Berita Bisnis

JURUS REJUNEVASI UNTUK MEMPERLUAS PASAR

Merapikan jalur distribusi untuk masing-masing kategori. (Foto: Ist)Merapikan jalur distribusi untuk masing-masing kategori. (Foto: Ist)(BeritaBisnis) - Dalam perspektif positif, persaingan ketat di semua lini bisnis sejatinya membawa berkah tersembunyi bagi insan bisnis yang bergelut di dalamnya. Sebab, dengan persaingan, ada upaya untuk membenahi diri maupun produk yang ditawarkan.

Ambil contoh, bisnis frozen food. Tahun ini, medio Juni, PT Malindo Feedmill Tbk., produsen pakan ternak dan peternakan, membentuk PT Malindo Food Delight, sebuah anak usaha baru yang bergerak di industri pengolahan makanan.
Malindo Feedmill melihat pasar frozen food semakin lama semakin berkembang mengingat perilaku konsumen yang cenderung memilih makanan cepat saji. Hebatnya lagi, dalam operasionalnya, Malindo Food Delight memperoleh bantuan konsultasi dari dua sister company Malindo Feedmill, yakni Ayam A1 Food Processing Sdn Bhd dan Tastyfood Industries Pte Ltd, masing-masing dari Malaysia dan Singapura.

Kebetulan atau tidak, dalam waktu hampir bersamaan, PT Belfoods Indonesia yang sudah tujuh tahun lamanya bergelut di pasar nugget, memutuskan untuk melakukan rejuvenasi. Tujuannya, sederhana saja. Belfoods Indonesia ingin memperkuat citra dan pasarnya.

Dan, cara yang ditempuh adalah Belfoods Indonesia mengganti logo dan kemasan produknya.

Logo sebelumnya yang menampilkan gambar orang sedang mengacungkan kedua jempolnya berubah menjadi gambar hati dengan sisipan paruh ayam di bagian pinggir.

Menurut Roy Atmadja, Presiden Direktur Belfoods Indonesia, gambar “hati” mencerminkan cinta Belfoods kepada para pelanggan dan mitranya. Adapun, warna merah bertujuan menggambarkan vitalitas dan kesehatan. Sementara, “paruh” memberikan ketegasan bahwa Belfoods adalah makanan sehat yang bersumber dari daging ayam.

Bersamaan dengan itu, Belfoods Indonesia juga mencoba merapikan varian produk yang ditawarkan. Jika selama ini nama Belfoods Indonesia dikenal melalui merek Delfarm, BelFood, 222, dan Uenaak, maka ke depan, perusahaan lebih mengedepankan Belfoods Royal, Belfoods Favorite, dan Belfoods Uenaak.

Masing-masing memiliki varian produk yang sesuai dengan segmen pasarnya, yaitu mulai dari kelas atas, menengah hingga bawah. Tentu saja, harga yang dibanderol pun masing-masing berbeda.

Tak terkecuali untuk jalur distribusinya. Belfoods Uenaak dan Favorite lebih banyak ditemukan di channel tradisional. Sementara, Belfoods Royal gampang dicari di channel modern, seperti Hypermart, Carrefour, Giant, dan lain-lain.

Asal tahu saja, Belfoods Indonesia sudah lama juga memasok produk ke restoran makanan cepat saji, seperti Pizza Hut, McDonald’s, Wendys, dan Burger King.

Aktifitas marketing yang juga tidak dilupakan oleh Belfoods Indonesia adalah upaya menggiatkan komunikasi pemasaran untuk menyiarkan beragam perubahan tersebut.

Di pasar modern, Belfoods Indonesia melakukan aktifitas branding, sampling, bahkan hingga consumer promo berhadiah. Via above the line -iklan di media cetak dan televisi- Belfoods Indonesia pun gencar bercerita tentang Belfoods Royal, Belfoods Favorite, dan Belfoods Uenaak.

Pada jalur below the line, Belfoods Indonesia rajin mengikuti beragam pameran ataupun event yang mengumpulkan ribuan konsumen di berbagai kota di seluruh Indonesia.

Roy Atmadja yakin dengan rejunevasi logo plus jurus-jurus marketing yang dikeluarkan, ketiga produk Belfoods Indonesia itu akan mendapat respon positif dari konsumen sekaligus memperluas pasar.

Apa yang dilakukan oleh Belfoods Indonesia sebenarnya tidak jauh berbeda dengan rejunevasi  yang dilakukan sebelumnya oleh XL, Telkom, Metland, Frisian Flag, dan lain-lain. Rejunevasi dilaksanakan agar merek selalu terlihat “awet muda”.

Seperti diketahui, persaingan ketat yang ditandai dengan bermunculannya merek-merek baru dalam waktu relatif singkat, di sisi lain tentu saja membuka peluang besar bagi pudarnya merek lain dari ingatan konsumen. Bila tidak awas, maka sudah pasti brand equity kian tergerus dan awareness pun semakin merosot.

Jika hal ini yang terjadi, maka potensi untuk meraup laba yang lebih besar akan menguap begitu saja.

Menurut data lembaga penelitian independen Corinthian Infopharma Corpora, untuk bisnis frozen food misalnya, konsumsi nugget selalu tumbuh sebesar 16,72 persen per tahun. The Nielsen Company juga mencatat bahwa selama tahun 2009 hingga tahun 2010, telah terjadi peralihan tren konsumsi oleh masyarakat penghasilan menengah ke bawah kepada makanan praktis.

Artinya, bisnis frozen food memang menggiurkan. Dan, rejunevasi yang dilakukan Belfoods Indonesia akan berhadapan dengan So Nice, Sozzis, dan So Good yang dilansir oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. dan Fiesta yang diluncurkan oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Posisi brand awareness dan brand image-nya yang tinggi da
(Berita-Bisnis) - Berbekal semangat baru untuk semakin dekat dengan pelangg
(Berita-Bisnis) - Disadari penuh, peningkatan brand awareness dapat ditempu