Berita Bisnis

HEINZ ABC KUASAI BISNIS KECAP

Aktif menjajakan beberapa merek kecap lokal yang berada dalam naungannya. (Foto: Ist)Aktif menjajakan beberapa merek kecap lokal yang berada dalam naungannya. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Dengan tujuan memperkaya wawasan dunia kuliner stakeholder-nya, PT Heinz ABC Indonesia menggelar foodservice gathering di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, akhir Juni lalu.

Dalam acara itu hadir juga dua koki master internasional, yakni Chef Antoine Marcel Camille Audran dan Chef Arnold Poernom. Yang disebut terakhir adalah chef dari Indonesia yang menampilkan kreasi kuliner dengan memakai Terasi Udang ABC. Adapun Antoine Marcel Camille Audran yang berasal Perancis mendemonstrasikan kreasi menu dengan menggunakan kecap manis ABC Black Gold dan Sirup ABC Special Grades.

Antoine Marcel Camille Audran tentu saja tidak sembarang memilih kecap manis ABC Black Gold. Langsung maupun tidak langsung, chef asal Perancis itu barangkali ingin menegaskan kembali beragam manfaat dari kecap premium yang diluncurkan oleh Heinz ABC Indonesia itu, dua tahun silam - tepatnya, pada medio November 2010.

Buktinya, Antoine Marcel Camille Audran melakukan demo masak di depan lebih dari 100 ahli kuliner, seperti koki eksekutif, pemilik restoran, dan jasa boga. Dia tidak unjuk kebolehan di depan tamu atau pengunjung restoran.

Jadi, seperti apa yang dikatakan oleh Nilesh Patel, Presiden Direktur Heinz ABC, foodservice gathering itu adalah sarana bagi pihaknya untuk memelihara kemitraan yang kuat dengan para koki, pemilik restoran maupun pemilik jasa boga yang merupakan aktor-aktor utama segmen pasar hotel, restoran. katering (horeka).

Hal mana ditegaskan juga oleh Wishnu Pramuji. Kata Sales Director Heinz ABC Indonesia ini, event dengan muatan edukasi itu diproyeksikan bisa menjadi pendorong bagi peningkatan penjualan berbagai produk yang dijajakan Heinz ABC Indonesia, termasuk kecap manis ABC Black Gold.

Sebelumnya, pada minggu pertama medio Desember tahun 2011, kecap manis ABC Black Gold juga telah dipromosikan lewat kompetisi lomba memasak bertema Masakan Andalanku di gerai Carrefour, MT Haryono, Jakarta Selatan. Cuma, berbeda dengan foodservice gathering di Hotel Dharmawangsa, kompetisi itu diarahkan untuk menggarap pasar konsumen.

Bersama ABC, paling  menonjol di bisnis kecap. (Foto: Ist)Bersama ABC, paling menonjol di bisnis kecap. (Foto: Ist)Heinz ABC Indonesia memang sudah sepantasnya giat menggelar acara-acara serupa dengan audiens yang berbeda. Soalnya, tahun 2005 saja, market size kecap diperkirakan telah mendekati angka Rp 3 triliun. Dengan asumsi rata-rata pertumbuhan berkisar antara 10 hingga 15 persen per tahun, maka lima tahun kemudian, nilai bisnisnya (segmen horeka maupun konsumen) diperkirakan minimal sudah bertengger di angka Rp 4,5 triliun.

Taksiran itu memang cukup beralasan. Salah satu penyebabnya adalah wisata kuliner yang sedang naik daun lima tahun belakangan ini. Di sisi lain, gaya hidup masyarakat perkotaan yang cenderung untuk bersantap di luar rumah pun, ikut mendorong tingginya permintaan terhadap produk kecap.

Alhasil, market size produk kecap pada tahun ini ditengarai telah berada di kisaran Rp 5 triliun. Karena itu pula, di industri bumbu makanan, posisi produk kecap cukup diperhitungkan.

Sebelum melangkah lebih jauh, perlu dipahami bahwa mengonsumsi kecap adalah persoalan selera masing-masing orang. Sulit untuk menyamaratakannya. Itu sebabnya, bila diletakkan dalam sudut pandang sosiografis, ada merek kecap tertentu yang dominan atau setidaknya lebih banyak dikonsumsi di wilayah tertentu pula.

Ambil contoh, kecap Sukasari yang populer di Semarang. Atau kecap Zebra yang banyak dicari di Bogor maupun kecap Kunci yang begitu diminati di Karawang. Contoh lain, kecap Benteng (Tangerang), kecap Kenarie (Surabaya), kecap Maja Menjangan (Majalengka), dan kecap Jamburi di Blitar.

Dan, jangan kaget, banyak juga konsumen di Jakarta yang masih setia menggunakan kecap Korma, sampai saat ini. Intinya, di Nusantara ini, puluhan bahkan ratusan merek kecap hadir menemani pelanggannya masing-masing dengan setia.

Namun, bila sudut pandang itu kemudian bergeser ke pembahasan market share atau dominasi di pentas bisnis produk kecap, topik pembicaraan pun sudah pasti mengerucut ke beberapa merek. Kalau bukan kecap ABC produksi Heinz ABC Indonesia, ya kecap Bango besutan PT Unilever Indonesia Tbk. Plus satu lagi: kecap Sedaap keluaran PT Wings Food (anak usaha Wings Group).

Dari segi usia, kecap Sedaap buatan Wings Food itu terhitung paling gres. Kecap manis ini dirilis pertama kali pada tahun 2008. Dan, di awal kehadirannya di pentas bisnis kecap, Wings Food langsung memberikan pernyataan yang lumayan menggugah: kecap Sedaap adalah kecap manis yang pertama dengan proses penyaringan tiga kali di Indonesia. Lebih dari itu, guna membetot perhatian konsumen, Wings Food pun memasang tagline Lebih Hitam, Gurih, Kental.

Artinya, sejak langkah pertama dijejakkan, kecap Sedaap sudah mengumandangkan berbagai kelebihan yang dimilikinya sekaligus menonjolkan sisi product benefit-nya agar bisa lakuĀ  di pasar. Betulkah begitu?

Mohon sabar sebentar. Pemilihan merek Sedaap tentunya dilandasi berbagai pertimbangan. Yang paling utama adalah merek itu memang sudah menancap kuat di benak konsumen lewat kehadiran mie Sedaap. Produk mie instan yang dijajakan oleh Wings Group ini jelas-jelas punya prestasi yang luar biasa di ranah bisnis mie instan di Indonesia.

Gencar menyasar segmen horeka dan konsumen. (Foto: Ist)Gencar menyasar segmen horeka dan konsumen. (Foto: Ist)Dengan demikian, jika merek Sedaap ditempel di produk kecap yang datang kemudian, besar kemungkinan tim Wings Food tidak perlu usaha ekstra lagi untuk menggenjot awareness dan image-nya. Bahkan, tak perlu repot membangun jaringan distribusi baru agar sampai ke tangan konsumen. Semua faktor yang menjadi fondasi kesuksesan sebuah produk telah hadir secara lengkap dan dapat diandalkan.

Namun, fakta di lapangan, masih berbicara lain hingga saat ini. Kecap Sedaap keluaran Wings Food tampaknya perlu usaha yang lebih keras lagi agar bisa unjuk gigi di pentas bisnis kecap di Indonesia.

Pasalnya, dari berbagai data yang dikumpulkan oleh Berita-Bisnis, kecap ABC dan kecap Bango-lah yang kelihatan paling menonjol. Keduanya diperkirakan menguasai 75 persen market share bisnis kecap hingga saat ini. Sisanya diperebutkan oleh banyak merek.

Nah, dari jumlah pangsa pasar sebanyak 75 persen tadi, bendera Heinz ABC Indonesia agaknya yang berkibar lebih kencang. Maklumlah, selain menjual kecap dengan merek ABC, Heinz ABC Indonesia juga menjajakan beberapa merek kecap lokal yang berada dalam naungannya, seperti kecap Cap orang Jual Sate yang banyak beredar di Semarang, kecap Soto (Kalimantan), dan kecap merek Hoki yang dijual di wilayah Sumatera.

Berdasarkan versi satu pendapat, dominasi Heinz ABC Indonesia di bisnis kecap ditaksir sudah lebih dari separuh terhadap total 75 persen penguasaan pangsa pasar di atas.

Adapun kecap Bango yang beberapa waktu lalu berhasil meraih Top Brand Award 2012 di segmen kecap manis kategori makanan dan minuman, berada dalam kondisi yang siap menggeser posisi kecap ABC sebagai pemuncak di bisnis kecap. (BB/dbs/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Mengusung isu kebersihan toilet sekolah, PT Unilever Indo
(Berita-Bisnis) - Setelah melalui riset selama dua tahun, PT Unilever Indon
(Berita-Bisnis) - Selama medio Februari lalu, jaringan ritel Lotte Mart ber