Berita Bisnis

PACU KAPASITAS PRODUKSI, ARWANA BELI MESIN DARI ITALIA

Total kapasitas produksi keramiknya bakal mencapai 57,7 juta meter persegi per tahun. (Foto: Ist)Total kapasitas produksi keramiknya bakal mencapai 57,7 juta meter persegi per tahun. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Kalau tidak ada kendala berarti, nilai penjualan industri keramik secara nasional diperkirakan bakal mencapai Rp 34 triliun sepanjang tahun ini, yang bersumber dari kontribusi 35 perusahaan yang mengoperasikan kurang lebih 80 pabrik keramik.

Prediksi ini pernah diungkapkan oleh Kementerian Perindustrian beberapa waktu lalu. Artinya, akan ada peningkatan sekitar Rp 4 triliun bila dibandingkan dengan pencapaian pada tahun lalu.

Ke depan, kondisi serupa juga diasumsikan tak jauh beda. Pasalnya, populasi penduduk yang besar serta dinamika bisnis properti dan konstruksi yang belakangan terus berkembang sudah pasti akan berpengaruh terhadap pertumbuhan bisnis keramik di masa-masa mendatang.

Alhasil, wajar bila kemudian, PT Arwana Citramulia Tbk membenamkan dana investasi hingga 10 juta euro untuk membeli mesin dari Sacmi Imola S.C Italia guna melengkapi pabrik barunya yang terletak di Mojokerto, Jawa Timur.

Kata Tandean Rustandy, Direktur Utama Arwana Citramulia, proses pembangunan pabrik Mojokerto yang saat ini sedang berlangsung diproyeksikan akan rampung pada semester kedua tahun depan. Adapun kapasitas produksinya mencapai 8 juta meter persegi per tahun.

Ditambahkan pula, dengan pengoperasian pabrik anyar tadi, total kapasitas produksi keramik Arwana Citramulia nantinya mencapai 57,7 juta meter persegi per tahun.

Maklumlah, hingga kini, Arwana Citramulia sudah mengoperasikan empat pabrik keramik yang berlokasi di Tangerang, Serang, Gresik, dan Ogan Hilir, dengan kapasitas produksi sebesar 49,7 juta meter persegi per tahun.

Dalam operasionalnya, Arwana Citramulia tercatat melansir produk keramik dengan merek Arwana Ceramic Tiles, Uno serta digiUno.

Dan, asal tahu saja, merek yang disebut pertama diketahui dijajakan dalam empat ukuran (20 X 20, 20 X 25, 30 X 30, 40 X 40) serta menyasar segmen menengah bawah. Sedangkan Uno yang baru diperkenalkan tiga tahun silam mengincar kelas menengah. Sementara itu, keramik digiUno ditawarkan hanya dalam satu ukuran, yakni 25 X 40.

Per akhir medio April lalu, disebabkan volume penjualan yang membengkak sebesar 8 persen plus adanya penyesuaian harga jual maupun penerapan inovasi produksi dengan kehadiran nilai tambah yang tinggi, Arwana Citramulia pun sukses membukukan penjualan bersih senilai Rp 408,7 miliar atau tumbuh 17,26 persen ketimbang kuartal pertama tahun 2013.

Di saat yang sama, Arwana Citramulia juga berhasil mencetak laba bersih sebanyak Rp 77,12 miliar alias naik 13,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (BB/as/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Hampir dapat dipastikan, persaingan di pentas bisnis prod
(Berita-Bisnis) - Sulit dibantah, Jawa Barat memiliki posisi yang istimewa
(Berita-Bisnis) - Ambisi Siam Cement Group untuk menjadi pemimpin bisnis se