Berita Bisnis

TANGO, NAMA YANG DISEGANI DI BISNIS WAFER

Optimis menggenggam market share sebesar 60 persen. (Foto: Ist)Optimis menggenggam market share sebesar 60 persen. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Di pusat perbelanjaan Depok Town Square, program tahunan itu kembali dikumandangkan, pada awal bulan ini. Hingga medio Agustus 2012 mendatang, PT Monde Mahkota Biscuit akan menyelenggarakan lomba kreasi wafer bertajuk Serunya Berkreasi Nissin Wafers.

Agar acara itu semakin "terdengar", Monde Mahkota Biscuit juga menggelar lomba sejenis di Medan Fair pada tanggal 20 Mei lalu. Nantinya, pada tanggal 3 Juni 2012, acara serupa bakal dilaksanakan di Royal Plaza Surabaya. Terakhir, dilangsungkan di Mall Panakkukang Makassar pada tanggal 17 Juni 2012.

Menurut Meni, Marketing & Promotion Manager Monde Mahkota Biscuit, Serunya Berkreasi Nissin Wafers adalah salah satu cara yang ditempuh Monde Mahkota Biscuit untuk semakin mendekatkan diri dengan konsumennya. Tentu saja, dengan harapan, penjualan wafer Nissin pun ikut terdongkrak naik.

Sebuah niat yang agaknya tidak berlebihan. Pasalnya, peserta lomba kreasi wafer itu -baik ibu dan anak, atau ayah dan anak, bahkan perempuan muda dengan keponakannya- wajib menyertakan satu kemasan kosong Nissin Wafers ukuran 135 gram atau 120 gram (semua varian) jika mengirimkan resep kreasi makanan (menggunakan bahan dasar Nissin Wafers) ke panitia lomba.

Sebelum ajang lomba itu digelar, Monde Mahkota Biscuit sebenarnya telah merilis program Seger Like A Star yang mewajibkan para peserta untuk meng-upload foto melalui aplikasi Facebook Page Nissin Wafers dengan menampilkan Nissin Wafers Yoghurt. Di samping itu, ada juga Gombalan Seger Nissin Wafers Yoghurt yang terbuka bagi peserta yang telah menjadi fans di facebook fans page Nissin Wafers atau telah mem-follow twitter @nissinwafers.

Artinya, Monde Mahkota Biscuit tidak main-main. Segala usaha dikerahkan dan semua lini dirambah agar target penjualan yang telah ditetapkan bisa tercapai. Syukur-syukur dapat terlampaui.

Apa yang dilakukan Monde Mahkota Biscuit itu sesungguhnya tak terlepas dari daya tarik bisnis wafer yang semakin lama semakin menggiurkan saja. Menurut satu versi, nilai bisnis wafer diperkirakan telah mencapai angka Rp 3 triliun pada tahun 2009. Angka tersebut diklaim setara dengan 25 persen dari total pasar biskuit di Indonesia.

Belakangan, seiring dengan peningkatan daya beli konsumen, angka itu pun ditaksir telah merangkak naik. Paling tidak jika mengacu kepada data yang pernah dilansir oleh Asosiasi Roti dan Biskuit Indonesia. Menurut lembaga tersebut, konsumsi roti dan biskuit selama tahun 2010 diperkirakan sudah meningkat sebesar 10 sampai 15 persen ketimbang tahun sebelumnya.

Kelak, penjualan bakal  digenjot hingga mencapai Rp 20 triliun. (Foto: Ist)Kelak, penjualan bakal digenjot hingga mencapai Rp 20 triliun. (Foto: Ist)Bila dinominalkan, kenaikannya telah menyentuh angka Rp 55 triliun. Itu adalah angka untuk omset penjualan roti dan biskuit selama tahun 2010.

Nah, sampai saat ini diketahui secara meluas, porsi wafer masih tetap dominan di dalam pasar roti dan biskuit secara keseluruhan. Minimal 25 hingga 30 persen. Dengan demikian, jika menggunakan acuan angka Rp 55 triliun, maka porsi bisnis wafer pada tahun 2010 diproyeksikan tak kurang dari Rp 15 triliun. Tahun 2011, angka tersebut diperkirakan membesar sebanyak 10 persen atau kurang lebih mencapai Rp 16 triliun.

Fantastis bukan? Itu sebabnya produk wafer Tango keluaran Orangtua Group tidak segan-segan memberikan satu unit mobil Nissan March kepada pemenang utama program Tango Waffle Wonderffle yang dilangsungkan dari 1 Juni hingga 31 Desember 2011 lalu. Masih berkaitan dengan program yang sama, Tango juga memberikan 10 motor Honda Scoopy, 80 iPad, plus uang tunai ratusan juta, dan berbagai produk Tango kepada para pemenang.

Di bisnis wafer, Tango bukanlah nama sembarangan. Produk hasil kreasi PT Ultra Prima Abadi (anak usaha Orang Tua Group) ini disegani di pentas bisnis wafer. Buktinya, pada tahun lalu, menurut manajemen Ultra Prima Abadi, pihaknya telah menggenggam 50 persen market share bisnis wafer di Indonesia.

Adapun di tahun ini, Ultra Prima Abadi optimis pencapaian market share mereka akan meningkat menjadi 60 persen. Pasalnya, Ultra Prima Abadi telah mematok peningkatan penjualan wafer sebanyak 30 persen sepanjang tahun ini. Itu kata Charles Klamodarso, Managing Director Ultra Prima Abadi, dalam satu kesempatan ke media.

Namun sayangnya, manajemen Orang Tua Group tergolong pelit memberi tahu isi "perut"-nya. Di berbagai kesempatan, Yuna Eka Kristina, Public Relation Manager Orang Tua Group, hanya sebatas memberikan penjelasan bahwa perusahaan tempatnya bekerja itu sudah sedari awal menetapkan target penjualan wafer harus bertumbuh minimal 15 sampai 20 persen saban tahun.

Minimnya aliran informasi itu tentu saja dapat dimaklumi. Ultra Prima Abadi bukanlah perusahaan terbuka. Jadi, tidak ada keharusan bagi mereka untuk bercerita panjang lebar tentang hasil perolehan dari bisnis wafer.

Yang terang, demikian kata Yuna, Ultra Prima Abadi memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap total penjualan Orang Tua Group, yaitu mencapai 50 persen. Dan, kondisi ini bukanlah hal baru. Maksudnya, sudah sedari dulu, Ultra Prima Abadi adalah "tulang punggung" bagi kinerja bisnis Orang Tua Group.

Penjualan wafer  harus bertumbuh minimal 15 sampai 20 persen setiap tahun. (Foto: Ist)Penjualan wafer harus bertumbuh minimal 15 sampai 20 persen setiap tahun. (Foto: Ist)Seperti yang sudah dipaparkan di atas, untuk tahun 2012 ini, Ultra Prima Abadi berambisi meningkatkan pangsa pasarnya menjadi 60 persen. Nah, kalau mengacu ke market size wafer pada tahun 2011 yang tercatat sebanyak Rp 16 triliun, maka pada tahun lalu, Ultra Prima Abadi minimal telah meraup fulus sebanyak Rp 8 triliun. Khusus di tahun ini, duit yang akan diperoleh dengan sendirinya diperkirakan bakal meningkat mendekati Rp 9 triliun.

Optimisme serupa juga diperlihatkan oleh PT Garudafood Putra Putri Jaya yang meluncurkan Gery Wafer. Tahun lalu, Sudhamek AW Sunjoto, Presiden Direktur Garudafood Putra Putri Jaya, optimis pihaknya bakal berhasil menorehkan hasil penjualan secara keseluruhan menjadi Rp 10 triliun - wafer hanya salah satu item produk di dalamnya. Kelak, pada tahun 2015, total penjualan Garudafood Putra Putri Jaya bakal digenjot menjadi Rp 20 triliun.

Tapi, lagi-lagi sangat disayangkan, dari besaran nominal itu, andil Gery Wafer tidak dapat diketahui secara persis. Maklumlah, setali tiga uang dengan Ultra Prima Abadi, Garudafood Putra Putri Jaya pun, bukanlah perusahaan terbuka. Yang terang, jika lebaran menjelang, Gery Wafer Cream dan Gery Wafer Stick milik Garudafood Putra Putri Jaya laris manis diborong para konsumen.

Selain Orang Tua Group dan Garudafood, arena persaingan di pentas bisnis wafer juga diramaikan oleh PT Mayora Indah Tbk. yang mengusung wafer bermerek Beng-Beng, Astor, dan Roma. Ada juga PT Arnott's Indonesia, PT Khong Guan Biscuit Factory, PT Siantar Top Tbk., PT Nabisco Food, PT Interbis Sejahtera Food Industry, dan PT Kaldu Sari Nabati Indonesia.

Mereka bersaing memperebutkan kue bisnis wafer yang terbukti sangat menggiurkan. Apalagi wafer punya prospek yang sangat menjanjikan, baik saat ini maupun di masa mendatang, mengingat besarnya jumlah penduduk Indonesia serta perilaku konsumen Indonesia yang cenderung senang dengan makanan camilan seperti halnya wafer. (BB/Luki)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Ranah bisnis biskuit tampaknya bakal semakin semarak deng
(Berita-Bisnis) - Guna semakin mendekatkan dirinya dengan konsumennya, PT M
(Berita-Bisnis) - Tentakel usaha Orang Tua Group di pentas bisnis Indonesia