Berita Bisnis

LEWAT QUEST HOTEL, ARCHIPELAGO EKSPANSI KE MALAYSIA

Archipelago International kini mengelola sekitar 130 hotel dengan daya tampung mencapai 17 ribu kamar. (Foto: Ist)Archipelago International kini mengelola sekitar 130 hotel dengan daya tampung mencapai 17 ribu kamar. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Tanpa bermaksud berlebihan, kepiawaian untuk melayani lebih dari 10 juta orang di 125 hotel yang dikelolanya, hingga akhir Maret 2017, sejatinya merupakan salah satu faktor keunggulan Archipelago International, sampai saat ini.

Dan, bisa jadi juga, torehan prestasi itu pula yang menarik minat Grupo de Turismo Gaviota SA -pengembang hotel terbesar di Kuba- untuk menggandeng Archipelago International sebagai pengelola Grand Aston Varadero Resort Kuba.

Seperti diketahui, pada medio Juli tahun lalu, Grupo de Turismo Gaviota SA resmi menunjuk Archipelago International untuk mengoperasikan Grand Aston Varadero Resort berkapasitas 438 kamar.

Lantas, oleh Archipelago International sendiri, pengelolaan hotel bintang lima anyar di kawasan resor terbesar di Karibia, itu disebut bakal dilakoni dengan mengandalkan konsep keramahtamahan Asia yang menjadi andalannya selama ini.

Adapun yang terbaru, Archipelago International memperoleh kontrak untuk mengelola 700 kamar di The Port Dickson Malaysia.

Kata Presiden dan CEO Archipelago International, John Flood, hotel baru tersebut kelak mengibarkan brand Quest Hotel.

Ditambahkan pula, pihaknya merasa senang dan bangga untuk menghadirkan Quest Hotel anyar di The Port Dickson Malaysia, yang merupakan proyek yang diproyeksikan beroperasi pada pertengahan 2019.

Berita-Bisnis mencatat, The Port Dickson merupakan bagian dari mega proyek Malaysia Vision Valley yang dikembangkan di Negeri Sembilan, Malaysia.

Dan, oleh master planner-nya (Sime Darby Properties, Brunsfield Development, dan Kumpulan Wang Persaraan), Malaysia Vision Valley direncanakan berdiri di atas lahan seluas 153 ribu hektar yang mencakup Seremban maupun The Port Dickson.

Patut juga diketahui, kiprah Archipelago International sendiri di Malaysia, telah dimulai sejak tujuh tahun silam lewat kehadiran favehotel Cenang Beach Langkawi (97 kamar).

Selang empat tahun, Archipelago International kembali merilis Hotel NEO+ Penang berkapasitas 196 kamar.

Dan, khusus untuk brand Quest Hotel yang berkibar di pasar domestik, manajemen perhotelan yang didirikan oleh Charles Brookfield ini telah menaungi lima hotel.

Yang pertama adalah Quest Hotel Semarang (155 kamar) yang dibuka medio Juli 2010 serta sekaligus menjadi Quest Hotel perdana di Indonesia

Setelah itu, Archipelago International ditunjuk oleh Istana Group yang berbasis di Bandung, untuk mengelola Quest Hotel Kuta (95 kamar). Persisnya, pada Mei 2011.

Belakangan, PT Marindo Surya pun memberikan kepercayaan untuk mengoperasikan Quest Hotel Surabaya (135 kamar).

Lantas, pada Juni 2015, Archipelago International merilis dua Quest Hotel, yakni Quest Hotel San Denpasar berkapasitas 179 kamar milik PT Khrisna Bali Utama serta Quest Hotel Balikpapan (79 kamar) yang dibangun oleh PT Bina Ruang Indonesia di dalam Balikpapan Superblock milik Pintu Air Mas (PAM) Group.

Sedangkan, lewat Chroma Hospitality -joint partnership-nya bersama Filinvest Group yang berbasis di Filipina- Archipelago International mengoperasikan Quest Hotel & Conference Center Cebu by Aston (400 kamar) dan Quest Hotel & Conference Center Clark, Pampanga (303 kamar).

Hingga kini, via merek Nomad Hostels, favehotel, Hotel NEO, Quest Hotel, Harper, Aston, The Alana, dan Kamuela, Archipelago International mengelola sekitar 130 hotel dengan daya tampung mencapai 17 ribu kamar. (BB/as/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Setelah mengelola Favehotel Wachid Hasyim, Kemang, Pasar
(Berita-Bisnis) - Setelah membuka secara resmi Ibis Styles Bali Benoa dan I
(Berita-Bisnis) - Seperti yang telah direncanakan sebelumnya, jaringan mana