Berita Bisnis

KONSEP COMPACT MEMBUAT MATAHARI SEMAKIN BERSINAR

Leluasa masuk ke daerah-daerah potensial di seluruh Indonesia. (Foto: Ist)Leluasa masuk ke daerah-daerah potensial di seluruh Indonesia. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Awal Juli silam, Matahari Food Business -lengan bisnis PT Matahari Putra Prima Tbk.- resmi menjejakkan "kakinya" di bumi Cendrawasih lewat kehadiran gerai Hypermart di Mal Jayapura, Papua.

Dan, sebagai penanda dimulainya operasi gerai baru tersebut, Matahari Food Business -bersama produk makanan kesehatan Milna- menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi balita plus memberikan donasi alat-alat tulis kepada Panti Asuhan Pelangi.

Hal yang sama dilakukan ketika membuka gerai ke-72 Hypermart di Mall Bale Kota Tangerang, akhir Juli lalu. Dengan menggandeng PT Kinocare Era Kosmetindo, Matahari Food Business -pengelola gerai Hypermart- melaksanakan program berlabel Berbagi Kasih dengan Ketulusan Hati yang berlangsung dari Juni hingga Agustus 2012.

Intinya, dana yang terkumpul dari program penyisihan pendapatan dari penjualan produk larutan Cap Kaki Tiga dan Liang Teh Cap Panda keluaran Kinocare Era Kosmetindo di gerai Hypermart itu, nantinya akan dipakai sebagai biaya pendidikan bagi 1.000 anak-anak jalanan, kurang mampu maupun yatim piatu yang tersebar di sekitar gerai Hypermart di 15 kota dan daerah, seperti di Tangerang, Cianjur, Cimanggis, Bandung, dan Samarinda.

Khusus untuk Tangerang, bantuan itu bakal diberikan kepada 57 anak yang ditampung di Rumah Keluarga Anak Langit di sisi sungai Cisadane, Tanah Gocap, Karawaci Ilir, Tangerang.

Kata Meshvara Kanjaya, Director Merchandising & Marketing Matahari Food Business, waktu itu, Matahari Food Business ingin tetap mempertahankan tradisi semacam itu di masa mendatang. Mungkinkah? Bisa jadi ya, namun sejujurnya, Waktu jualah yang bakal menentukan.

Yang terang, ada perbedaan yang cukup signifikan di antara Hypermart Mal Jayapura dan Hypermart Mall Bale Kota Tangerang. Luas lahan masing-masing gerai itu, berbeda. Ambil contoh, Hypermart Mal Jayapura yang menjadi gerai yang ke-8 dari rencana pembukaan 17 gerai Hypermart sepanjang tahun ini.

Luas lahan gerai senilai kurang lebih Rp 40 miliar tersebut tak lebih dari 5 ribu meter persegi. Adapun luas lahan gerai Hypermart Mall Bale Kota Tangerang lebih dari angka di atas. So, mengapa harus begitu? Adakah keterbatasan lahan yang menjadi kendala atau memang terselip sebuah rencana?

Dua tahun lalu, kepada sebuah majalah bisnis, Meshvara Kanjaya pernah berucap bahwa pihaknya tidak ingin berhadapan langsung dengan kompetitor yang sudah melaju lebih dulu. Pertimbangannya, cukup banyak. Salah satunya adalah konsep full size memerlukan dana investasi yang tidak sedikit yang belum tentu berhasil jika diterapkan di berbagai lokasi.

Konsep  hypermart compact sesuai dengan keinginan pasar. (Foto: Ist)Konsep hypermart compact sesuai dengan keinginan pasar. (Foto: Ist)Lalu, Matahari Food Business melihat semakin banyak second city di Indonesia yang telah berkembang namun di saat yang sama belum memiliki fasilitas pusat perbelanjaan modern. Sementara itu, perilaku konsumen di daerah yang bersangkutan nyaris telah menyerupai perilaku belanja konsumen di kota-kota besar. Dan, ini yang penting: mereka punya daya beli yang tinggi.

Selebihnya adalah hasil pengamatan internal. Fakta berbicara meski konsumen Indonesia terbilang hobi belanja, toh konsumen tidak mau repot. Konsumen tetap mengutamakan faktor efisiensi dan efektifitas jika berbelanja di sebuah gerai yang tergolong hypermarket.

Bercermin dari kondisi itu, Matahari Food Business kemudian merilis konsep compact dengan ciri utama berupa luas lahan mulai dari 3.500 meter persegi hingga tak lebih dari atau sama dengan 5 ribu meter persegi.

Tak berlangsung lama, konsep compact kemudian mendapat pembenaran -salah satunya- saat Matahari Food Business mulai mengoperasikan gerai Hypermart di Bengkulu Indah Mall. Sambutan yang diperoleh sama sekali di luar dugaan. Pengunjung membludak di gerai yang berlokasi di kawasan strategis Bengkulu itu.

Selidik punya selidik, ternyata di sekitar Bengkulu, tersebar beberapa kabupaten dengan penduduk yang memiliki daya beli mumpuni. Ambil contoh, Lubuk Linggau. Ketika gerai Hypermart Bengkulu Indah Mall belum dibuka, penduduk Lubuk Linggau yang ingin berbelanja di pusat perbelanjaan modern harus rela menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam menuju Palembang terlebih dahulu. Sedangkan, jarak Lubuk Linggau ke Bengkulu dapat ditempuh dalam tempo kurang lebih dua jam perjalanan.

Alhasil, ketika hypermart compact Bengkulu Indah Mall mulai beroperasi, tak pelak para konsumen Lubuk Linggau pun mulai merubah rute perjalanannya. Kenyataan semacam ini juga diakui terjadi di beberapa daerah di luar Pulau Jawa yang menghadirkan gerai hypermart compact. Tak terkecuali di gerai Hypermart di Mal Jayapura, Papua. Pun di second city yang berada di Pulau Jawa. Pendek cerita, hypermart compact sesuai dengan keinginan pasar.

Namun, keberhasilan itu tidak semata bertumpu karena faktor compact. Ada aspek lain yang juga turut berperan penting, yaitu penekanan kepada poin-poin keunggulan seperti penyediaan produk segar semacam ikan, buah, dan daging di tiap-tiap gerai. Untuk itu, Matahari Food Business pun berusaha keras melakukan peningkatan kualitas produk, pelayanan, kuantitas, dan tak lupa gencar berpromosi.

Yang juga ditata dengan seksama adalah manajemen arus produk dari tiga pusat distribusi yang berlokasi di Surabaya, Balaraja, dan Cibitung ke semua gerai Hypermart. Dalam hal ini, Matahari Food Business menerapkan strategi efisiensi yang ketat supaya ketersediaan dan kelengkapan produk bisa terjamin di semua gerai yang dioperasikan.

Maklumlah, Matahari Food Business belum menerapkan mekanisme kerja yang memungkinkan para suplier bisa secara langsung mendeteksi ketersediaan stok di masing-masing gerai. Jika stok berkurang di salah satu gerai, info itu lebih dulu mampir ke kantor pusat Matahari Food Business, baru setelah itu diteruskan ke masing-masing suplier. Artinya, ada waktu yang terbuang gara-gara model kerja semacam itu.

Mampu  menyumbang kurang lebih 90 persen terhadap total pendapatan sang induk.  (Foto: Ist)Mampu menyumbang kurang lebih 90 persen terhadap total pendapatan sang induk. (Foto: Ist)Meski demikian, sampai saat ini, Matahari Food Business masih mampu meminimalisir "kesenjangan" yang terjadi tak lebih dari 24 jam sehingga ketersediaan produk dapat terjamin. Kelak, Matahari Food Business berniat bakal menggunakan sistem kerja computerized yang memungkinkan masing-masing suplier bisa mendeteksi langsung ketersediaan produknya di tiap-tiap gerai Hypermart.

Last but not least, dengan model gerai compact, biaya operasional masing-masing gerai dapat dikelola dengan lebih efisien ketimbang membangun gerai dengan konsep full size. Keuntungan lain yang juga diperoleh adalah Hypermart dengan sendirinya bisa lebih leluasa untuk menjejakkan kakinya di berbagai daerah yang dinilai potensial.

Karena itu pula, dalam kurun waktu tiga tahun belakangan ini, ekspansi Matahari Food Business tampak begitu agresif di berbagai kota di luar Pulau Jawa. Tak percaya? Coba simak data berikut ini. Tahun lalu, Matahari Food Business cuma membangun 12 gerai. Tahun ini, dalam tempo enam bulan pertama, Matahari Food Business telah menghadirkan sembilan gerai baru Hypermart yang mayoritas menerapkan konsep compact.

Agresifitas Matahari Food Business itu tentu saja berdampak positif terhadap kinerja sang induk Matahari Putra Prima. Buktinya, selama kuartal pertama tahun ini, pundi-pundi pendapatan Matahari Putra Prima bisa terisi sebanyak Rp 2,4 triliun atau naik sebesar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp 2,064 triliun).

Dari total pendapatan tersebut, bisnis makanan -yang dihasilkan gerai Hypermart- menjadi kontributor utama dengan sumbangan sebesar Rp 2,37 triliun alias meningkat sebesar 21 persen ketimbang periode yang sama tahun 2011.

Adapun ditilik dari penyebaran wilayah, penjualan makanan di luar Pulau Jawa mencatat prestasi paling tinggi, yaitu Rp 944,61 miliar. Angka ini mengungguli perolehan area Jabodetabek yang hanya Rp 829,81 miliar. Di posisi berikutnya, menyusul wilayah pemasaran Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur (Rp 590,65 miliar).

Di saat yang sama, laba kotor terkonsolidasi mengembang 21 persen dari Rp 355 miliar (kuartal pertama tahun 2011) menjadi Rp 428 miliar yang menunjukkan besaran margin penjualan sebesar 17,9 persen. Sedangkan, kontrol biaya yang ketat mampu menghasilkan pertumbuhan signifikan laba operasi sebesar Rp 20 miliar atau naik 200 persen year on year. Wajar, bila kemudian, laba bersih ikut merangkak naik dari Rp 22,49 miliar menjadi Rp 29,012 miliar.

Matahari Putra Prima memang mengakui tren kenaikan belanja konsumen Indonesia adalah pemicu mengembangnya angka penjualan Matahari Food Business selama kuartal pertama tahun 2012. Walau begitu, tetap saja sulit untuk mengabaikan peran signifikan yang diberikan oleh konsep compact terhadap pertumbuhan penjualan bisnis makanan Matahari Putra Prima.

Penjualan di  luar Pulau Jawa mencatat prestasi paling tinggi. (Foto: Ist)Penjualan di luar Pulau Jawa mencatat prestasi paling tinggi. (Foto: Ist)Buktinya, ya itu tadi. Sumbangan penjualan dari luar Pulau Jawa mencapai angka Rp 944,61 miliar yang nota bene banyak menggunakan konsep compact. Bersamaan dengan itu, jika dilihat dari comparable store sales growth, terjadi peningkatan sebanyak 8,5 persen yang diperkirakan melebihi angka rata-rata industri.

Jadi, tidak berlebihan bila dikatakan, bahwa strategi Matahari Food Business yang menghadirkan konsep compact dengan gaya manajemen operasional yang ketat berpadu pada saat yang tepat dengan tren kenaikan belanja konsumen Indonesia. Hasilnya, Matahari Food Business pun mampu menyumbang kurang lebih 90 persen terhadap total pendapatan Matahari Putra Prima - sisanya, disumbangkan oleh Foodmart serta outlet pusat kesehatan serta kecantikan berlabel Boston Chain Health and Beauty.

Bagaimana dengan tahun ini? For your info, dari rencana penambahan 17 gerai baru sepanjang tahun ini, kurang lebih 80 persen bakal menggunakan konsep compact. Artinya, kinerja Matahari Food Business -yang mengelola 72 gerai Hypermart sampai saat ini- diduga bakal semakin bersinar. (BB/dbs/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Diklaim sebagai upayanya untuk memenuhi kebutuhan masyara
(Berita-Bisnis) - Dengan mengincar kalangan menengah atas Kalimantan Timur,
(Berita-Bisnis) - Konsep kemandirian yang direncanakan terhadap kota Lippo