Berita Bisnis

ICHITAN GREEN TEA RAMAIKAN PERSAINGAN BISNIS MINUMAN TEH DALAM KEMASAN

Dalam tempo lima tahun ke depan, diproyeksikan masuk dalam jajaran 10 besar merek ternama minuman ringan di Indonesia. (Foto: Ist)Dalam tempo lima tahun ke depan, diproyeksikan masuk dalam jajaran 10 besar merek ternama minuman ringan di Indonesia. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Tak lama lagi, aroma persaingan di ranah bisnis minuman ringan di pasar domestik, khususnya minuman dengan basis teh hijau dalam kemasan, diperkirakan bakal semakin mengental.

Bagaimana tidak, pada pekan ini, PT Ichitan Indonesia telah resmi memperkenalkan Ichitan Green Tea yang berasal dari Thailand.

Dan, asal tahu saja, minuman teh hijau yang hadir dalam dua varian rasa itu (Green Tea Honey Lemon dan Green Tea Lychee) dijajakan seharga Rp 4,900 dalam ukuran botol 420 ml.

Lebih dari itu, dalam waktu dekat, Ichitan Green Tea bahkan dipastikan hadir di semua jaringan gerai Alfamart, Alfamidi, Lawson, dan AlfaExpress, yang mencapai lebih dari 12 ribu gerai di seluruh Indonesia.

Namun, pada tahap pertama, konsumen di Pulau Jawa tampaknya akan lebih dulu mencicipi kenikmatan Ichitan Green Tea rasa maupun Ichitan Green Tea Green Tea Honey.

Kata Tan Passakornnatee, Chairman & CEO Ichitan Group, Ichitan Green Tea diproyeksikan masuk dalam jajaran 10 besar merek ternama minuman ringan di Indonesia, dalam kurun waktu lima tahun mendatang.

Ditambahkan pula, keyakinan itu bukan tanpa alasan yang jelas. Pertama, Ichitan Group menilai, konsumen pasar domestik belakangan semakin menggandrungi minumen teh hijau. Di sisi lain, harga jual produk minuman tadi pun dianggap masih bisa dijangkau oleh konsumen.

Sementara itu, faktor ketiga yang menjadi pertimbangannya adalah tingginya permintaan terhadap produk teh dalam kemasan dari tahun ke tahun. Buktinya, hingga saat ini, teh dalam kemasan menempati posisi terbesar kedua (setelah air mineral) di pasar minuman ringan di Indonesia.

Alhasil, untuk mengantisipasi dinamika tersebut, Ichitan Group sendiri sudah menyiapkan agenda penting yaitu proses produksi Ichitan Green Tea akan digelar di Surabaya pada 2017, lewat perusahaan Original Equipment Manufacturer.

Setelah itu, pabrik baru senilai kurang lebih Rp 573 miliar, menyusul dibangun di Jakarta dengan kapasitas produksi sebesar 7 juta boks per bulan.

Ichitan Group menegaskan, bahan dasar Ichitan Green Tea merupakan daun teh yang dipetik sebelum tengah hari untuk menghindari rasa pahit dalam teh. Lalu, daun teh itu, disimpan pada suhu 25°C untuk menjaga kesegarannya.

Di samping itu, daun teh yang dipetik -dibudidayakan dengan memanfaatkan metode alami bebas kimia dan bebas pestisida- juga berumur kurang dari 4 bulan guna menjaga kualitas antioksidannya.

Berita-Bisnis mencatat, Ichitan Green Tea adalah produk perdana besutan Ichitan Group yang bermarkas di Bangkok, Thailand, yang diedarkan di Indonesia.

Dan, untuk mewujudkan ambisi itu, pada medio Agustus tahun lalu, Ichitan Group lebih dulu mendeklarasikan sebuah joint venture dengan PT Atri Pasifik, subsidiari dari Mitsubishi Corporation Jepang, yang sekaligus merupakan joint venture Mitsubishi Corporation Jepang dengan PT Sigmantara Alfindo, investment company yang berada dalam kendali Alfa Group.

Dari kerjasama tersebut, kemudian lahirlah perusahaan anyar dengan label Ichitan Indonesia, dengan komposisi saham seimbang (50 persen) antara Ichitan Group dan Atri Pasifik yang bergerak di bidang distribusi.

Patut diketahui pula, Ichitan Group berhasil mengekspor 5 juta botol minuman dalam kemasan ke 20 negara, pada tahun lalu. Adapun kapasitas produksi minuman teh kemasannya per tahun mencapai 800 juta botol. (BB/as/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Bercermin dari keberhasilan penjualan e-voucher MOLPoints
(Berita-Bisnis) - Dalam rangka merayakan 75 tahun usia Larutan Penyegar Cap
(Berita-Bisnis) - Dalam kerangka program peningkatan pelayanannya, PT Keret