Berita Bisnis

INCAR ASIA TENGGARA, BRIDESTORY GAET DANA ROCKET INTERNET GROUP

Siap menggali potensi bisnis jasa pernikahan di kawasan Asia Tenggara. (Foto: Ist)Siap menggali potensi bisnis jasa pernikahan di kawasan Asia Tenggara. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Pilihan Kevin Mintaraga untuk menyajikan portal informasi vendor pernikahan bernama Bridestory sejak April 2014, tentulah didasari perhitungan yang jitu terhadap peluang bisnis yang ada.

Pasalnya, setelah berhasil menggaet beberapa investor seperti Sovereigns Capital, East Ventures, dan Fenox VC, beberapa waktu lalu, Bridestory kembali memperoleh kucuran dana dari Rocket Internet Group.

Dan, asal tahu saja, pendanaan tersebut tergolong pendanaan kategori Series A sekaligus investasi pertama Rocket Internet Group di bisnis layanan pesta pernikahan online.

Kata Steven Sentosa, Humas Bridestory, investasi tersebut merupakan lompatan besar bagi Bridestory yang siap menggali potensi bisnis jasa pernikahan di kawasan Asia Tenggara yang ditengarai telah bernilai US$ 18 miliar.

Ditambahkan pula, investasi Rocket Internet Group dilandasi keyakinan bahwa Bridestory ditopang eksekutif yang memiliki visi yang jelas plus tim yang kuat.

Bridestory menginformasikan, dana investasi tadi bakal digunakan untuk mempercepat pertumbuhan, memperbesar tim, mengembangkan produk sekaligus melakukan ekspansi ke pasar pernikahan Asia Tenggara.

Berita-Bisnis mencatat, Bridestory terdiri dari dua bagian besar, yakni untuk calon pengantin dan untuk vendor.

Di sisi lain, Bridestory juga menyediakan Daftar Vendor Diamond yang berisikan para vendor terpercaya yang memiliki reputasi dan pelayanan berkualitas tinggi.

Perlu diketahui, di ranah bisnis layanan pesta pernikahan online, Bridestory antara lain bersaing dengan Weddingku. (BB/as/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Pilihan Kevin Mintaraga untuk menyajikan portal informasi
(Berita-Bisnis) - Berbekal keinginan membantu para mahasiswa untuk memiliki
(Berita-Bisnis) - Sulit dimungkiri, persaingan sejatinya merupakan prinsip