Berita Bisnis

ARCHIPELAGO KELOLA 6.011 KAMAR VIA MEREK FAVEHOTEL

Terjaganya tingkat kepuasan investor merupakan salah satu faktor penting yang mendorong pesatnya perkembangan akselerasi usaha Archipelago International. (Foto: Ist)Terjaganya tingkat kepuasan investor merupakan salah satu faktor penting yang mendorong pesatnya perkembangan akselerasi usaha Archipelago International. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Jujur, semua pembahasan tentang sosok manajemen perhotelan yang saat ini sedang berkibar di kelas bujet, sudah pasti tak akan bisa lepas dari dua nama berikut ini: PT Grahawita Santika (Santika Indonesia Hotels & Resorts) dan Archipelago International.

Bagaimana tidak. Hingga sekarang, Santika Indonesia Hotels & Resorts yang merilis merek Amaris Hotel serta Archipelago International yang menaungi brand favehotel, terbukti mampu mengoperasikan puluhan aset properti dengan label masing-masing di berbagai lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dan, asal tahu saja, rentang waktu yang ditempuh oleh Santika Indonesia Hotels & Resorts maupun Archipelago International untuk menorehkan prestasi tadi, sebenarnya tidak jauh berbeda.

Ambil contoh, Amaris Hotel. Pada pekan terakhir September 2007, Santika Indonesia Hotels & Resorts untuk pertama kalinya membuka Amaris Hotel berkapasitas 57 kamar di bilangan Panglima Polim, Jakarta Selatan.

Lantas, sampai Oktober 2016, manajemen perhotelan yang bernaung di dalam Kompas Gramedia Group ini telah mengelola 59 Amaris Hotel, menyusul dibukanya Amaris Hotel Pluit Jakarta (102 kamar) milik PT Sumber Mitra Bahagia.

Sementara itu, brand favehotel pertama kali digunakan di Denpasar, Bali, pada pertengahan 2009. Dan, kini, Archipelago International -sebelumnya dikenal luas dengan label Aston International- sudah mengelola total 47 favehotel.

Tepatnya, seusai Archipelago International membuka dua favehotel anyar di wilayah pemasaran Jawa Timur, yaitu favehotel Rungkut Surabaya dan favehotel Sudirman Bojonegoro.

Kata Regional General Manager Archipelago International untuk Wilayah Tengah, Yohanes Sulistiyono Hadi, favehotel Rungkut Surabaya yang terletak di area Surabaya Rungkut Industrial Estate di kawasan Jl. Raya Kalirungkut, Surabaya, ini memiliki 173 kamar serta dilengkapi dengan sepuluh ruang pertemuan.

Dijelaskan pula, lokasi berdirinya favehotel Rungkut Surabaya sangat strategis karena terhitung dekat dengan kantor-kantor pemerintah dan tak jauh dari sejumlah tempat wisata, seperti Kebun Binatang Surabaya, Taman Bungkul, House of Sampoerna, dan Galaxy Mall.

Adapun lokasi favehotel Sudirman Bojonegoro, tambahnya, berada di bilangan Jl. Panglima Sudirman, Bojonegoro, Jawa Timur, dengan daya tampung 115 kamar plus dua ruang pertemuan serta restoran Tastee Bites.

Dalam catatan Berita-Bisnis, terjaganya tingkat kepuasan investor agaknya menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pesatnya perkembangan akselerasi usaha Archipelago International selama ini.

Buktinya, pemilik favehotel Sudirman Bojonegoro setinggi enam lantai itu bukanlah mitra baru bagi Archipelago International.

Dua tahun silam, PT Andalan Mandiri Raya -pemilik favehotel Sudirman Bojonegoro- membangun hotel di kawasan Jl. MH. Thamrin, Ledok Wetan, Bojonegoro, dan kemudian memberikan kepercayaan kepada Archipelago International untuk mengelolanya. Nama hotel berkapasitas 174 kamar itu sendiri adalah Aston Bojonegoro City Hotel.

Per awal November 2016, Archipelago International yang melansir tujuh merek (favehotel, NEO, Quest, Harper, Aston, Alana, Kamuela) telah mengelola 6.011 kamar yang berasal dari 47 favehotel. (BB/as/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Setelah mengelola Favehotel Wachid Hasyim, Kemang, Pasar
(Berita-Bisnis) - Kendati dibangun dalam jumlah terbatas, hanya 29 unit, to
(Berita-Bisnis) - Setelah membuka secara resmi Ibis Styles Bali Benoa dan I