Berita Bisnis

SUTRA DAN ARTIKA DOMINASI BISNIS KONDOM

Menggedor kesadaran kaum laki-laki. (Foto: Ist)Menggedor kesadaran kaum laki-laki. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Besar kemungkinan, artis seksi Julia Perez tidak salah ketika berakting dalam iklan kondom yang ditayangkan di televisi. Julia bisa jadi hanya ikut arahan sang sutradara agar pesan yang ingin disampaikan bisa ter-deliver dengan baik, dan kemudian pemakaian kondom pun semakin meningkat.

Hal mana juga diamini oleh Todd Callahan. Menurut Country Director DKT Indonesia itu, pihaknya dengan sengaja memasang Julia sebagai model iklan dengan harapan kaum laki-laki tertarik untuk membeli kondom dan menggunakannya saat berhubungan intim dengan pasangannya.

Tapi, apa daya, meski rambut sama hitam, belum tentu isi kepala bisa akur. Dan, itulah yang terjadi. Dua tahun lalu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan KB Tangerang Selatan melayangkan protes keras. Katanya, iklan itu vulgar dan tidak mendidik, walau sudah ditayangkan larut malam.

Hasilnya kemudian -kendati tidak berhubungan langsung- Julia masih aktif nongol di televisi dengan pesan yang kurang lebih sama. Julia sesungguhnya ingin menggedor kesadaran kaum laki-laki di Indonesia agar lebih aktif menggunakan kondom.

Bukan apa-apa. Sampai saat ini, jumlah kondom yang didistribusikan secara nasional baru sebanyak 120 juta potong per tahun. Sementara di saat yang sama, jumlah penduduk meningkat terus. Ada kesenjangan yang cukup dalam.

Bahkan situs kondomku.com pun agaknya tidak mampu berbuat banyak. Padahal, toko kondom online yang telah beroperasi sejak tahun 2004 itu, dengan terang benderang menyediakan beragam merek kondom, mulai dari Artika, Durex, Espire, Pro-Safe, Romantic, Sagami, Simplex, Sutra, Virgin, YoungYoung, hingga merek lain yang kebanyakan tidak diketahui konsumen.

Kata Todd Callahan, untuk negara seperti Indonesia, jumlah peredaran kondom yang ideal adalah 250 juta potong per tahun. Artinya, pasar kondom di Indonesia sejatinya masih cukup besar.

Pertanyaannya, siapa saja yang berkecimpung di bisnis ini?

Telah dipasarkan sebanyak  960 juta potong. (Foto: Ist)Telah dipasarkan sebanyak 960 juta potong. (Foto: Ist)Tentu saja, bila bicara bisnis kondom di Indonesia, nama Yayasan DKT Indonesia tak boleh dilupakan. Organisasi pemasaran sosial ini telah berkiprah di Indonesia sejak tahun 1996. DKT Indonesia bertujuan meningkatkan penggunaan kondom dan alat kontrasepsi lainnya guna mencegah HIV/AIDS serta kehamilan yang tidak diinginkan.

Sampai sekarang, dengan menggunakan brand Sutra, Fiesta, dan Andalan, DKT Indonesia sudah memasarkan 960 juta potong kondom. Masing-masing produk tersebut dilepas dengan harga cukup murah, antara Rp 500 sampai Rp 1.000 per potong.

Dalam catatan DKT Indonesia, dari total peredaran 120 juta potong kondom per tahun, sebanyak 70 persen mampir di kawasan Jabodetabek. Selebihnya, terdistribusi ke berbagai daerah.

Pebisnis lain adalah PT Mitra Rajawali Banjaran yang berlokasi di Bandung. Perusahaan ini merupakan bagian dari kelompok bisnis PT Rajawali Nusantara Indonesia alias RNI Group yang bermarkas di Jakarta.

Sebelumnya, Rajawali Nusantara Indonesia yang berdiri pada Oktober 1964 adalah perusahaan milik Oei Tiong Ham Concern, konglomerat pertama di Indonesia. Akan tetapi, perusahaan itu belakangan diambil alih oleh pemerintah RI.

Hingga sekarang, RNI Group bergerak di bidang usaha agro industri, farmasi dan alat kesehatan serta sektor perdagangan. Mitra Rajawali Banjaran merupakan anak usaha yang bernaung dalam lini bisnis farmasi dan alat kesehatan.

Dari pabriknya seluas 31 ribu meter persegi yang berada di Kawasan Industri Bandung Selatan, Mitra Rajawali Banjaran memproduksi kondom Artika dengan beragam variasi, mulai dari polos, ulir hingga bergerigi.

Dibanding Sutra dan Fiesta, Mitra Rajawali Banjaran melepas Artika dengan harga jual yang lumayan tinggi. Maklum, banderol harga itu berkaitan erat dengan variasi produk yang diinginkan oleh konsumen.

Contohnya, untuk Artika polos, berada di kisaran harga Rp 2.500 per kondom. Sementara untuk produk yang memiliki tekstur bergerigi, ditawarkan dengan harga Rp 4 ribu hingga Rp 5 ribu per potong.

Kapasitas produksi pabrik kondom Artika sendiri mencapai 900 ribu gros kondom dalam setahun. Dari jumlah produksi tersebut, hanya 30 persen yang digunakan untuk menyukseskan program Keluarga Berencana. Sisanya, dijual ke pasar domestik maupun untuk ekspor.

Diterima dengan baik di  Kenya dan Iran. (Foto: Ist)Diterima dengan baik di Kenya dan Iran. (Foto: Ist)Khusus untuk ekspor, Mitra Rajawali Banjaran memenuhi pesanan lebih dari 8 ribu gros yang datang dari Singapura. Tapi, setelah barang sampai di negeri Singa, langkah kondom kreasi Mitra Rajawali Banjaran belum berhenti. Ia masih berlanjut hingga ke Vietnam. Di samping itu, Artika pun telah diterima dengan baik di pasar Papua Nugini, Kenya, Srilangka, Malaysia, dan Iran.

Dan, jangan kaget. Kondom Pro-Safe dan Vitalis yang masuk ke Indoensia melalui jalur impor sesungguhnya masih tak lepas dari sentuhan Mitra Rajawali Banjaran. Dalam hal ini, anak usaha RNI Group itu bertugas di jalur produksi, sementara mitra di Singapura berperan sebagai pemegang merek.

Didukung 42 cabang, Mitra Rajawali Banjaran mendistribusikan Artika ke seluruh pelosok Nusantara dengan pasar terbanyak di Bali. Setelah itu, baru menyusul Jakarta, Bandung, dan Makassar.

Menurut satu pendapat, konsumsi kondom secara nasional tetap meningkat setiap tahunnya. Angka pertumbuhannya mencapai 15 persen. Kendati begitu, toh angka itu dianggap masih konservatif mengingat potensi pasarnya yang masih sangat besar sementara yang dominan hanyalah Sutra dan Fiesta serta Artika.

Belum lagi bila bicara tentang gempuran brand impor plus merujuk kepada keinginan Malaysia yang telah mencanangkan tekadnya menjadi produsen kondom terbesar di dunia. Fakta berbicara, bersama Thailand, China, India, dan Jepang, Malaysia telah membanjiri pasar kondom global. (BB/dbs/Christov)










Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Menyusul kehadirannya di Malaysia, Saudi Arabia, Nigeria,
(Berita-Bisnis) - Menyusul kesuksesan ekspor tembakau cerutu sebanyak kuran
(Berita-Bisnis) - Mulai hari ini sampai 1 April 2012, maskapai penerbangan