Berita Bisnis

LOUVRE HOTEL GROUP KELOLA KYRIAD ROYAL SEMINYAK

Sekaligus berupaya memenuhi kebutuhan segmen MICE. (Foto: Ist)Sekaligus berupaya memenuhi kebutuhan segmen MICE. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Segendang sepenarian dengan operator hotel lainnya, Louvre Hotel Group juga tampak giat mengembangkan layanan hospitality-nya di pasar domestik, baik melalui merek Golden Tulip, Royal Tulip, maupun Kyriad.

Dan, asal tahu saja, hingga akhir April lalu, Louvre Hotel Group -sebagaimana tercantum di lamannya- telah mengoperasikan 15 properti berkapasitas 2,629 kamar via label Golden Tulip (hotel bintang 3-4) dan Royal Tulip (hotel bintang 5) di Indonesia.

Adapun lewat brand Kyriad (hotel bintang dua sampai hotel bintang empat), Louvre Hotel Group sudah melayani tamu dan pengunjung di 10 properti dengan total daya tampung mencapai 1,082 kamar.

Sedangkan yang terbaru, Louvre Hotel Group -via Kyriad Hotel Indonesia- resmi menambah portofolionya seusai mengggelar seremoni soft opening Kyriad Royal Seminyak, Bali. Persisnya, pada pertengahan medio Mei 2019.

Kata Director of Operation Kyriad Hotel Indonesia, Mugi Harjo, selain membidik turis leisure, hotel bintang tiga yang berada di bilangan Jalan Sunset Road, Seminyak, Bali, ini, sekaligus berupaya memenuhi kebutuhan segmen MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition).

Itu pula sebabnya, tambahnya, Kyriad Royal Seminyak bakal menghadirkan ruang pertemuan anyar dan merenovasi ruang sejenis yang telah dibuka sebelumnya.

Kyriad Hotel Indonesia mengabarkan, sampai sekarang, Kyriad Royal Seminyak menyediakan dua ruang pertemuan (Nusa Penida dan Nusa Lembongan) yang mampu mengakomodir 200 orang. Plus, Dilly Daily Bistro and Bar yang beroperasi 24 jam.

Berita-Bisnis mencatat, Kyriad Royal Seminyak -berkapasitas 98 kamar- sebelumnya populer dengan label Steenkool Hotel Seminyak, yang diluncurkan pada akhir Desember 2017 serta dikembangkan PT Sumber Mutiara Cipta Abadi.

Namun, belakangan, kepemilikan Steenkool Hotel Seminyak sepertinya berada dalam naungan Liong Henky, Direktur Utama PT Mega Nusatama, pengembang The Ribezzi Villa Residences, Nusa Dua, Badung, Bali.

Lantas, bagi Louvre Hotel Group sendiri, Kyriad Royal Seminyak otomatis menjadi properti kedua yang dikelola di Bali, setelah Kyriad Villa & Hotel Seminyak yang dibuka pada 2008.

Hotel yang terletak di kawasan Jalan Kuwum II, Kerobokan, Bali, ini memiliki enam tipe kamar, yang mencakup tiga unit One Bedroom Villa, tiga unit Two Bedrooms Villa, satu unit Four Bedrooms Villa, delapan unit Standard Room, dua unit Suite Ambassador, serta satu unit Penthouse.

Setelah itu, Louvre Hotel Group mengoperasikan masing-masing dua Kyriad di Jawa Tengah dan DKI Jakarta, yaitu Kyriad Grand Master Purwodadi (82 kamar), Kyriad Arra Hotel Cepu (71 kamar), Kyriad Fatmawati Jakarta (87 kamar), dan Kyriad Metro Cipulir Jakarta (156 kamar).

Selebihnya, hotel yang mengibarkan merek Kyriad hadir di Banten (Kyriad Hotel Airport Jakarta, 165 kamar), DI Aceh (Kyriad Muraya Hotel, 126 kamar), Kalimantan Timur (Kyriad Sadurengas Paser, 148 kamar), Papua Barat (Kyriad M Hotel Sorong, 120 kamar), serta di Sumatera Barat bertajuk Kyriad Bumiminang Hotel dengan daya tampung 102 kamar.

Patut juga diketahui, hingga pertengahan tahun ini, Louvre Hotel Group berniat meluncurkan lagi lima hotel yang mengusung brand Kyriad di pasar domestik. (BB/as/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Setelah mengelola Favehotel Wachid Hasyim, Kemang, Pasar
(Berita-Bisnis) - Setelah membuka secara resmi Ibis Styles Bali Benoa dan I
(Berita-Bisnis) - Mengincar tingginya kebutuhan terhadap hotel dan fasilita