Berita Bisnis

JAKARTA SETIABUDI INTERNASIONAL BAKAL BUKA ANDAZ BALI

Diproyeksikan menggelar soft opening pada awal April 2021. (Foto: Ist)Diproyeksikan menggelar soft opening pada awal April 2021. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Kiprah PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk di pentas bisnis hospitality Indonesia, sejatinya tak bisa dianggap remeh.

Pada tahun 1991, perusahaan real estate yang didirikan oleh Darmadi ini, telah menghadirkan Grand Hyatt Bali yang beroperasi di dalam Kawasan Wisata Nusa Dua, Bali.

Dan, untuk mengelola hotel bintang lima berkapasitas 636 kamar itu, Jakarta Setiabudi Internasional pun memberikan amanah kepada Hyatt Hotels Corporation.

Enam tahun kemudian, Jakarta Setiabudi Internasional kembali menggandeng Hyatt Hotels Corporation untuk mengoperasikan Hyatt Regency Yogyakarta yang memiliki 269 kamar.

Belakangan, kolaborasi tadi kembali berlanjut seiring pembukaan Hyatt Regency Bali dengan daya tampung 363 kamar di bilangan Jalan Danau Tamblingan, Sanur.

Ke depan, bila tak ada aral melintang, aset properti milik Jakarta Setiabudi Internasional yang bakal dikelola oleh Hyatt Hotels Corporation dipastikan bertambah menyusul akan dibukanya Andaz Bali.

Dalam catatan Berita-Bisnis, Andaz Bali yang merupakan hotel bintang lima berdiri di atas lahan kurang lebih 6,2 hektar di kawasan Sanur, Denpasar, Bali.

Selain diramaikan dengan beragam fasilitas seperti restoran, ruang pertemuan, dan kids club, Andaz Bali -dikembangkan oleh PT Wynncor Bali, anak usaha Jakarta Setiabudi Internasional- menawarkan 149 kamar dan vila.

Dan, asal tahu saja, Andaz Bali - lifestyle brand dengan segmentasi premium kreasi Hyatt Hotels Corporation- diproyeksikan menggelar soft opening pada awal April 2021.

Patut juga diketahui, di samping bekerjasama dengan Hyatt Hotels Corporation, Jakarta Setiabudi Internasional juga menjalin kesepakatan dengan Accor untuk mengoperasikan Mercure Resort Sanur (189 kamar), Mercure Convention Center Ancol (436 kamar), ibis Budget Jakarta Menteng (135 kamar), dan ibis Budget Jakarta Cikini (150 kamar).

Plus, bergandengan tangan dengan Tauzia Hotel Management yang mengelola POP! Hotel Kemang Jakarta (110 kamar), POP! Hotel Malioboro Yogyakarta (103 kamar) serta POP! Hotel Pemuda Semarang yang memiliki 134 kamar.

Bagi Hyatt Hotels Corporation sendiri, Andaz Bali terhitung sebagai properti ke-13 yang dioperasikan di pasar domestik, setelah Grand Hyatt Bali, Hyatt Regency Bali, Hyatt Regency Yogyakarta, Grand Hyatt Jakarta, dan Park Hyatt Jakarta, yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian.

Tak terkecuali, properti yang mengusung merek Alila, seperti Alila Jakarta SCBD, Alila Manggis, Alila Seminyak, Alila Solo, Alila Ubud, Alila Villas Uluwatu, Studios at Alila Seminyak, serta kapal phinisi Alila Purnama. (BB/as/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Setelah mengelola Favehotel Wachid Hasyim, Kemang, Pasar
(Berita-Bisnis) - Setelah membuka secara resmi Ibis Styles Bali Benoa dan I
(Berita-Bisnis) - Mengincar tingginya kebutuhan terhadap hotel dan fasilita