Berita Bisnis

LEWAT ELEMENT BY WESTIN BALI UBUD, KIPRAH STARWOODS SEMAKIN BERKEMBANG

Hotel pertama di Indonesia yang menggunakan label Element by Westin. (Foto: Ist)Hotel pertama di Indonesia yang menggunakan label Element by Westin. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Bila mengacu lamannya, kiprah Starwoods Hotels & Resorts -bagian dari Marriott International Inc.- dipastikan semakin berkembang di pentas bisnis hospitality di Indonesia, dalam tempo tiga tahun ke depan.

Bagaimana tidak. Hingga tahun 2021, Starwoods Hotels & Resorts berniat mengoperasikan delapan aset properti anyar yang mengusung beberapa label, yakni Aloft, The St. Regis, Four Points by Sheraton, The Westin, serta Element by Westin.

Dan, khusus untuk yang disebut terakhir, direncanakan bakal diluncurkan pada pekan pertama Maret 2018 dengan tajuk Element by Westin Bali Ubud.

Kata Vice President, Brand & Marketing Asia-Pacific, Marriott International Inc., Mike Fulkerson, sebagaimana dikutip www.hospitalitynet.org, ketika itu, pembukaan Element by Westin Bali Ubud dengan sendirinya memungkinkan para pelancong untuk menikmati pengalaman menginap yang tak terlupakan dengan layanan berkualitas internasional.

Ditambahkan pula, brand Element by Westin yang memulai debutnya pada 2008 dirancang untuk kenyamanan tinggal dalam kurun waktu panjang.

Starwoods Hotels & Resorts mengabarkan, Element by Westin Bali Ubud yang terletak di kawasan Jalan Raya Andong, Petulu, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, itu memiliki 142 kamar.

Di sisi lain, Element by Westin Bali Ubud juga disebut sebagai hotel perdana di Indonesia yang mengibarkan merek tersebut.

Masih di Bali, Starwoods Hotels & Resorts pun sedang menyiapkan agenda pembukaan dua hotel anyar lagi, yakni Aloft Bali Seminyak (Desember 2018) serta Aloft Bali Kuta (Juli 2019).

Sedangkan di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Bintan (Kepulauan Riau), Starwoods Hotels & Resorts berencana melansir The St. Regis Jakarta (January 2019), Aloft Jakarta Simatupang milik PT Anugrah Karya Bangsa (Desember 2019), The Westin Surabaya (Maret 2019), Aloft Bandung (Juli 2019), dan Four Points by Sheraton Bintan (Maret 2021).

Berita-Bisnis mencatat, sejak dipercaya mengelola Sheraton Lampung Hotel pada September 1990, Starwoods Hotels & Resorts kini menaungi 35 aset properti di pasar domestik.

Lantas, dari 26 hotel yang eksis, sebanyak delapan hotel beroperasi dengan brand Four Points by Sheraton, yaitu Four Points by Sheraton Bandung, Four Points by Sheraton Jakarta Thamrin, Four Points by Sheraton Bali Kuta, Four Points by Sheraton Makassar, Four Points by Sheraton Manado, Four Points by Sheraton Medan, Four Points by Sheraton Bali Seminyak, dan Four Points by Sheraton Surabaya.

Menyusul kemudian merek Sheraton yang terdiri dari Sheraton Lampung Hotel, Sheraton Bandung Hotel & Towers, Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Sheraton Bali Kuta Resort, Sheraton Senggigi Beach Resort, Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa, serta Sheraton Surabaya Hotel & Towers.

Patut juga diketahui, selain ditunjuk oleh pelaku usaha non-group, seperti PT Grand Xumo Raya yang menaungi Four Points by Sheraton Medan (220 kamar), Starwoods Hotels & Resorts juga kerap dipercaya kelompok usaha besar di Indonesia untuk mengoperasikan aset propertinya.

Ambil contoh, Pakuwon Group. Di samping mengelola Sheraton Surabaya Hotel & Towers (348 kamar), Pakuwon Group pun memberikan kepercayaan kepada Starwoods Hotels & Resorts untuk mengoperasikan Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel (293 kamar) dan Four Points by Sheraton Surabaya (264 kamar dan 29 suite) yang dibuka pada medio Juni 2016.

Tak terkecuali Rajawali Group, via lini bisnisnya Rajawali Property Group, yang mengembangkan Sheraton Senggigi Beach Resort (154 kamar), The Laguna Resort & Spa Nusa Dua (287 kamar), The St. Regis Jakarta, serta The St. Regis Bali Resort yang memiliki 81 suite dan 42 vila. (BB/as/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Setelah mengelola Favehotel Wachid Hasyim, Kemang, Pasar
(Berita-Bisnis) - Setelah membuka secara resmi Ibis Styles Bali Benoa dan I
(Berita-Bisnis) - Mengincar tingginya kebutuhan terhadap hotel dan fasilita