan Lie Pin, Direktur Utama Tiphone Mobile Indonesia, kontribusi utama pendapatan masih bersumber dari penjualan voucher (pulsa isi ulang) dan kartu perdana yang mencapai Rp 5,71 triliun atau 81,8 persen dari total pendapatan yang diperoleh.

Sekedar informasi, pada awal Oktober lalu, Tiphone Mobile Indonesia sudah menyelesaikan proses akuisisi 99,99 persen saham PT Perdana Mulia Makmur yang merupakan distributor resmi Samsung di wilayah pemasaran Jabodetabek.

Bersamaan dengan itu, PT Poin Multi Media Nusantara (distributor Samsung yang berbasis di Bandung) pun sudah masuk secara resmi dalam naungan Tiphone Mobile Indonesia.

Dan jauh sebelumnya, persisnya pada medio Juni 2013, Tiphone Mobile Indonesia juga sukses mengakuisisi PT Mitra Telekomunikasi Selular yang dikenal sebagai distributor iPhone.

Kelak, hingga akhir tahun nanti, Tiphone Mobile Indonesia optimistis kontribusi penjualan handset bakal bisa meningkat sampai 30 persen.

Berita-Bisnis mencatat, Tiphone Mobile Indonesia mengoperasikan beberapa subsidiaries company, seperti PT Telesindoshop dan PT Excel Utama Indonesia yang berkecimpung dalam usaha perdagangan dan distribusi perangkat telekomunikasi yang mencakup voucher (pulsa isi ulang), telepon selular, kartu telepon pra bayar dan pasca bayar, dan aksesories.

Kemudian, PT Setia Utama Media Aplikasi yang bergerak dalam bidang jasa pengadaan konten telepon selular (content provider) serta PT Setia Utama Service yang menyediakan jasa reparasi telepon selular. (BB/as/Luki)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis0 - Setelah mengambilalih 30 persen saham PT Inovidea Magna G
(Berita-Bisnis) - Memiliki produk yang diminati konsumen tentu saja merupak
(Berita-Bisnis) - Seperti apa kira-kira wajah sebuah pasar yang bernilai Rp