Berita Bisnis

JURUS SHARP BUKA PASAR BARU

Potensi pasar yang sangat besar. (Foto: Ist)Potensi pasar yang sangat besar. (Foto: Ist)(BeritaBisnis) - Bagi pengendara sepeda motor, helm adalah salah satu perangkat wajib yang tak boleh dilupakan. Namun, tak jarang, penggunanya lupa untuk membersihkan helm yang dipakai. Alhasil, helm pun berbau apek dan bisa memicu resiko kesehatan rambut.

Maklum, di bagian dalam helm berkembang biak bakteri dan kuman akibat sering dipakai dalam semua kondisi. Entah itu, saat panas, hujan, maupun berdebu.

 


Sharp, si produsen elektronik home appliance itu, justru melihat kondisi ini sebagai peluang bisnis yang prospektif. Bayangkan, bakal ada lebih dari 3 juta pengendara sepeda motor pada tahun ini. Pada tahun 2012, angka itu sudah bisa dipastikan bakal merangkak naik.

Nah, jika semua pengendara sepeda motor aware dengan kondisi kesehatan rambutnya, berapa banyak pembersih helm yang akan terjual? Intinya, produsen asal Jepang itu melihat potensi pasar pembersih helm sangat besar.

Apalagi belakangan, jasa layanan SPA Helm bermunculan pula bak cendawan di musim hujan. Jasa yang menawarkan servis pencucian helm hingga wangi dan nyaman untuk digunakan kembali ini, ada dimana-mana. Dan, salah satu produk yang kerap dipakai untuk proses pencucian itu adalah Plasmacluster Helmet Cleaner/PHC (IG-CH2) keluaran Sharp.

Menurut Herdiana Anita Pisceria (Nana), Product Marketing General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Plasmacluster Helmet Cleaner/PHC (IG-CH2) berfungsi membersihkan dan menyegarkan helm dengan 25 ribu ion (ion positif dan ion negatif) yang tersebar di dalamnya.

Ditambahkan, teknologi PHC sudah diakui oleh pakar teknologi dunia. Produk ini bekerja dengan dinamis untuk membersihkan helm pengendara dari virus, bakteri, kuman, jamur, hingga bau tak sedap.

Kata Nana, PHC diluncurkan setelah melalui proses riset sekitar 1,5 tahun lalu. Waktu itu, seperti biasa, tim R&D Sharp yang ada di tiap negara diminta oleh pusat untuk mengusulkan produk lokal yang sesuai dengan kebutuhan pasar negara tersebut.

Sharp Indonesia kemudian melontarkan ide produk pembersih helm. Tak dinyana, gayung bersambut. Kantor pusat Jepang setuju dengan gagasan tersebut. PHC pun dibuat.

Awalnya, PHC diujicoba dulu pada kalangan terbatas di pasar Indonesia. Bersamaan dengan itu, Sharp juga aktif mengedukasi pasar dengan cara mendompleng event pameran yang berbau otomotif.

Apa yang terjadi? Respon pasar sangat positif. Banyak orang yang melakukan pre order meski tahu PHC belum resmi meluncur. Bahkan, tidak sedikit yang sabar menunggu sebelum mendapatkan barangnya.

Tidak lama berselang, Sharp baru memutuskan untuk menjual PHC secara massal. 

Caranya, Sharp menggandeng PT Tarakusuma Indah, salah satu produsen helm di Indonesia. Asal tahu saja, Tarakusuma Indah sudah lama "main" di bisnis helm motor. Persisnya, sejak awal tahun 1980-an, Tarakusuma Indah memproduksi helm motor dan sudah menggenggam berbagai lisensi untuk merek-merek helm papan atas di luar negeri, seperti KYT, Ink, MDS, BMC, dan HIU.

Disamping aktif mengikuti berbagai ajang pameran sepeda motor, Sharp rajin juga mendekati sejumlah klub motor. Kepada mereka, Sharp mengomunikasikan keunggulan PHC sekaligus mempersilakan mereka merasakan sendiri manfaat PHC.

Tentu saja, cara pemakaiannya pun sudah pasti diinformasikan. Menurut Rumbi L. Simanjuntak, Air Purifier Plasmacluster Product Marketing Sharp, PHC sangat mudah digunakan. Pengguna cukup meletakkan helm di atas dudukan PHC. Lalu, sambungkan kabel power ke soket listrik. Setelah itu, nyalakan PHC dengan menekan tombol power (one button on/off switch).

Menjangkau  wilayah yang lebih luas. (Foto: Ist)Menjangkau wilayah yang lebih luas. (Foto: Ist)Biarkan ion plasmacluster bekerja selama kurang lebih 8 jam (umumnya malam hari ketika waktu beristirahat/tidur). Saat pagi, helm sudah bersih dari bakteri, virus, dan kuman sehingga aman untuk dipakai kembali.

Jangka waktu pemakaian PHC yang tersedia di outlet Tarakusuma Indah, toko-toko elektronik modern dan tradisional, hanya enam tahun. Setelah itu, ion plasmacluster bisa diisi ulang di berbagai gerai Sharp dengan biaya sekitar Rp 300 ribu.

Agar manfaat dan fungsi PHC itu bisa tersebar luas ke semua pengendara sepeda motor, Sharp juga tak melupakan media-media otomotif. Di berbagai media otomotif, Sharp rajin menayangkan print ad plus gencar pula berkomunikasi via jejaring sosial.

Sejak dihadirkan secara resmi pada Januari 2011 dengan harga Rp 600 ribu, PHC Sharp kini telah berhasil terjual sebanyak 1300 unit lebih di berbagai kota besar di seluruh Indonesia.

Kelak, angka itu diproyeksikan menjadi 2 ribu unit per bulannya karena penetrasi pasar yang akan dilakukan kemudian bakal mencapai wilayah yang lebih luas lagi dibantu jaringan Tarakusuma Indah.

Menurut Nana, PHC yang masih diimpor dari pabrik Sharp di Cina itu, ternyata laku juga di Thailand, Malaysia, Arab Saudi, dan Cina sendiri.

Ke depan, inovasi teknologi plasmacluster tampaknya akan terus berlanjut. Setelah pembersih helm, Sharp berencana menghadirkan perangkat untuk kecantikan dengan menggunakan plasmacluster, dalam waktu dekat.

Perangkat itu berfungsi untuk kesehatan kulit dan berbentuk pocket sehingga bisa dibawa kemana pun. Kapan peluncurannya? Tunggu saja tanggal mainnya, kata Rumbi.


 

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Hampir dapat dipastikan, persaingan di pentas bisnis prod
(Berita-Bisnis) - Dengan mengusung tema ‘Untuk Anda dan Keluarga’, PT B
(Berita-Bisnis) - Diklaim mampu memenuhi kebutuhan mesin diesel kendaraan p