Berita Bisnis

AMBISI NIRVANA DI RANAH BISNIS MAL INDONESIA

Mengembangkan pusat perbelanjaan berbasis hypermarket di kota-kota kelas dua dan tiga di Indonesia. (Foto: Ist)Mengembangkan pusat perbelanjaan berbasis hypermarket di kota-kota kelas dua dan tiga di Indonesia. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Jika semuanya berjalan sesuai dengan rencana, PT Nirvana Development Tbk berencana menyelesaikan pembangunan pusat perbelanjaan anyar di Prabumulih, Sumatera Selatan, pada medio Mei mendatang.

Adapun seremoni peletakan batu pertamanya (groundbreaking) telah digelar pada pertengahan Desember lalu.

Asal tahu saja, mal baru yang dibangun oleh PT Kalingga Murda (anak usaha Nirvana Development) itu, mengusung label City Mall Prabumulih serta berlokasi di kawasan Jl. Lingkar, Gunung Ibul, Prabumulih Timur, plus tak jauh dari Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih.

Kata Frederick Rompas, Direktur Kalingga Murda, City Mall Prabumulih yang berdiri di atas lahan seluas 16,597 meter persegi tersebut didesain setinggi tiga lantai.

Namun, tambahnya, mal pertama yang dibuka di Prabumulih ini, pada tahap awal terlebih dahulu beroperasi dengan ketinggian 1,5 lantai.

Oleh Nirvana Development sendiri, selain sebagai tempat wisata belanja keluarga, City Mall Prabumulih juga diharapkan menjadi destinasi baru untuk tempat bersosialisasi di Kota Prabumulih.

Dalam catatan Berita-Bisnis, hingga saat ini, Nirvana Development sudah mengoperasikan beberapa pusat perbelanjaan yang tersebar di Cirebon, Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah), Solo, serta di Ketapang, Kalimantan Barat.

Persisnya adalah CSB Mall Cirebon yang terletak di Cirebon Super Blok seluas 7,2 hektar dan dikelola oleh PT Karya Bersama Takarob, anak usaha Nirvana Development.

Lantas, di Provinsi Kalimantan Barat, Nirvana Development membangun dua mal, yakni Borneo City Mall Sampit serta Borneo City Mall Ketapang yang diresmikan pada akhir April 2015.

Dan, khusus untuk yang disebut terakhir, diketahui sebagai pusat niaga baru dan pertama di Ketapang, lantaran menggabungkan shopping mall, ruko, serta hotel di atas lahan seluas 4 hektar.

Sedangkan di Solo, via PT Tristar Land, Nirvana Development menghadirkan The Park Mall yang mengacu kepada konsep lifestyle and family shopping mall dan beroperasi sejak November 2013.

Nirvana Development mengklaim, rata-rata okupansi pusat perbelanjaan miliknya mencapai 71 persen, sepanjang tahun lalu.

Sementara pada tahun ini, perusahaan real estat dengan spesialisasi shopping mall ini, menargetkan tingkat keterisiannya menjadi 80 persen.

Patut juga diketahui, selama 2016 dan berbekal anggaran belanja modal sebanyak Rp 800 miliar, Nirvana Development berambisi menambah 7 hingga 10 pusat perbelanjaan baru yang menyasar kota lapis kedua dan ketiga di Indonesia, seperti Prabumulih, Bondowoso, Banyuwangi, dan Tanjung Pinang.

Satu kondisi yang tampaknya tak lepas dari keberhasilan Nirvana Development sendiri, yang pada medio Februari 2015, sukses menggandeng Warburg Pincus LLC, perusahaan permodalan swasta global yang berkonsentrasi pada sektor growth investing.

Bagaimana tidak, lewat kerjasama tersebut, Nirvana Development pun memperoleh dana sebesar US$ 125 juta (dengan opsi investasi tambahan hingga US$ 75 juta) untuk mengembangkan berbagai pusat perbelanjaan yang berbasis hypermarket di kota-kota kelas dua dan tiga di Indonesia. (BB/as/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Jamak terjadi dan seolah diamini, jadwal peluncuran sebua
(Berita-Bisnis) - Setelah mengelola Favehotel Wachid Hasyim, Kemang, Pasar
(Berita-Bisnis) - Setelah membuka secara resmi Ibis Styles Bali Benoa dan I