Berita Bisnis

INI DIA RAJA-RAJA BISNIS RITEL PONSEL

Dipandang sebagai perusahaan rirel ponsel terbesar di Asia. (Foto: Ist)Dipandang sebagai perusahaan rirel ponsel terbesar di Asia. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Prediksi itu akhirnya menjadi kenyataan. Akhir tahun lalu, jumlah pengguna telepon seluler (ponsel) di Indonesia, sudah melebihi jumlah penduduk Indonesia itu sendiri.

Berdasarkan data Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), jumlah pelanggan ponsel hingga akhir Desember 2011 disebutkan telah melewati angka 250 juta. Sementara itu, di saat yang sama, penduduk Indonesia ditaksir baru mencapai 241 juta jiwa.

Betul, bukan hal aneh jika jumlah pengguna ponsel bisa melebihi jumlah total penduduk. Maklumlah, cukup banyak pelanggan yang memiliki lebih dari satu unit ponsel. Untuk itu, ada beragam alasan, entah karena urusan bisnis ataupun sekedar bergaya.

Yang pasti, data di atas memberikan gambaran bahwa bisnis ritel handset ponsel sungguh sangat menggiurkan. Mari simak apa yang disodorkan oleh E-Touch. Menurut produsen handset dari Hongkong ini, pada tahun 2010, penjualan handset di seluruh Indonesia sudah mencapai 20 juta unit. Setahun sesudahnya, angka tersebut meningkat menjadi 29 juta unit.

Bila 29 juta unit handset itu dikonversikan ke nilai rupiah, maka jumlahnya ekuivalen dengan Rp 23 triliun.

Bagaimana dengan tahun ini?

Berdasarkan perhitungan lembaga riset Frost & Sullivan, penjualan handset tahun ini diperkirakan mencapai 55,6 juta unit atau tumbuh sekitar 25 persen dibanding penjualan tahun 2011. Taruh kata, kurs rupiahnya hampir sama dengan tahun lalu, maka nilai bisnisnya diproyeksikan mendekati kurang lebih Rp 40 triliun.

Karena itulah tidak heran, sejak pertengahan tahun 2010, PT Centrin Online Tbk. mencoba menjajal peruntungannya dengan cara berjualan handset ponsel. Padahal sebelumnya, perusahaan yang melantai di bursa dengan kode CENT ini lebih dikenal sebagai perusahaan penyelenggara layanan internet.

Apa yang dilakukan Centrin Online sepenuhnya benar. Karena terbukti, pada semester pertama tahun 2011, pendapatannya menanjak tajam hingga 1500 persen menjadi lebih dari Rp 487 miliar dibanding perolehannya di periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya Rp 29,93 miliar. Kontributor utama kenaikan pendapatan itu apalagi kalau bukan penjualan handset ponsel.

Tambah mitra  untuk mempermudah pembelian secara kredit. (Foto: Ist)Tambah mitra untuk mempermudah pembelian secara kredit. (Foto: Ist)Pendek cerita, berjualan handset memang bisnis yang luar biasa menguntungkan. Baru-baru ini, PT Global Teleshop, peritel handset dengan bendera bisnis Global Teleshop malah berniat menaikkan pendapatannya dari jualan handset via online.

Global Teleshop berkeinginan agar saluran penjualan online-nya itu bisa memberikan kontribusi sebesar 5 persen terhadap total pendapatan usaha dalam tempo dua tahun ke depan. Untuk itu, Global Teleshop sedang berupaya menyegarkan penampilan situs Globalteleshop.com yang saat ini baru memberikan andil sebanyak satu persen.

Asal tahu saja, hingga kini, Global Teleshop telah mengoperasikan 314 gerai yang tersebar di 24 kota di Indonesia. Global Teleshop menjual beragam produk handset, mulai dari Nokia, BlackBerry, Apple iPhone, Acer, HTC, Sony, LG Mobile, sampai Samsung Mobile.

Dan, guna menyongsong pertumbuhan bisnis handset ponsel tahun ini, di akhir tahun lalu, Global Teleshop sudah mencanangkan rencananya untuk membangun 100 toko, termasuk 10 toko besar atau sekelas superstore pada tahun ini.

Selain itu, kata Evy Soenarjo, Presiden Direktur Global Teleshop, pihaknya juga akan menambah mitra yang bisa menyediakan fasilitas pembelian handset secara kredit. Dengan strategi seperti itu, Global Teleshop optimis mampu meraih pertumbuhan pendapatan sebesar 30 persen di tahun ini.

Pebisnis lain semacam PT Erajaya Swasembada Tbk. tentulah tidak mau ketinggalan. Pada tahun 2012, Erajaya Swasembada berambisi menambah 70 toko baru. Pembukaan gerai baru ini sudah pasti erat kaitannya dengan target peningkatan pendapatan sebesar 25 persen yang ingin dicapai di tahun ini.

Sampai akhir Juni tahun lalu, Erajaya Swasembada telah mengelola 236 gerai dengan label Erafone, 70 pusat distribusi, 30 pusat servis, serta 16 ribu reseller yang mampu menghasilkan fulus sebanyak Rp 3,2 triliun.

Pebisnis lain yang baru saja masuk ke lantai bursa, PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk., setali tiga uang. Peritel dan vendor handset merek TiPhone ini juga telah mengutarakan niatnya untuk membangun 150 gerai baru. Jika niat itu terwujud, maka TiPhone Mobile Indonesia bakal mengelola kurang lebih 350 gerai di tahun ini - melengkapi 200 gerai yang telah dioperasikan sebelumnya pada tahun 2011.

Perihal pendapatan, tentu saja otomatis ikut merangkak naik. Kalau tak ada aral melintang, maka pundi-pundi uang TiPhone Mobile Indonesia diharapkan bisa bertambah menjadi Rp 8 triliun pada tahun ini. Sebelumnya (2011), kantong TiPhone Mobile Indonesia sudah dipenuhi duit sebanyak Rp 6,65 triliun.

Berbicara tentang bisnis peritel handset, sudah pasti tidak akan lengkap tanpa kehadiran PT Trikomsel Oke Tbk. yang mengibarkan bendera OkeShop.

Berambisi menambah 70  gerai baru tahun ini. (Foto: Ist)Berambisi menambah 70 gerai baru tahun ini. (Foto: Ist)Berdiri sejak tahun 1996, tak kurang dari 800 gerai OkeShop telah beroperasi di berbagai kota di seluruh Indonesia. Trikomsel Oke pun didukung kurang lebih 11.892 diler aktif serta 108 pusat distribusi.

Lewat aliansi strategis dengan Global Teleshop, Trikomsel Oke kini mengelola hampir 1.200 gerai. Sampai akhir Juni 2011, pendapatan Trikomsel Oke tercatat sebanyak Rp 3,44 triliun dengan penjualan ponsel sebagai kontributor utama.

Bagi banyak pihak, Trikomsel Oke dipandang sebagai perusahaan rirel ponsel terbesar di Asia yang menggabungkan konsep multi-brand, multi-operator dan lifestyle store menjadi sebuah konsep baru yang disebut One Stop Service.

Lebih dari itu, Trikomsel Oke pun telah menghadirkan anak usaha bernama Trikomsel Pte Ltd. yang berbasis di Singapura untuk mengurusi pasar di China, Hongkong maupun di Singapura. (BB/dbs/Christov)



Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Sebagai bagian dari rencana pembukaan 7 Erafone Megastore
(Berita-Bisnis) - Guna mempermudah distribusi sekaligus menerapkan efisiens
(Berita-Bisnis) - Setelah mengoperasikan gerai Erafone Megastore di Jakarta