Berita Bisnis

RANGKUL MARTEL, MELIA KELOLA MELIA LOMBOK

Beberapa vila dipastikan bakal berdiri di atas laut atau dengan kolam renang pribadi. (Foto: Ist)Beberapa vila dipastikan bakal berdiri di atas laut atau dengan kolam renang pribadi. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Bagi Melia Hotels International yang berdiri pada tahun 1956, di Palma de Mallorca, Spanyol, Indonesia sejatinya terhitung sebagai pasar yang sangat menjanjikan.

Makanya, tak heran, bila perusahaan hotel yang melansir brand Gran Melia, Melia Hotels & Resorts, Paradisus Resorts, ME by Melia, INNSIDE by Melia, Tryp by Wyndham, dan Sol Hotels, ini tampak begitu agresif merambah pasar domestik, belakangan ini.

Pada medio November 2015 misalnya, Melia Hotels Internasional telah berhasil merangkul PT Dago Trisinergi Properti (anak usaha Ancora Group) untuk mengelola Innside Hotels Bandung yang terletak di kawasan Jl. Ir. H. Juanda, Bandung, Jawa Barat.

Dan, asal tahu saja, hotel yang akan selesai dibangun pada 2017 itu, merupakan portofolio ke-13 yang berada dalam naungan Melia Hotels Internasional di Indonesia.

Adapun yang terbaru, Melia Hotels International sukses menggandeng PT Meta Archipelago Hotel -populer dengan label MARTEL dan merupakan anak usaha Medco Group- untuk mengelola sebuah resor anyar yang dikembangkan di Gili Tangkong, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kata Bernardo Cabot, APAC Regional Senior Vice President Melia Hotels International, resor tersebut akan berada dalam kelompok Melia Hotels & Resorts dan direncanakan menggunakan nama Melia Lombok.

Dijelaskan juga, Melia Lombok kelak menyediakan beragam fasilitas layaknya hotel bintang lima serta berkapasitas 40 kamar hotel serta 65 vila pribadi yang mewah.

Lebih dari itu, beberapa vila dipastikan bakal berdiri di atas laut atau dengan kolam renang pribadi, dengan fasilitas dari satu hingga tiga kamar tidur.

Melia Hotels International mengabarkan, jika tak ada halangan, Melia Lombok akan dibuka pada 2018.

Dalam catatan Berita-Bisnis, bagi MARTEL sendiri, pengoperasian Melia Lombok pun otomatis menambah portolio bisnis hospitality-nya.

Bagaimana tidak, MARTEL yang mulai beroperasi pada Maret 1987, sebelumnya telah mengembangkan beberapa hotel di berbagai lokasi, seperti Sofitel Seminyak Bali dan Grand Hotel Preanger Bandung, via PT Bina Inti Dinamika, yang merupakan perusahaan patungan bentukan MARTEL serta PT Aerowisata.

Di sisi lain, lewat anak usahanya PT Grahamas Citrawisata, MARTEL juga mengendalikan The Hills Bukittinggi Hotel & Convention yang sebelumnya mengibarkan bendera Novotel Bukittinggi.

Sementara di kawasan Jl. Kolam Renang, Berastagi, Sumatera Utara, MARTEL menghadirkan Sinabung Hills Berastagi yang dikelola oleh Terra Hotels, merek dagang operator hotel yang dilansir oleh PT Terra Development International.

Lantas, di Bali, melalui anak usaha PT Jimbaran Inti Mandiri, MARTEL membangun All Seasons Jimbaran Hotel yang terletak di bilangan Jl. Bukit Permai Jimbaran, Bali. (BB/as/Luki)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Setelah mengelola Favehotel Wachid Hasyim, Kemang, Pasar
(Berita-Bisnis) - Setelah membuka secara resmi Ibis Styles Bali Benoa dan I
(Berita-Bisnis) - Mengincar tingginya kebutuhan terhadap hotel dan fasilita