Berita Bisnis

PACU PENJUALAN DUREX, RECKITT BECKINSER RILIS #TURNOFFTOTURNON

Menggaungkan pesan komunikasi yang berkualitas. (Foto: Ist)Menggaungkan pesan komunikasi yang berkualitas. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Kecerdasan untuk memilih momentum pas yang diharapkan bisa mendorong penjualan produk memang bukan hal gampang. Namun sebaliknya, upaya untuk itu bukan tidak mungkin.

Buktinya, seiring dengan kampanye global Earth Hour yang dilaksanakan pada tanggal 29 Maret lalu, PT Reckitt Beckinser Indonesia (Durex Indonesia) pun merilis kampanye bertajuk Durex #TURNOFFtoTURNON pada saat yang sama.

Kata Ratanjit Das, General Manager Reckitt Benckiser Indonesia, kampanye itu sesungguhnya memiliki tujuan untuk mengajak pasangan suami istri agar mematikan gadget sekaligus menghidupkan kembali getaran cinta melalui komunikasi yang berkualitas.

Ditambahkan pula, kampanye Durex #TURNOFFtoTURNON sejatinya berlaku secara global dan digaungkan secara masif di dunia digital oleh Reckitt Benckiser plc, induk usaha Reckitt Benckiser Indonesia yang berbasis di Slough, Berkshire, Inggris.

Oleh sang induk, kampanye tadi diharapkan mampu menghimpun 100 juta impresi di seluruh dunia.

Bersamaan dengan itu, Reckitt Benckiser plc juga sudah merilis film pendek di Youtube yang bercerita tentang beberapa pasangan yang telah teralihkan akibat gadget sejak 19 Maret 2014. Hingga tanggal 27 Maret lalu, film itu disebut sudah dilihat lebih dari 6 juta kali.

Patut diketahui, sebelum merilis kampanye ini, Reckitt Benckiser plc terlebih dahulu menyelenggarakan riset yang dilaksanakan oleh One Poll di Inggris. Hasilnya, sekitar 12 persen pasangan menjawab panggilan telepon saat berhubungan intim.

Lalu, satu dari 10 orang membaca pesan dan lebih dari 5 persen dari responden bahkan memeriksa akun Facebook saat melakukan hubungan suami istri.

Bagi Reckitt Benckiser plc, selain memprihatinkan, kondisi ini sepertinya membuka peluang besar untuk kembali menggaungkan pesan komunikasi yang berkualitas bagi pasangan suami istri sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi pemasaran Durex besutannya.

Lebih dari itu, setelah kampanye Durex #TURNOFFtoTURNON digelar, Reckitt Beckinser Indonesia pun berharap agar para pasangan suami istri tetap berkomitmen supaya terus menciptakan komunikasi yang berkualitas.

Berdasarkan catatan Berita-Bisnis, pentas bisnis kondom di Indonesia diramaikan oleh beragam merek, seperti Artika, Durex, Espire, Pro-Safe, Romantic, Sagami, Simplex, Sutra, Virgin hingga YoungYoung. Dan, sepanjang tahun lalu, penjualan kondom di Indonesia diperkirakan telah lebih dari 150 juta unit.

Dalam kondisi tersebut, PT Mitra Rajawali Banjaran (anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia) yang menjajakan kondom Artika dan Meong pernah mengklaim berhasil melego 28,8 juta unit kondom selama tahun 2013.

Pada saat yang sama, Durex sendiri yang ditawarkan oleh Reckitt Benckiser Indonesia diduga kuat mampu mencetak angka penjualan yang lebih signifikan dengan kontribusi terbesar bersumber dari wilayah pemasaran Jabodetabek. (BB/as/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Sulit dibantah, kelengkapan fasilitas kerap menjadi nilai
(Berita-Bisnis) - Pesan pemasaran yang dirancang untuk memberikan efek posi
(Berita-Bisnis) - Akhirnya, PT Rajawali Nusantara Indonesia resmi menggelut