Berita Bisnis

FIRST MEDIA RAIH SERVICE QUALITY AWARD 2017

Terus meningkatkan inovasi dan kualitas layanan. (Foto: Ist)Terus meningkatkan inovasi dan kualitas layanan. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Ikhtiar yang kerap disampaikan oleh PT Link Net Tbk -populer dengan label First Media- untuk selalu memberikan layanan yang lebih baik kepada konsumen, tampaknya bukanlah janji-janji manis belaka.

Buktinya, pelaku usaha televisi berbayar-layanan internet pita lebar-komunikasi data ini baru saja meraih Service Quality Award 2017 versi Majalah Service Excellence dan Carre-Center for Customer Satisfaction and Loyalty (Carre-CCSL).

Salah satunya, pada kategori internet service provider, First Media berada di peringkat kedua. Posisi yang sama juga digenggam pada kategori internet service provider for corporate customers.

Adapun di kategori pay tv, First Media dinobatkan menjadi yang terbaik karena berhasil memperoleh nilai 4.0342 untuk indeks kualitas pelayanan (SQ Index).

Kata Direktur Operasional First Media, Edward Sanusi, penghargaan tersebut sekaligus menjadi bekal motivasi yang berharga bagi pihaknya untuk terus meningkatkan inovasi dan kualitas layanan di masa mendatang.

Ditambahkan pula, First Media merasa bangga lantaran Service Quality Award 2017 bersumber dari riset yang melibatkan para responden secara langsung, sebagai penilai layanan.

First Media mengabarkan, riset tersebut menilai empat aspek, yakni aksesibilitas (kemudahan pelanggan berinteraksi dengan perusahaan), proses (berbelit-belit atau tidak), sumber daya manusia yang terkait dengan keramahan dan kualitas ketrampilan, serta aspek service solution.

Sedangkan penyelenggaraan riset tadi -yang menggunakan metode wawancara tatap muka oleh Carre-CCSL- dilakukan di Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Medan, pada Januari hingga Maret 2017.

Berita-Bisnis mencatat, selama semester pertama tahun ini, Link Net sukses membukukan pendapatan sebesar Rp 1,65 triliun atau meningkat 18,48 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dan, dalam kondisi tersebut, biaya berlangganan dari layanan broadband internet dan jaringan tercatat Rp 941,58 miliar.

Menyusul kemudian biaya berlangganan layanan televisi berbayar yang sebesar Rp 606,98 miliar, plus biaya lain-lain sebanyak Rp 102,03 miliar.

Adapun laba bersihnya pada enam bulan pertama tahun ini sebesar Rp 490,23 miliar alias meningkat 23,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (BB/as/Luki)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Di tengah persaingan ketat bisnis televisi berbayar saat
(Berita-Bisnis) - Dalam ajang Contact Center Service Excellence Award 2013
(Berita-Bisnis) - Jika semuanya berjalan lancar maka pada medio Agustus men