Berita Bisnis

SIDO MUNCUL RILIS TOLAK LINU

Hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat. (Foto: Ist)Hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Bila tak ada halangan, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) berencana merilis produk barunya pada akhir pekan ini, berbarengan dengan pelaksanaan program Mudik Lebaran tahun ini. 

Dan, asal tahu saja, produk anyar tadi bakal hadir dengan label Tolak Linu yang menyasar konsumen berusia 40 tahun ke atas. Kendati begitu, Tolak Linu disebut tetap aman bagi konsumen yang berusia di bawah 40 tahun.

Tak terkecuali bagi konsumen yang tergolong memiliki penyakit gula (diabetes), lantaran produk tersebut adalah produk bebas gula (sugar free).

Kata Irwan Hidayat, Direktur Utama Sido Muncul, Tolak Linu hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap persoalan pegel linu.

Ditambahkan pula, pihaknya akan memasarkan Tolak Linu terlebih dahulu di pasar domestik. Kelak, jika Tolak Linu terbukti laku keras, Sido Muncul bakal mempertimbangkannya untuk dijajakan di negara-negara tujuan ekspor.

Perlu diketahui, hingga saat ini, Sido Muncul melansir lebih dari 200 macam produk, seperti Tolak Angin, Kuku Bima Energi, Alang Sari Plus, Kopi Gingseng Kuku Bima, Kopi Jahe, Susu Jahe, Jamu Komplit, Kunyit Asam, dan berbagai produk herbal lainnya.

Sementara itu, seiring paripurnanya aksi akuisisi PT Berlico Mulia Farma senilai Rp 150 miliar pada tahun lalu, Sido Muncul pun telah menyiapkan berbagai agenda peluncuran produk anyar di masa mendatang.

Terutama untuk produk-produk farmasi yang selama ini dihasilkan dari pabrik Berlico Mulai Farma yang berbasis di Yogyakarta.

Khusus untuk Tolak Linu sendiri, Sido Muncul optimis, produk baru itu akan bisa memperkuat posisinya di arena bisnis jamu di Indonesia. (BB/as/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Guna memperkuat penetrasinya di segmen usia muda yang mul
(Berita-Bisnis) - Guna mengantisipasi pertumbuhan bisnis farmasi di Indones
(Berita-Bisnis) - Guna mengembangkan usaha koperasi dan Usaha Kecil Menenga