Berita Bisnis

KIAT TIGA OPERATOR MENGGARAP MOBILE ADVERTISING

Memiliki lebih dari 103 juta pelanggan. (Foto: Ist)Memiliki lebih dari 103 juta pelanggan. (Foto: Ist)(BeritaBisnis) - Tersebutlah bisnis voice dan SMS yang sedang mengalami kejenuhan. Terutama kalau bicara jumlah pelanggan. Paling tidak, itulah anggapan dan penilaian para pebisnis industri telekomunikasi di Indonesia, saat ini.

Lantas, apa yang harus dilakukan sementara grafik pertumbuhan bisnis tak bisa dihindari? Apalagi, sudah wajib hukumnya, dari tahun ke tahun, bisnis harus tumbuh. Kalau tidak, bisa-bisa besaran dividen yang menjadi hak para shareholder hanya ala kadarnya. Ujung-ujungnya, bonus bagi karyawan pun sulit diharapkan.

Tapi, bak dua sisi mata uang, dimana ada kesulitan di situ ada peluang -tergantung kejelian menafsirkan dan merancang lahan bisnis baru- para pebisnis itu sekarang seolah menemukan "mainan" baru di arena layanan mobile advertising.

Eit, tunggu dulu! Sebenarnya, apakah "mainan" baru ini benar-benar menjanjikan? Kalau ya, seberapa prospektifkah dia? 

Mari lihat analisa BuzzCity Pte. Ltd. Perusahaan jasa periklanan mobile global yang berbasis di Singapura itu  -seperti dikutip Indonesia Finance Today- memberikan estimasi yang cukup menggembirakan. BuzzCity memperkirakan bahwa pasar mobile advertising di Indonesia bakal bisa naik sebesar 30 persen per kuartal pada tahun 2011. Kelak, pada tahun 2012, peningkatan itu bakal membesar lagi.

Proyeksi optimis itu tentulah bukan asal ucap. Ia datang dari fakta di lapangan. Sampai saat ini, penetrasi telepon seluler (ponsel) di Indonesia sudah mencapai hampir 90 persen dari total populasi penduduk Indonesia atau setara dengan 210 juta orang. Bahkan, kebanyakan pengguna punya dua atau lebih ponsel.

Lalu, dari jumlah di atas, tercatat sekitar 30 juta orang merupakan pengguna mobile internet. Lebih spesifik lagi, ada sekitar 10,5 juta orang yang menggunakan ponsel dengan teknologi 3G.

Apa artinya? Pasar pengguna layanan mobile advertising memang sangat besar. Karena itu, sangat pantas untuk dikembangkan dan diperebutkan.

Lihat apa yang sudah diraih oleh PT Indosat Tbk. Pada tahun 2010, Indosat sudah mampu memperoleh Rp 65 miliar dari bisnis mobile advertising. Hingga akhir tahun 2011, Indosat malah berencana menggenjot pendapatan mobile advertising-nya sampai Rp 100 miliar.

Agar target tersebut bisa tercapai, dengan investasi sebesar US$ 5 juta, Indosat menambah channel baru bertajuk Mobile off Portal Advertising. Saluran baru itu diarahkan untuk menambah jumlah pengiklan -baik lokal maupun global- dari 300 pengiklan menjadi 600 pengiklan.

Terhitung hingga akhir September 2011, pendapatan mobile advertising Indosat telah mencapai 80 persen dari target tahun 2011. Tahun berikutnya, Indosat menambah lagi total pendapatan mobile advertising-nya menjadi Rp 200 miliar.

Indosat memang merupakan pionir di bisnis mobile advertising. Indosat sudah berkiprah di bisnis ini sejak tahun 2008 dengan brand i-klan-nya. Itu sebabnya, tidak mengherankan, bila kini Indosat sudah didukung 20 channel layanan mobile advertising. Semua channel itu telah dimanfaatkan oleh lebih 300 mitra pengiklan.

Ambil contoh Indosat Mobile Off Portal Advertising. Saluran yang didukung oleh Ericsson ini menampilkan iklan yang berada di top dan bottom suatu portal pada saat pengguna melakukan browsing mobile portal dari mobile device (handphone, tablet, netbook/notebook berbasis OS mobile).

Bisa langsung melakukan hard selling. (Foto: Ist)Bisa langsung melakukan hard selling. (Foto: Ist)Lebih dari itu, produk Indosat Mobile Off Portal Advertising juga dapat dilihat di beberapa portal lokal maupun global, antara lain, www.indosatm2.com, m.indosatm2.com, atau www.sonyericsson.com. Di masa mendatang, Indosat Mobile Off Portal Advertising direncanakan bakal diimplementasikan di semua portal yang dapat diakses oleh pelanggan melalui Data Network Indosat.

Layanan mobile advertising Indosat selama ini memang sudah terbukti mampu memberikan berbagai manfaat bagi pelanggan maupun partner perusahaan pemasang iklan. Bagi pelanggan, rupa-rupa manfaat itu bisa berbentuk bonus pulsa, sms atau data, penggunaan games, dan aplikasi lainnya yang diberikan secara gratis.

Sedangkan faedah yang dirasakan advertiser (pemasang iklan) adalah database yang valid, tersegmentasi, sesuai target, online dan laporan yang terukur (measureable reporting), promosi dan brand awareness, serta bisa langsung melakukan penjualan (hard selling). Hebatnya lagi, advertiser dapat membangun dan me-maintain sebuah komunitas.

Pemain lain yang turut menikmati gurihnya bisnis mobile advertising adalah Telkomsel yang sejak dua tahun lalu resmi terjun ke bisnis ini.

Kampiun operator seluler tanah air ini hadir dengan menyediakan beragam pilihan produk. Misal, Indolife yang merupakan layanan konten berisikan informasi berita, tips, info lifestyle, promosi, dan penawaran menarik dari brand-brand terkemuka yang tersaji dalam format MMS.

Lalu, ada juga 3dmads: layanan konten yang berbasis SMS, MMS, dan video. Kemudian, ada SMS Bulk, Interactive Services, Mobile News paper, M-Kupon, SMS 2.0, dan LBA (Location Based Advertising).

Yang terbaru, Telkomsel menghadirkan layanan mobile advertising terpadu dengan tiga produk unggulan, yakni U Interactive, MMS Video Ads, dan Mobile Ads Banner.

Nyoto Priyono, VP Mobile Advertising Management Telkomsel, bilang bahwa layanan baru tersebut mampu menghadirkan solusi beriklan terpadu yang bersifat personal dan relevan dengan kemampuan menjangkau target pengiklan secara massal.

Pasalnya, U Interactive adalah media beriklan yang hadir dalam format UMB (USSD Menu Browser) dimana pengiklan dan pelanggan dapat berinteraksi secara real time. Dalam hal ini, pelanggan tidak dikenakan biaya apapun. Pesan yang diterima pun tidak intrusive, karena ada di dalam notifikasi atau balasan terhadap permintaan pelanggan.

Produk MMS Video Ads sendiri yang memadukan gambar, teks, suara, dan video dipastikan akan memberikan pengalaman tersendiri kepada pelanggan. Kata Nyoto, layanan ini hanya diberikan kepada pelanggan yang menginginkannya.

Dan terakhir, pengiklan juga dapat menggiring pelanggan untuk mengunjungi website korporatnya melalui Mobile Ads Banner.

Dari rangkaian produk yang ditawarkan itu, Telkomsel sudah berhasil mendulang uang sebanyak Rp 150 miliar hingga akhir November 2011.

Dalam strategi pemasarannya, Telkomsel tentu saja mengandalkan database pelanggannya yang lebih dari 100 juta pelanggan. Database yang sedemikian besar itu tampil dengan beragam profil. Ujung-ujungnya, advertiser pun punya keleluasaan untuk memilih berbagai tipikal profil yang dikehendaki. Entah itu profil lokasi, pekerjaan, sampai perilaku pelanggan.

Buktinya, sampai saat ini, total 5000 merek -kebanyakan fast moving consumer goods- telah menggunakan jasa layanan mobile advertising Telkomsel.

Bagaimana dengan tingkat responsinya? Masih kata Nyoto, tingkat respon pelanggan terhadap jasa layanan mobile advertising Telkomsel bisa mencapai 5 - 7 persen. Angka ini diklaim lebih tinggi dibanding broadcaster lain yang mungkin baru di kisaran 0,7 persen.

Itu pula sebabnya, Telkomsel berani menargetkan 10 ribu pengiklan multisektor mobile advertising pada tahun 2012. Jika dikonversi ke nilai rupiah, target itu hampir setara dengan Rp 250 miliar.

Tak mau kalah, PT XL Axiata Tbk. juga merilis layanan gratis berupa informasi relevan seperti konten gratis sesuai profil sekaligus memberi bonus telepon dan pesan singkat (SMS), belum lama ini.

Kuncinya terletak pada kreatifitas. (Foto: Ist)Kuncinya terletak pada kreatifitas. (Foto: Ist)Layanan dengan nama XL Xtra itu dikembangkan berkat kerja sama XL dengan Big Mobile dan OutThere Media.

Menurut Tommy Wattimena, Senior Vice President Branding Department XL, layanan XL Xtra diharapkan akan bisa membentuk komunitas pengguna XL sesuai dengan minat masing-masing pelanggan. Dan, hingga saat ini, sudah ada sejumlah perusahaan yang menyatakan akan berpartisipasi dalam layanan yang menyediakan informasi tentang kuliner, gadget, fashion, olahraga, dan musik tersebut.

Ketimbang Indosat dan Telkomsel, XL sebenarnya terhitung masih baru berkecimpung di layanan mobile advertising. Alhasil, tak banyak data yang bisa dibicarakan.

Akan tetapi, meski masih pemula, bukan berarti XL bisa diabaikan begitu saja. Soalnya, karakteristik bisnis mobile advertising ini erat kaitannya dengan kreatifitas. Selain itu, dari sudut investasi, jasa layanan yang satu ini tidak memerlukan dana yang begitu besar bila dibandingkan dengan investasi di layanan lainnya. Cukup dana seperlunya untuk mengembangkan software-nya.

Dan, jangan lupa, kejelian memetakan sekaligus mengkreasi kebutuhan pelanggan adalah kunci lain untuk memenangkan persaingan bisnis layanan mobile advertising.

Betul, saat menimbang-nimbang operator layanan mobile advertising yang akan digandeng, bisa jadi advertiser lebih cenderung memilih operator dengan database segunung. Tapi, apakah tidak mungkin juga kalau advertiser punya perspektif lain saat memilih? Artinya, sangat mungkin database bukanlah prioritas utama, namun aspek lainlah yang diperlukan oleh pengiklan. Siapa yang tahu?

Yang jelas, dengan berbagai rangkaian produk dan konten, layanan mobile advertising tanah air saat ini sedang gencar digarap oleh Telkomsel yang memiliki kurang lebih 103 juta pelanggan serta Indosat yang didukung sekitar 48 juta pelanggan dan XL yang berhasil menghimpun 39 juta pelanggan.








Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Dalam rangka mendorong 15 juta pelanggannya yang belum me
(Berita-Bisnis) - Sebagai bagian dari rencana pembukaan 7 Erafone Megastore
(Berita-Bisnis) - Guna memacu pertumbuhan pelanggan layanan datanya, PT Tel