Berita Bisnis

TIGA NAMA BESAR DI BISNIS RITEL MAINAN ANAK

Punya andil yang lumayan terhadap total pendapatan perusahaan. (Foto: Ist)Punya andil yang lumayan terhadap total pendapatan perusahaan. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Pertengahan Desember lalu, dengan mengusung slogan Creating Smiles, Toys Kingdom hadir di Solo Paragon Lifestyle Mall. Di outlet baru itu, PT Toys Games Indonesia -pengelola jaringan gerai ritel modern Toys Kingdom- menghadirkan kurang lebih 5 ribu koleksi mainan untuk anak-anak.

Mulai dari produk lokal hingga impor, manual maupun elektrik, tersedia di gerai anyar itu. Soal merek, jangan tanya lagi. Deretan koleksi mainan dari brand terkemuka dipajang dengan rapi. Sebut misalnya Lego, SIKU, Dooodolls, Playmobil, atau Silverlit.

Yang lebih menarik lagi adalah setiap satu jam sekali, seluruh karyawan yang tidak sedang melayani customer, menyanyikan satu jingle Toys Kingdom dengan gaya tarian yang menghibur.

Kalau Anda masih ragu, silahkan saja berkunjung ke Toys Kingdom Solo Paragon Lifestyle Mall. Dan, sabarlah menunggu aba-aba It’s Time To Dancing. Begitu pengeras suara mengeluarkan tanda itu, bisa dipastikan suasana sontak berubah. Masing-masing karyawan Toys Kingdom langsung mengambil posisi dan mereka pun kompak menari riang.

Hiburan singkat yang digelar karyawan Toys Kingdom itu sudah pasti merupakan strategi Toys Games Indonesia untuk memberikan suasana nyaman kepada pengunjung anak-anak yang merupakan target market-nya.

Di sisi lain, Toys Games Indonesia pun tak lupa berencana untuk menambah toko baru ke dalam jaringannya. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk semakin mendekatkan dirinya ke segmen pasar yang dituju.

Tapi, jangan salah. Rencana ekspansi Toys Games Indonesia tidak bisa dilepaskan dari langkah bisnis yang akan diambil induk usahanya, PT Ace Hardware Indonesia Tbk. pada tahun ini. Coba simak apa kata Imelda Widjojo kepada Indonesia Finance Today, belum lama ini.

Menurut Investor Relation Ace Hardware itu, pihaknya bakal membangun paling tidak 15 gerai baru Ace Hardware sepanjang tahun 2012 dengan total luas space mencapai 31 ribu meter persegi.

Dari jumlah 15 gerai tersebut, sebanyak lima outlet akan dioperasikan di Jakarta dan sekitarnya. Kemudian, lima lagi di luar wilayah Jakarta, namun masih tetap berlokasi di Pulau Jawa. Sedangkan, sisa lima lagi dioperasikan di luar Pulau Jawa.

Nah, rencana ekspansi itu sudah mencakup penambahan gerai baru Toys Kingdom. Sayangnya, jumlah gerai baru Toys Kingdom tidak terungkap cukup jelas. Yang pasti, sampai akhir Desember lalu, Toys Games Indonesia sudah mengelola 10 gerai Toys Kingdom.

Hadir di sepuluh  lokasi sampai saat ini. (Foto: Ist)Hadir di sepuluh lokasi sampai saat ini. (Foto: Ist)Toys Games Indonesia bukan satu-satunya pebisnis yang berkecimpung di bisnis ritel geraimainan anak-anak. Ada nama Kidz Station yang juga berupaya meraup untung dari jualan mainan anak-anak.

Kidz Station yang telah hadir lebih dulu dibanding Toys Kingdom adalah bagian dari PT Mitra Adiperkasa Tbk. yang dikenal luas sebagai peritel modern dengan nama besar. Maklum, brand jualan Mitra Adiperkasa terhitung sangat banyak dan masing-masing memiliki pengaruh yang cukup dominan di kelasnya.

Tak terkecuali Kidz Station yang sengaja dihadirkan untuk segmen anak-anak. Dua tahun lalu, Mitra Adiperkasa baru saja membuka lagi enam gerai Kidz Station dan setahun kemudian, Mitra Adiperkasa sudah mengelola total 45 gerai Kidz Station yang tersebar di berbagai lokasi.

Menurut Fetty Kwartati, Corporate Secretary Mitra Adiperkasa, penjualan Kidz Station selalu melambung di bulan-bulan tertentu, seperti musim liburan sekolah, Hari Raya Idul Fitri maupun pada Natal dan Tahun Baru.

Tak beda jauh dengan Toys Kingdom, Kidz Station pun menyediakan beragam brand terkenal semacam Bandai dari Jepang, Disney dari Amerika Serikat, Barbie, OshKosh B'Gosh, Russ, Wild Planet, Thomas & Friends, Road Rippers, dan Toy State. Semua produk itu dijual mulai dari harga Rp 60 ribu hingga jutaan.

Kelak, jumlah gerai Kidz Station dipastikan bakal bertambah karena beberapa waktu lalu Mitra Adiperkasa sudah menyatakan niatnya untuk hadir di pusat perbelanjaan-pusat perbelanjaan baru yang akan dibuka. Ambil contoh, di mal Exion yang berada di dalam kawasan Kemang Village.

Selain Toys Kingdom dan Kidz Station, di bisnis ritel gerai mainan anak-anak ada pula Toys City yang dikelola oleh PT Hero Intiputra. Bila ditilik dari segi usia, Toys City bisa dibilang merupakan gerai yang tertua. Gerai Toys City sudah beroperasi sejak tahun 1990. Namun, dari segi jumlah agaknya masih tertinggal dibandingkan dengan Kidz Station.

Dari data berita-bisnis.com, Hero Intiputra -juga mengoperasikan Books City- baru mengelola 10 gerai Toys City, sampai saat ini. Gerai-gerai yang menyajikan boys toys, girls toys, soft toys, educational toys, dan segala macam mainan anak-anak tersebut, hadir di Puri Indah, Pondok Indah, Bintaro Plaza, Galaxy Surabaya, dan Plaza Surabaya.

Selain itu, Toys City juga beroperasi di Mal Ciputra Seraya Pekanbaru, Botani Square, Mal Lippo Cikarang, Malang Mall Olympic Garden, Pejaten Village, dan Manado Town Square.

Ketiga pebisnis itulah yang tampak serius menggarap bisnis ritel gerai mainan anak-anak, sampai saat ini. Memang, di luar ketiganya, ada nama-nama lain yang juga berkiprah di arena bisnis ini. Akan tetapi, dari jumlah outlet yang dikelola, nama-nama tersebut agaknya belum bisa mengejar jumlah gerai yang dimiliki Toys Kingdom, Kidz Station maupun Toys City.

Berupaya menangguk  untung dari konsumen. (Foto: Ist)Berupaya menangguk untung dari konsumen. (Foto: Ist)Tentu saja, aroma persaingan di antara ketiganya -langsung maupun tidak langsung- tak bisa terhindarkan. Lewat berbagai strategi pemasaran dan promosi yang digelar, baik Toys Kingdom, Kidz Station ataupun Toys City berupaya keras untuk menangguk untung dari konsumen.

Lantas, siapa yang paling beruntung?

Mari kita lihat. Tahun lalu, Toys Games Indonesia berhasil menyumbang sebesar 3 persen terhadap total pendapatan induk usahanya Ace Hardware Indonesia yang kala itu memperkirakan realisasi total pendapatannya bisa mencapai Rp 2,4 triliun.

Di tahun ini, saat sang induk berupaya mengejar target penjualan sebanyak Rp 3 triliun, Toys Games Indonesia diharapkan bisa memberikan kontribusi hingga 4 persen dari jumlah tersebut.

Bagaimana dengan Kidz Station? Kalau merujuk ke data akhir September 2011 lalu, gerai mainan anak-anak yang dikelola Mitra Adiperkasa itu kelihatannya punya andil yang lumayan. Namun sayangnya, besaran nominalnya tidak terungkap jelas.

Yang pasti, hingga akhir September 2011, total pendapatan yang berhasil diraup Mitra Adiperkasa mencapai Rp 4,21 triliun dengan kontributor utama bersumber dari speciality store yang mencakup peralatan golf, olah raga, fashion, dan kids. Pos pendapatan dari speciality store ini mampu menyumbang sampai 60 persen dari total pendapatan Mitra Adiperkasa. Adapun kinerja Toys City sendiri, tidak terpantau secara jelas. (BB/dbs/Christov)










Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Bercermin dari keberhasilan penjualan e-voucher MOLPoints
(Berita-Bisnis) - Jika tak ada aral melintang, PT Catur Mitra Sejati Sentos
(Berita-Bisnis) - Tak lama lagi, jaringan pemasaran global produk kue merek