Berita Bisnis

BISNIS RUMAH SAKIT MEMANG SANGAT MENGGIURKAN (2)

Tahun 2010, tercatat 3,5 juta pasien rumah sakit swasta. (Foto: Ist)Tahun 2010, tercatat 3,5 juta pasien rumah sakit swasta. (Foto: Ist)(BeritaBisnis) - Sejatinya, masih ada pengusaha-pengusaha lain yang juga berkecimpung di bisnis rumah sakit. Mereka ini pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Beberapa diantaranya bahkan sudah masuk ke bisnis ini cukup lama.

 

Awal Bros Group misalnya. Jaringan rumah sakit yang dibentuk oleh Haji Awaloeddin ini bermula di kota Pekanbaru, Riau, saat Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru pertama kali beroperasi pada Agustus 1998. Lima tahun kemudian, rumah sakit yang kedua dibuka di Batam.

Kendati tidak sama dan sejenis, toh cerita pendahuluan yang mendorong pembukaan Rumah Sakit Awal Bros Batam ini, nyaris menyerupai analisa atau kajian bisnis yang dilakukan kemudian oleh para konglomerat saat pertama kali menginjakkan kakinya di bisnis rumah sakit.

Kala itu, Haji Awaloeddin "iba" melihat masyarakat Batam yang kerap harus menunda jadwal keberangkatannya ke rumah sakit di Singapura gara-gara jam pelayanan feri jalur Batam-Singapura sudah lewat.

Maklum, jadwal feri itu hanya terbatas hingga jam 9 malam. Sedangkan datangnya penyakit sulit diduga. Sementara rumah sakit yang sudah beroperasi di Batam waktu itu belum memiliki fasilitas yang memadai. Alhasil, berbekal dana yang diperoleh dari hasil bisnis penyewaan angkutan ke Pertamina dan Chevron di Pekanbaru, dan dukungan restu dari Ismeth Abdullah (Ketua Otorita Batam saat itu), Haji Awaloeddin pun membangun Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Disadari atau tidak, itulah benang merah yang sama dari awal kiprah Haji Awaloeddin dengan pebisnis bermodal besar yang merambah bisnis rumah sakit saat ini. Membantu sekaligus memperoleh keuntungan yang tidak sedikit.

Tiga tahun berselang, persisnya pada tahun 2006, kepak sayap bisnis Awal Bros berkembang hingga ke Tangerang ditandai dengan pendirian Rumah Sakit Global Medika yang belakangan berubah nama menjadi Rumah Sakit Awal Bros Tangerang.

Di rumah sakit yang berlokasi di wilayah strategis Tangerang ini, Rumah Sakit Awal Bros Tangerang menghadirkan beberapa medical exellence, seperti Heart Center, Neuroscience Center, Mammografi, Hemodialisa, dan Foot Clinic.

Tidak menunggu lama, pada tRS Awal Bros Batam gaet pasien yang keluar negeri. (Foto: Ist)RS Awal Bros Batam gaet pasien yang keluar negeri. (Foto: Ist)ahun 2008, Global Awal Bros Hospital, Bekasi, mulai dibuka. Setelah itu, setahun berikutnya, dengan menggandeng pengusaha Erwin Aksa dari Grup Bosowa, jaringan Rumah Sakit Awal Bros Hospital Group menghadirkan Global Awal Bros Hospital di Makassar.

Di Jl. Rawamangun, Jakarta Pusat, Awal Bros Hospital Group juga menghadirkan Rumah Sakit Ibu dan Anak Evasari. Plus melengkapi dirinya dengan berbagai ragam jasa layanan kesehatan, seperti Harmonia (klinik spesialis kulit), Westerindo (laboratorium), Cikarang Medical Center, dan 24 Medicare (in-house clinic).

Jauh sebelumnya, pada tahun 1987, jaringan rumah sakit Mitra Keluarga Group telah hadir di pentas industri kesehatan Indonesia. Dan, sampai saat ini, Mitra Keluarga Group sudah mengoperasikan 10 rumah sakit yang berlokasi di Bekasi, Kemayoran, Surabaya, Kelapa Gading, Bekasi Timur, Depok, Tegal, Waru, Cikarang dan Cibubur.

Dibanding yang lain, Mitra Keluarga Cibubur punya keunikan tersendiri. Di rumah sakit ini tersedia fasilitas layanan water birth, metode alternatif persalinan pervaginam yang memungkinkan ibu hamil cukup bulan tanpa komplikasi, bersalin dengan jalan berendam dalam air hangat.

Sedangkan fasilitas lain yang menjadi andalan jaringan Mitra Keluarga Group adalah penanganan tindakan kelainan syaraf pada pasien melalui tehnik bedah mikro (micro surgery). Selain itu, Mitra Keluarga Group juga memiliki Akademi Perawat Mitra Keluarga yang menghasilkan sumber daya manusia yang siap pakai untuk mendukung roda bisnis Mitra Keluarga Group. Direncanakan, akademi tersebut bakal menghasilkan lulusan sarjana untuk program radiologi.

Fasilitas yang berbeda juga menjadi andalan bagi Omni Hospital Alam Sutera. Di rumah sakit yang beroperasi mulai dari Agustus 2007 ini, tersedia Kawasaki Center yang merupakan satu-satunya fasilitas untuk penyakit Kawasaki di kawasan Asia Tenggara.

Di samping itu, Omni Hospital Alam Sutera juga dilengkapi dengan Neurosiences Center, Cardiac Center, Orthopaedic Center, Urologi Center, Eye Center, dan Skin and Beauty Center.

Omni Hospital Pulomas, Jakarta Timur, sendiri yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Omni Hospital Alam Sutera telah dibuka sejak September 1972. Keduanya berada dalam kendali manajemen OMNI Healthcare Group yang dimiliki oleh konglomerat Kaharuddin Ongko.

Pemain bisnis rumah sakit lain yang juga disegani adalah Pondok Indah Group yang membangun dua rumah sakit, masing-masing di kawasan Puri Indah dan Pondok Indah.

Melalui anak usahanya PT Binara Guna Mediktama, Pondok Indah Group mendirikan Rumah Sakit Pondok Indah pada tahun 1986 dan menjadi rumah sakit swasta modern pertama yang beroperasi. Bahkan, lebih dari itu, di rumah sakit ini tersedia jasa layanan Patient Advocate yang berupaya memfasilitasi permasalahan komunikasi dokter-pasien dan rumah sakit.

Lantas, pada Mei 2008, Rumah Sakit Puri Indah yang berlokasi di wilayah Kembangan, Jakarta Barat secara resmi dibuka untuk umum. Rumah Sakit Puri Indah dibangun dengan menggunakan jasa rancangan arsitek ternama dari Australia, yaitu Peter Thomas yang telah berpengalaman di bidang arsitektur rumah sakit.

 

Dan, oleh Pondok Indah Group, rumah sakit yang memiliki lebih dari 100 dokter ini disebut sebagai rumah sakit Indonesia pertama yang menerapkan E-Medical Record dan Paperless Hospital.

Tidak seperti yang lain, jaringan rumah sakit Hermina sedari mula justru mengkhususkan dirinya dalam bidang pelayanan spesialistik kebidanan penyakit kandungan dan kesehatan anak. Namun belakangan, konsep itu berubah dengan hadirnya rumah sakit umum yang berada dalam naungan Hermina Hospital Group.

Rumah sakit-rumah sakit umum itu misalnya berada di Depok, Daan Mogot, Pandanaran, dan  Tangkubanprahu. Rumah sakit umum Hermina juga bisa ditemukan di Sukabumi, Tangerang, Grand Wisata, Arcamanik, Galaxy, dan Palembang.

RS Hermina mulai beroperasi pada tahun 1967. (Foto: Ist)RS Hermina mulai beroperasi pada tahun 1967. (Foto: Ist)Sedangkan rumah sakit ibu dan anak jaringan Hermina Hospital Group berlokasi di Jatinegara, Podomoro, Bekasi, Bogor, Pasteur, dan Ciputat.

Hermina Hospital Group berawal dari RSIA Hermina Jatinegara di Jl. Raya Jatinegara Barat, Jakarta Timur yang berdiri pada tahun 1967. Saat pertama kali memulai usahanya, rumah sakit itu menggunakan nama Rumah Bersalin Djatinegara dan hanya memiliki 7 tempat tidur.

Setelah menyebar kemana-mana, jaringan Hermina Hospital Group terakhir mengoperasikan Rumah Sakit Hermina Palembang pada tahun 2011.

Bandung mengenal Santosa Hospital yang dimiliki raksasa farmasi Sanbe Farma. Rumah sakit dengan kapasitas 400 tempat tidur ini mulai diperkenalkan ke publik pada November 2006. Bangunan 9 lantai Santosa Hospital berdiri di atas lahan seluas 1,3 hektar dengan total luas bangunan mencapai 36 ribu meter persegi.

Santosa Hospital mempunyai 60 dokter full time dan didukung lebih dari 200 dokter.

Santosa Hospital juga membuka dirinya untuk bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran serta Victoria Hearth Centre - Epworth Hospital Melbourne, Australia.

Selain itu, Santosa Hospital bergandengan tangan dengan SingHealth (Singapore General Hospital, National Neuroscience Institute, National Heart Centre of Singapore, National Cancer Centre, KK Women & Children Hospital Singapore, National Eye Centre) serta National Healthcare Group Singapore (National University Hospital, Tan Tock Seng Hospital).

Kerjasama juga dilakukan dengan Parkway Healthcare Group (Mt. Elizabeth Hospital, Gleneagles Hospital dan East Shore Hospital).

Santosa Hospital yang menyediakan layanan unggulan Neuroscience Center, Cardiac Center, dan Skin Healt and Beauty Centre itu, telah mendapatkan sertifikat "Penuh Tingkat Lengkap" dari Departemen Kesehatan RI dan sudah terakreditasi secara internasional oleh JCI (Joint Commission International) yang berkantor di Amerika Serikat.

Para pebisnis inilah -salah satunya- yang mendorong perkembangan rumah sakit di Indonesia bertumbuh secara masif. Jika pada tahun 2008, tercatat sudah berdiri 1320 rumah sakit di seluruh Indonesia, maka pada akhir tahun 2010, jumlah rumah sakit yang beroperasi telah mencapai 1.523 rumah sakit.

Dari jumlah itu, sebagian besar adalah rumah sakit swasta dan setengahnya berada di Pulau Jawa.

Sebuah perkiraan menyebutkan jumlah rumah sakit bertumbuh sebesar 1,2 persen setiap tahunnya. Karena itu, tak heran bila kemudian pada medio Oktober 2011, jumlah rumah sakit sudah menyentuh angka 1.716 unit. Kembali, jumlah rumah sakit swasta mendominasi lebih dari separuh dari total angka tersebut.

Adapun pasien rumah sakit swasta pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 3,5 juta pasien. Tentu saja, angka ini tidak mencakup pasien yang terbang berobat ke rumah sakit-rumah sakit di luar negeri. Bila digabung, sudah pasti akan jauh lebih besar lagi.

Lagi sebuah perkiraan menyebutkan, bahwa dengan produk domestik bruto Indonesia yang saat ini telah mencapai sekitar 800 miliar dollar AS, masyarakat Indonesia membelanjakan sekitar 2 persennya untuk pengeluaran kesehatan. Jumlah yang fantastis dan menggiurkan yang memang layak untuk diperebutkan. 



Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Jamak terjadi dan seolah diamini, jadwal peluncuran sebua
(Berita-Bisnis) - Hampir dapat dipastikan, persaingan di pentas bisnis prod
(Berita-Bisnis) - Dasar pemikirannya jelas yaitu asupan beragam nutrisi yan