Berita Bisnis

USUNG FAVEHOTEL, ARCHIPELAGO KELOLA 559 KAMAR DI BALI

Menghadirkan kolam renang di lantai paling atas dan terbuka. (Foto: Ist)Menghadirkan kolam renang di lantai paling atas dan terbuka. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Tak dapat dimungkiri, merek favehotel sejatinya membawa peruntungan tersendiri bagi manajemen perhotelan Archipelago Internasional.

Bagaimana tidak. Sejak pertama kali dilansir pada 2009, hotel yang menawarkan tarif yang terjangkau untuk kamar yang luas dan bergaya (tanpa mengorbankan kualitas dan fasilitasnya) ini berhasil menyabet penghargaan MICE Awards versi Majalah VENUE untuk kategori The Most Popular Budget Hotel di Indonesia selama dua tahun berturut-turut, yakni 2014 dan 2015.

Lebih dari itu, dari sisi pertumbuhan portofolionya, brand favehotel pun yang menyasar business and holiday travelers ini mampu memperlihatkan performa yang meyakinkan.

Coba tengok perjalanannya sepanjang tahun ini. Maret lalu, Archipelago International dipercaya oleh PT Dwi Mandiri Indo Jaya untuk mengoperasikan favehotel Pekanbaru yang terletak di kawasan Jl. Pinang, Pekanbaru, Riau.

Selang dua bulan kemudian, kepercayaan serupa diperoleh dari PT Graha Prima Sejahtera untuk mulai mengelola secara resmi favehotel Subang, Jawa Barat, yang sampai saat ini terhitung merupakan gedung tertinggi di wilayah tersebut.

Dan, masih di medio Mei 2016, Archipelago International kembali memperluas brand favehotel melalui dua pembukaan favehotel anyar.

Yang pertama adalah favehotel Ahmad Yani - Bekasi, yang menyatu dengan gedung menara apartemen Kemang View yang berada di bilangan Jl. Raya Pekayon, Bekasi Selatan.

Adapun yang kedua adalah favehotel Cilacap yang dibangun oleh PT Gelora Sukses Makmur yang dilengkapi ballroom dengan daya tampung hingga 800 orang.

Menginjak Juni 2016, ekspansi favehotel kembali berlanjut menyusul pengoperasian favehotel Banjarbaru yang terletak di kawasan Jl. Ahmad Yani Km 32,5, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sementara yang terbaru, persisnya pada pekan terakhir Agustus 2016, Archipelago International resmi membuka favehotel Kuta Kartika Plaza berkapasitas 108 kamar.

Kata Direktur Pelaksana Archipelago International, Winston Hanes, hotel baru ini menawarkan kamar-kamar yang memiliki kenyamanan sekaligus pencahayaan yang baik, yang memungkinkan para tamu dengan bujet tertentu untuk menikmati sebuah pengalaman menginap yang menyenangkan.

Ditambahkan pula, favehotel Kuta Kartika Plaza memiliki lokasi yang strategis karena berada di samping pusat perbelanjaan Discovery Mall Kuta, yang berada di bilangan Jl. Kartika, Kuta, Bali.

Lantas, dengan kehadiran kolam renang di lantai paling atas dan terbuka plus tempat makan yang menghadap jalan utama, Archipelago International pun optimistis favehotel anyar tersebut bakal menjadi pilihan pertama bagi para tamu yang menginap.

Dalam catatan Berita-Bisnis, seiring dengan pembukaan enam favehotel tadi, jumlah kamar yang dikelola oleh Archipelago International -via merek favehotel- otomatis bertambah menjadi 695 kamar, yang masing-masing berasal dari favehotel Pekanbaru (100), favehotel Subang (108), favehotel Ahmad Yani - Bekasi (152), favehotel Cilacap (108), favehotel Banjarbaru - Banjarmasin (119), dan favehotel Kuta Kartika Plaza sebanyak 108 kamar.

Sedangkan, khusus di area komersil Bali serta melalui merek yang sama, Archipelago International sendiri hingga saat ini sudah mengelola 559 kamar, yang bersumber dari favehotel Tohpati Denpasar (137), favehotel Sunset Seminyak (100), favehotel Umalas (119), favehotel Kuta Square (95) plus favehotel Kuta Kartika Plaza.

Kelak, bila semuanya berjalan lancar, jumlah kamar dari brand favehotel dipastikan akan bertambah menyusul agenda pembukaan 40 hotel baru lagi di masa mendatang, baik di berbagai kota di Indonesia maupun di Malaysia dan Filipina. (BB/as/Luki)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Setelah mengelola Favehotel Wachid Hasyim, Kemang, Pasar
(Berita-Bisnis) - Setelah membuka secara resmi Ibis Styles Bali Benoa dan I
(Berita-Bisnis) - Seperti yang telah direncanakan sebelumnya, jaringan mana