Berita Bisnis

LANGKAH DUNIATEX DI RANAH HOSPITALITY

Berencana menambah portofolio hotel. (Foto: Ist)Berencana menambah portofolio hotel. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Jika menelisik laman resminya, kiprah Duniatex Group di arena bisnis hospitality di pasar domestik, sesungguhnya tidak bisa dipandang sebelah mata.

Buktinya, hingga akhir medio Oktober lalu, produsen tekstil terkemuka yang berbasis di kawasan Jalan Raya Palur, Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, ini sudah mengembangkan lima hotel.

Persisnya, Best Western Premier Solo Baru, favehotel Solo Baru, The Alana Hotel & Convention Center Solo, Noorman Hotel Semarang, dan Yogyakarta Marriott Hotel yang diluncurkan pada Oktober 2017.

Kelak, bila tak ada aral melintang, portofolio hotel milik Duniatex Group pun dipastikan bertambah seiring rencana pembukaan dua hotel baru.

Salah satunya adalah Mercure Hotel Batavia Jakarta. Hotel yang terletak di bilangan Jalan Kali Besar Barat, Roa Malaka, Tambora, Jakarta Barat, ini bakal menjadi hotel perdana yang berada dalam naungan Duniatex Group yang beroperasi di Jakarta.

Adapun bagi AccorHotels yang dipercaya sebagai pengelolanya, Mercure Hotel Batavia Jakarta -sebelumnya mengibarkan label De Rivier Hotel Jakarta- merupakan hotel ke-9 dalam kelompok Mercure Hotels yang dilayani di area komersil tersebut, setelah Mercure Jakarta Sabang, Mercure Jakarta Cikini, Mercure Jakarta Simatupang, dan Mercure Jakarta Kota.

Plus, Mercure Convention Center Ancol, Mercure Jakarta Pantai Indah Kapuk, Grand Mercure Jakarta Harmoni, dan Grand Mercure Jakarta Kemayoran.

Di sisi lain, hotel kedua yang akan dirilis oleh Duniatex Group adalah Swiss-Belhotel Solo, yang saat ini sedang dalam tahapan pembangunan.

Berlokasi di kawasan Jalan Ahmad Yani, Solo, dan tak jauh dari Terminal Tirtonadi Solo, hotel anyar tersebut direncanakan setinggi 21 lantai serta berdaya tampung 250 kamar.

Lebih dari itu, hotel yang dikembangkan oleh PT Delta Merlin Dunia Properti (unit bisnis properti Duniatex Group) ini, juga didesain memiliki 12 ruang pertemuan dan ballroom berkapasitas mencapai 1,000 orang.

Berita-Bisnis mencatat, bila Swiss-Belhotel Solo kelak beroperasi, hotel baru itu pun otomatis menjadi hotel ketiga yang dikelola Swiss-Belhotel International di Jawa Tengah, melengkapi Hotel Ciputra Semarang (200 kamar) dan Swiss-Belinn Saripetojo Solo (137 kamar), yang lebih dulu beroperasi.

Patut juga diketahui, di samping berniat mengoperasikan Swiss-Belhotel Solo, Swiss-Belhotel International sendiri berencana melansir Swiss-Belhotel Kelapa Gading (316 kamar) milik PT Nusa Kirana serta Swiss-Belhotel Rasuna Epicentrum yang berada dalam naungan PT Bakrie Swastika Utama, anak usaha PT Bakrieland Development Tbk. (BB/as/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Setelah mengelola Favehotel Wachid Hasyim, Kemang, Pasar
(Berita-Bisnis) - Setelah membuka secara resmi Ibis Styles Bali Benoa dan I
(Berita-Bisnis) - Mengincar tingginya kebutuhan terhadap hotel dan fasilita