Berita Bisnis

PABRIK BARU SIANTAR TOP BEROPERASI TAHUN DEPAN

Laba bersih hingga akhir September 2013 mencapai Rp 86,85 miliar. (Foto: Ist)Laba bersih hingga akhir September 2013 mencapai Rp 86,85 miliar. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Tahun depan, kinerja bisnis PT Siantar Top Tbk di arena industri makanan ringan di Indonesia sepertinya bakal semakin kinclong.

Maklumlah, jika tak ada halangan, pada triwulan ketiga atau keempat tahun 2014, Siantar Top bakal mulai mengoperasikan pabrik kopinya yang baru sekaligus memanfaatkan penambahan fasilitas produksi pabrik biskuitnya.

Menurut Armin, Direktur Siantar Top, dengan beroperasinya dua pabrik yang berlokasi di Sidoarjo tersebut, pihaknya yakin mampu mendongkrak penjualan hingga 40 persen selama tahun depan.

Ditambahkan, untuk mendanai rencana ekspansi itu, Siantar Top berniat menerbitkan obligasi senilai Rp 600 miliar pada awal tahun 2014.

Dan, seluruh dana tersebut, bakal digunakan sebagai biaya pembangunan pabrik kopi (Rp 300 miliar) serta untuk menambah fasilitas produksi biskuit senilai Rp 200 miliar. Sedangkan sisanya dipakai untuk menunjang biaya operasional.

Perlu diketahui, progres pembangunan pabrik kopi baru milik Siantar Top saat ini sudah mencapai 30 persen.

Adapun progres bangunan fisik produksi biskuitnya yang nantinya berkapasitas 2.400 ton per bulan tercatat sekitar 90 persen.

Hingga kini, dari pabrik yang terletak di Sidoarjo, Medan, Bekasi, dan Makassar, Siantar Top tercatat memproduksi makanan ringan, biskuit dan wafer, mie instan dan bihun, kerupuk mentah serta permen.

Lantas, sampai akhir medio September lalu, Siantar Top sudah berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp 1,23 triliun atau naik ketimbang periode sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 916,1 miliar. Di saat yang sama, laba bersih Siantar Top mencapai Rp 86,85 miliar. (BB/as/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Setelah mengoperasikan gerai kopi Cafe Excelso di Cirebon
(Berita-Bisnis) - Ranah bisnis biskuit tampaknya bakal semakin semarak deng
(Berita-Bisnis) - Dengan pertimbangan ketersediaan sumber alam hayati yang