Berita Bisnis

ARCHIPELAGO LANSIR HOTEL NEO+ WARU SIDOARJO

Hotel perdana yang mengibarkan merek Hotel NEO+ di Sidoarjo. (Foto: Ist)Hotel perdana yang mengibarkan merek Hotel NEO+ di Sidoarjo. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Performa brand favehotel dalam perjalanan usaha Archipelago International di arena bisnis hospitality di pasar domestik, sejatinya terbilang cemerlang.

Bagaimana tidak, dari 138 hotel yang dikelola hingga awal 2019, lebih dari lima puluh properti telah mengibarkan merek hotel select service ini.

Bahkan, delapan tahun silam, Archipelago International telah dipercaya untuk mengoperasikan favehotel Cenang Beach Langkawi berkapasitas 97 kamar.

Di saat yang sama, Hotel NEO dan Hotel NEO+ -dua merek lain besutannya yang tergolong dalam kategori affordable serta economy- juga tampak tidak mau ketinggalan unjuk gigi.

Buktinya, sampai awal 2019, Archipelago International mengelola 20 properti yang mengusung brand Hotel NEO dan Hotel NEO+.

Lantas, masih di medio Januari 2019, Archipelago International pun resmi menambah portofolio Hotel NEO+, seiring seremoni soft opening Hotel NEO+ Waru Sidoarjo yang digelar pada akhir pekan lalu.

Kata Presiden dan CEO Archipelago International, John Flood, hotel bintang tiga anyar yang terletak di bilangan Jalan S. Parman, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, ini memiliki 130 kamar yang mencakup tiga kategori, yakni superior, deluxe, dan suite.

Dijelaskan pula, guna memenuhi kebutuhan acara bisnis serta konferensi, Hotel NEO+ Waru Sidoarjo juga tak lupa menyediakan lima ruang pertemuan modern yang mampu menampung sampai 500 orang.

Berita-Bisnis mencatat, hingga sekarang, Hotel NEO+ Waru Sidoarjo merupakan hotel perdana yang mengibarkan merek Hotel NEO+ di Sidoarjo maupun di wilayah pemasaran Jawa Timur.

Adapun secara keseluruhan, hotel anyar tersebut terhitung sebagai hotel ke-7 yang menggunakan merek Hotel NEO+, setelah Hotel NEO+ Kuta Legian (117 kamar), Hotel NEO+ Awana Yogyakarta (296 kamar), dan Hotel NEO+ Green Savana Sentul City (70 kamar).

Plus, Hotel NEO + Balikpapan (101 kamar), Hotel NEO+ Penang Malaysia (196 kamar), serta Hotel NEO+ Kebayoran Jakarta (102 kamar) milik PT Kebayoran Puspita (Tamara Land Group), yang dirilis pada medio September 2017.

Khusus di Jawa Timur sendiri, Archipelago International terlebih dahulu mengelola Hotel NEO Gubeng Surabaya (58 kamar), yang sebelumnya populer dengan label Grand Citihub Hotel. Tepatnya, pada medio September 2015.

Kelak, jika tak ada halangan, Archipelago International juga sedang menyiapkan agenda peluncuran Hotel NEO Ahmad Yani Malang dan Hotel NEO Sungkono Surabaya.

Patut juga diketahui, dari total 21 properti yang mengibarkan merek Hotel NEO dan Hotel NEO+ saat ini, sebanyak empat hotel beroperasi di Jakarta, yaitu Hotel NEO Melawai, Hotel NEO Mangga Dua Square, Hotel NEO Tendean, serta Hotel NEO+ Kebayoran, dengan total daya tampung mencapai 439 kamar.

Di peringkat kedua, menyusul wilayah pemasaran Bali dan Jawa Barat dengan masing-masing tiga hotel, yakni Hotel NEO Denpasar (112 kamar), Hotel NEO Kuta Jelantik (97 kamar), Hotel NEO+ Kuta Legian (117 kamar), Hotel NEO Dipatiukur Bandung (84 kamar), Hotel NEO+ Green Savana Sentul City (70 kamar), dan Hotel NEO Cirebon (125 kamar).

Sedangkan di Jawa Timur serta di Yogyakarta, Archipelago International menghadirkan masing-masing dua hotel, yaitu Hotel NEO Gubeng Surabaya, Hotel NEO+ Waru Sidoarjo, Hotel NEO+ Awana Yogyakarta (296 kamar), dan Hotel NEO Malioboro Yogyakarta (154 kamar).

Selebihnya, Hotel NEO Candi Semarang (105 kamar), Hotel NEO Gajah Mada Pontianak (105 kamar), Hotel NEO Palma Palangkaraya (101 kamar), Hotel NEO+ Balikpapan (101 kamar), dan Hotel NEO Eltari Kupang berdaya tampung 137 kamar. (BB/as/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Setelah mengelola Favehotel Wachid Hasyim, Kemang, Pasar
(Berita-Bisnis) - Setelah membuka secara resmi Ibis Styles Bali Benoa dan I
(Berita-Bisnis) - Seperti yang telah direncanakan sebelumnya, jaringan mana