Berita Bisnis

ASURANSI PERJALANAN MANDIRI BISA DICICIL SELAMA 3 BULAN

Tersedia bagi nasabah yang kerap melakukan perjalanan ke luar negeri. (Foto: Ist)Tersedia bagi nasabah yang kerap melakukan perjalanan ke luar negeri. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Pemetaan yang akurat terhadap perilaku nasabah disadari merupakan salah satu kunci untuk menjaga loyalitas. Bahkan lebih dari itu, bisa menjadi faktor pendorong tumbuhnya bisnis yang berkelanjutan.

Satu kondisi yang sepenuhnya dipahami oleh PT Bank Mandiri Tbk. Buktinya, dari total pemegang kartu kreditnya yang saat ini telah mencapai 3 juta nasabah, Bank Mandiri menemukan bahwa kurang lebih 350 ribu cardholder adalah kelompok nasabah yang kerap melakukan perjalanan ke luar negeri.

Itu pula sebabnya, melalui PT Mandiri Axa General Insurance, Bank Mandiri menawarkan produk asuransi perjalanan.

Menurut Albertus Wiroyo, Presiden Direktur Mandiri Axa General Insurance, premi asuransi tersebut bisa dicicil selama tiga bulan tanpa bunga.

Ditambahkan, premi senilai US$ 4 hingga US$ 105 berlaku untuk perjalanan singkat, baik perorangan maupun keluarga.

Adapun untuk asuransi perjalanan yang berlaku per tahun dikenakan premi senilai US$ 135 sampai US$ 185.

Di sisi lain, asuransi perjalanan itu pun disebut memberikan manfaat perlindungan kesehatan, kecelakaan maupun saat bepergian ke luar negeri.

Sebelumnya, untuk menggenjot transaksi lini bisnis e-channel-nya, Bank Mandiri tercatat menggandeng PT Fast Food Indonesia Tbk., pengelola gerai restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken.

Lewat kolaborasi itu, Bank Mandiri memasang sekitar 500 unit mesin Electronic Data Capture di gerai Kentucky Fried Chicken di seluruh Indonesia. Kelak, angka tersebut bakal bertambah menjadi lebih dari seribu unit mesin Electronic Data Capture. (BB/as/Luki)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan bisnis kartu kredit
(Berita-Bisnis) - Pemetaan yang akurat terhadap perilaku nasabah disadari m
(Berita-Bisnis) - Dengan mengandalkan captive market 70 ribu nasabah PT Ban