Berita Bisnis

BENTUK SONTON FOOD INDONESIA, TMT GROUP RAMBAH BISNIS SELAI

Menghasilkan 7 ribu ton beragam selai, custard cream, dan spread.  (Foto: Ist)Menghasilkan 7 ribu ton beragam selai, custard cream, dan spread. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Ibarat deretan melodi, upaya PT Tiara Marga Trakindo (TMT Group) untuk menyeimbangkan portofolionya di luar sektor equipment products, energi, dan information technology, melantun secara teratur, hingga saat ini.

Buktinya, via anak usahanya PT Mahadana Dasha Utama (MahaDasha Group), yang bertugas sebagai pengelola beragam portofolio bisnisnya, TMT Group resmi merambah bidang anyar, yaitu food manufacture. Persisnya, bread fillings.

Dan, asal tahu saja, bidang baru ini digarap lewat kerjasama yang dibina dengan Sonton Holding Co., Ltd., market leader bisnis selai di Jepang, yang berbasis di Toyo, Koto-ku, Tokyo.

Lantas, dari kemitraan tersebut, lahirlah sebuah perusahaan joint venture bernama PT Sonton Food Indonesia, dengan komposisi saham terbesar (51 persen) berada dalam genggaman Sonton Holding Co., Ltd. Sisanya menjadi milik MahaDasha Group.

Setelah itu, pada medio Oktober tahun lalu, Sonton Food Indonesia sudah menggelar groundbreaking pembangunan pabrik seluas 30,136 meter persegi di Cikarang.

Kata Nobufumi Ohuchi, Presiden Direktur Sonton Food Indonesia, pabrik tersebut merupakan duplikasi pabrik sejenis milik Sonton Holding Co., Ltd. yang beroperasi di Jepang.

Dengan demikian, tambahnya, produk keluaran pabrik baru ini pun dipastikan memenuhi semua standar kualitas prima.

Sonton Food Indonesia mengabarkan, selama kuartal keempat tahun ini, pabrik tadi masih dalam masa trial production.

Adapun tahapan mass production-nya -didukung mesin berkapasitas produksi mencapai 800 kilogram per jam- diproyeksikan mulai semester pertama tahun depan, dengan hasil sebanyak 7 ribu ton beragam selai, custard cream, dan spread.

Sonton Food Indonesia juga menginformasikan, pada tahap awal, seluruh produk tadi bakal dijajakan terlebih dahulu ke berbagai produsen roti, hotel maupun sektor industri lainnya via skema business-to-business (B2B). Setelah itu, barulah menyasar consumer market plus pasar ekspor.

Berita-Bisnis mencatat, pada medio Desember ini, melalui anak usahanya PT Mega Mahadana Hadiya (Mahadya Group), MahaDasha Group sesungguhnya sudah mengoperasikan gerai kopi perdananya di kawasan Jl. Senopati, Jakarta Selatan.

Dan, gerai kopi berlabel Caribou Coffee itu sendiri, dibuka setelah MahaDasha Group berhasil merangkul Caribou Coffee Company dari Minnesota, Amerika Serikat.

Di sisi lain, Mahadya Group juga memegang hak waralaba beberapa merek internasional, seperti burger Carl’s Jr. (Juli 2013) dan Wingstop (2014).

Plus mengoperasikan gerai supermarket merek sendiri yang bertajuk Loka yang saat ini beroperasi di empat lokasi, yaitu di Tangerang Selatan, Cibubur, Malang, dan Balikpapan.

Dua tahun silam, dalam rangka memperlebar penetrasinya, Sonton Holding Co., Ltd. diketahui membentuk perusahaan patungan bernama Sonton (Qingdao) Trading Co., Ltd. di Qingdao, Tiongkok. (BB/as/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Sulit untuk disangkal, hingga saat ini, Indonesia Interna
(Berita-Bisnis) - Bisnis gerai kopi memang seolah tak ada matinya. Buktinya
(Berita-Bisnis) - Setelah mengoperasikan gerai kopi Cafe Excelso di Cirebon