Berita Bisnis

ALFAMART MULAI LAYANI PEMBAYARAN TAGIHAN TELKOM GROUP

Menambah jasa layanan yang memudahkan konsumen. (Foto: Ist)Menambah jasa layanan yang memudahkan konsumen. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Semakin lengkapnya jasa layanan yang diberikan kepada konsumen diyakini menjadi salah satu jurus ampuh untuk mempertahankan kinerja cemerlang di tengah persaingan tajam bisnis ritel, saat ini.

Hal itulah tampaknya yang mendorong PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. untuk menjalin kerjasama dengan PT Fin @ Net Indonesia (electronic payment provider) yang merupakan bagian dari PT Telekomunikasi Indonesia (Persero).

Menurut Velina Yulianti, Marketing Director Alfamart, melalui kerjasama tersebut, maka sejak Kamis 15 Maret 2012, seluruh gerai Alfamart yang tersebar di Indonesia, sudah mulai melayani tagihan telepon rumah, Speedy, Telkom Flexi, layanan TV berlangganan Telkom Vision, Yes TV, maupun Groovia yang merupakan bagian dari Telkom Group.

Ditambahkan, pelanggan cukup menyampaikan nomor pelanggan yang dimiliki ketika melakukan transaksi. Dengan jasa layanan baru itu, Alfamart optimis akan mampu mendorong peningkatan kinerjanya sepanjang tahun ini dan di tahun-tahun mendatang.

Bagi Fin @ Net Indonesia sendiri, demikian kata Walden R. Bakara, Direktur Utama Fin @ Net Indonesia, kerjasama tersebut merupakan satu kesempatan yang bagus mengingat Alfamart memiliki jaringan yang sangat luas mulai dari wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Lombok hingga Sulawesi.

Fin @ Net Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam penyediaan layanan solusi sistem transaksi pembayaran secara elektronik untuk segala keperluan transaksi pembayaran. Fin @ Net Indonesia memiliki lima produk portfolio yang terdiri dari bill payment, interbank transaction, payment channel, payment applications, dan layanan service bureau. (BB/Luki)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Bercermin dari keberhasilan penjualan e-voucher MOLPoints
(Berita-Bisnis) - Dalam rangka merayakan 75 tahun usia Larutan Penyegar Cap
(Berita-Bisnis) - Dalam rangka mendorong 15 juta pelanggannya yang belum me