Berita Bisnis

RODA BLUE BIRD BERPUTAR KENCANG DI BISNIS TAKSI

Berencana melantai di bursa untuk membiayai ekspansi. (Foto: Ist)Berencana melantai di bursa untuk membiayai ekspansi. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Kalau saja ada riset yang meneliti armada taksi mana yang belakangan ini menerima banyak penghargaan, bisa dipastikan 99 persen jawabannya adalah Blue Bird Group.

Buktinya, medio Desember 2011, Bali Taxi -layanan transportasi umum yang dikelola oleh Blue Bird Group- berhasil menggondol penghargaan The Best Layanan Publik Jasa Angkutan Umum dan Pariwisata 2011 dalam ajang Bali International Customer Satisfaction Awards (Bali ICSA) 2011.

Di bulan yang sama, Blue Bird Group dianugerahi penghargaan ReBi 2011 sebagai perusahaan taksi yang pertama mengimplementasikan sistem reservasi secara online dan real time melalui aplikasi blackberry.

Di sekitar awal Februari ini, Blue Bird Group kembali memperoleh Superbrands 2012 dalam kategori perusahaan jasa penyedia taksi. Dan, hebatnya lagi, Blue Bird Group pun dinobatkan sebagai The Most Inspiring Brand 2012 - sebuah penghargaan spesial setelah mengungguli 58 brand lainnya yang terlibat di dalam ajang tersebut.

Jelas, bak dua sisi mata uang, selain mendatangkan kebahagiaan atas hasil kerja keras yang telah dilakukan, deretan penghargaan itu punya konsekuensi tersendiri terhadap langkah Blue Bird Group di kemudian hari.

Itu sebabnya, saat menerima Superbrands 2012 dan The Most Inspiring Brand 2012 di Hotel Gran Melia Jakarta, Noni Purnomo selaku Vice President of Business Development Blue Bird Group, menyebutkan bahwa penghargaan-penghargaan tersebut bisa menjadi pemacu semangat kelompok usaha mereka agar terus memberikan pelayanan yang terbaik.

Salah satunya adalah rencana penambahan 4 ribu unit baru armada taksi yang akan direalisasikan pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 3 ribu unit bakal dioperasikan di wilayah Jabodetabek. Sedangkan sisanya untuk kebutuhan luar kota.

Mengandalkan 6760  unit armada taksi. (Foto: Ist)Mengandalkan 6760 unit armada taksi. (Foto: Ist)Bila rencana senilai Rp 640 miliar itu terwujud, maka Blue Bird Group diperkirakan kelak memiliki kurang lebih 21 ribu unit armada yang tersebar di berbagai daerah.

Sekedar informasi, hingga akhir Desember silam, armada Blue Bird Group tercatat sudah mencapai 17 ribu unit yang terdiri dari taksi regular (Blue Bird), executive taxi (Silver Bird), limousine & car rental (Golden Bird), charter buses (Big Bird), dan container trucks (Iron Bird).

Masih di periode yang sama (akhir Desember 2011), Blue Bird Group telah melayani kurang lebih 8,5 juta penumpang di seluruh Indonesia setiap bulannya.

Memang, di arena bisnis yang satu ini, nama Blue Bird Group terasa begitu dominan. Untuk itu, tidak perlu jauh-jauh untuk mencari konfirmasi. Mari lihat data yang pernah ditulis oleh Kontan. Ketika armada Blue Bird Group sudah menyentuh angka 17 ribu unit, maka pesaing terdekatnya -armada Express Taxi- hanya mempunyai 6760 unit armada taksi.

Kalau penambahan armada baru Express sebanyak 200 unit yang direncanakan tahun ini bisa terlaksana -oleh PT Express Transindo Utama, pengelola Express Taxi- sudah pasti jumlah itu pun belum bisa mendekati jumlah total armada yang dimiliki Blue Bird Group.

Pebisnis lain? Sami mawon. Jumlah armada PT Putra Taksi Group hanya 3200 unit. Ditambah dengan rencana 200 unit baru, angkanya masih di bawah 4 ribu unit.

Oh ya, ada PT Gamya Taksi Group yang berkeinginan menambah 600 unit baru pada tahun ini. Tapi, tunggu dulu. Bila rencana tersebut ditambah dengan armada yang eksis sekarang ini, angkanya juga belum seberapa. PT Gamya Taksi Group baru mengoperasikan seribu unit hingga akhir Desember lalu. Jadi, jumlah total armadanya kurang lebih 1600 unit.

Kondisi serupa berlaku kepada PT Cipaganti Citra Graha dan PT White Horse Tbk. yang masing-masing baru mengoperasikan 800 unit dan 200 unit armada. Pendek cerita, kelima pebisnis ini tampaknya masih butuh waktu yang lama untuk mengejar ketertinggalan jumlah armadanya.

Pertanyaannya, berapa besar sesunguhnya nilai arena bisnis ini?

Sebelum melangkah lebih jauh, perlu dipahami, bahwa sumber pendapatan masing-masing pebisnis ini sejatinya tidak hanya bersumber dari armada taksi belaka - meski kontribusinya tetap tergolong besar. Satu-dua dari mereka memandang dirinya sebagai perusahaan yang bergerak di ranah bisnis yang lebih luas, semisal transportasi, bahkan hingga logistik.

Bakal menambah 600 unit  baru pada tahun ini. (Foto: Ist)Bakal menambah 600 unit baru pada tahun ini. (Foto: Ist)Contohnya, Blue Bird Group sendiri. Selain meraup duit dari perputaran roda armada taksinya, jejak bisnis Blue Bird Group pun ada di perhotelan, bus, pom bensin, dan lain-lain. Kendati begitu, toh duit taksi masih merupakan kontributor utama pendapatan Blue Bird Group.

Menurut Noni Purnomo, dari total pendapatan sebesar Rp 1 triliun lebih yang diraih pada tahun 2011, sekitar 70 persennya adalah sumbangan armada taksinya.

Bagaimana dengan Express Taxi? Sayang, tidak banyak data yang terungkap. Yang pasti, dari berbagai sumber diketahui, bahwa setoran harian seorang supir Express Taxi mencapai Rp 350 ribu. PT Express Transindo Utama sendiri sampai saat ini mempekerjakan kurang lebih 6 ribu sopir taksi. Untuk pebisnis taksi yang lain, angka di atas tidak jauh berbeda.

Ke depan, perputaran roda bisnis Blue Bird Group kelihatannya bakal semakin kencang mengingat rencananya yang ingin melantai di bursa saham. Seperti yang telah dinyatakan ke media, Blue Bird Group berkeinginan melepas 20 persen sahamnya untuk membiayai ekspansi perusahaan. (BB/dbs/Christov)










Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Dewi Fortuna tampaknya sedang 'tersenyum lebar' kepada Ta
(Berita-Bisnis) - Penetrasi jasa layanan transportasi Blue Bird Group di ka
(Berita-Bisnis) - Setelah memperkenalkan call center 112 dan layanan pembel