Berita Bisnis

JENDRAL RAJIN BERKICAU, MAICIH PUN LARIS MANIS

Sebagian besar jendralnya berusia muda. (Foto: Ist)Sebagian besar jendralnya berusia muda. (Foto: Ist)(BeritaBisnis) - Bos mana sih yang rela menyebut bawahannya sebagai jendral? Sulit agaknya menemukan pemimpin semacam itu di muka bumi ini.

Tapi, bagi Reza Nurhilman, hal itu dianggap biasa saja. Malah bagi pria yang akrab disapa Axl ini, sebutan itu dengan senang hati ia sematkan ke semua distributor/"bawahan"-nya alias jendral.

Hasilnya, keripik pedas racikannya kini menjadi salah satu ikon makanan yang sedang digandrungi di Bandung. Bahkan sudah menyebar ke hampir 50 kota di seluruh Indonesia dengan bantuan para jendral. Sampai saat ini, Axl memiliki 80 jendral yang bergentayangan alias beredar ataupun beroperasi untuk menjual keripik pedas Maicih.

Namun, jamaknya manusia, ada saja jendral yang tergoda untuk bermanuver di luar aturan main yang sudah ditetapkan. Karena itu, di beberapa tempat, harga jual keripik pedas Maicih menjadi tidak seragam lagi dengan garis komando dari markas besar yang berlokasi di Jl. Raden Patah No. 12 Bandung.

Menghadapi itu plus mengantipasi membanjirnya minat banyak orang untuk menjadi jendral belakangan ini, Axl pun menggelar akademi pelatihan jendral yang saat ini sudah mencapai gelombang ketiga.

Agar bisa menjadi jendral, maka syarat pertama yang harus dipatuhi adalah wajib hukumnya bagi peminat hadir di akademi jendral yang berada di Bandung. Saat itulah, kata Axl, team penilai bisa melihat dan melakukan seleksi langsung calon-calon jendral. Pada waktu itu pula, melalui berbagai metode saringan, team penilai akan berusaha menyisihkan para peminat yang hanya berorientasikan uang alias ingin mencari keuntungan semata.

Bukan apa-apa. Axl bermimpi kelak keripik pedas Maicih akan berkembang jauh ke depan. Karena itu, ia membutuhkan para jendral yang loyal, mampu memberikan totalitas dan sinergi yang dibutuhkan agar tujuan utama itu bisa tercapai.

Totalitas dan sinergi yang dimaksud tentu saja erat kaitannya dengan perluasan dan penetrasi pasar keripik pedas Maicih. Itu pula sebabnya, pemetaan wilayah pun (wilayah distribusi) menjadi salah satu agenda utama yang dibangun secara serius.

Keseriusan proses rekrutmen itu juga tergambar jelas manakala formulir menjadi jendral tidak disebar begitu saja. Jika memang menginginkannya, peminat bisa mengundur formulir secara gratis di laman resmi Maicih yang beralamat di www.maicih.co.id.

Ada satu 'keuntungan' yang dimiliki Axl yang menaungi usahanya ini lewat bendera PT Maicih Inti Sinergi. Sebagian besar jendralnya berasal dari kalangan usia muda yang memang gandrung menggunakan media sosial semacam kaskus, facebook, twitter dan lainnya.

Tak dinyana, justru karena media sosial itu pula popularitas keripik pedas Maicih mengembang dalam hitungan cepat. Jendral-jendral Maicih aktif berkicau di jejaring sosial twitter. Lalu, terdorong oleh rasa keingintahuan yang besar dari para follower-nya (Icihers, sebutan bagi Icih lovers), keripik pedas Maicih pun banyak dicari. Ujung-ujungnya, produksi keripik singkong pedas Maicih sudah lebih dari 100 ribu bungkus per minggu. Laris manis.

Popularitasnya mengembang  cepat. (Foto: Ist)Popularitasnya mengembang cepat. (Foto: Ist)Lewat twitter pula, para jendral akan memberikan informasi lokasi penjualan keripik pedas Maicih. Bisa jadi hari ini di areal kampus, esok di mal, dan lusa di kawasan perkantoran. Minggu depan? Sabar. Informasi itu hanya bisa diperoleh via twitter @InfoMaicih yang disebar para jendral.

Kata Axl, penemuan resep keripik pedas berbahan dasar singkong itu bermula saat dirinya bertemu dengan seorang nenek 3 tahun silam dan kini, ia sudah merilis keripik pedas Maicih dari level 1 hingga level 10.

Dari pengalaman selama ini, Axl pun tahu bahwa para pelanggan ternyata lebih senang dengan keripik pedas Maicih level 3 (logo berwarna abu-abu) dan level 5 (logo berwarna merah).

Di laman resmi Maicih, keripik level 3 itu disebut diracik dari bahan dasar singkong bercampur bawang merah, bawang putih, minyak sayur, cabai rawit, dan garam. Bagaimana dengan keripik level 5? Sami mawon. Tidak ada yang berbeda. Kalau begitu, pasti ada dong perbedaannya dengan level 10?

Sama saja. Ya singkong, ya bawang merah, ya bawang putih. Setali tiga uang. Semuanya diaduk dan diracik dengan minyak sayur, cabai rawit, dan garam.

Bagi Anda yang sudah pernah mencicipinya, pastilah sudah paham dengan perbedaan level tadi. Level yang paling rendah alias level 1 menunjukkan tingkat kepedasan biasa. Adapun level 10 mengindikasikan tingkat kepedasan yang super. Singkat kata, level mencerminkan gradasi kepedasan yang diolah sedemikian rupa untuk memenuhi selera konsumen.

Oh ya, ragam produk Maicih juga ikut berkembang. Selain keripik, para jendral juga aktif menjajakan gurilem dan seblak Maicih yang berbahan dasar tepung tapioka. Beda di antara keduanya hanyalah bila gurilem juga menggunakan kacang tanah, maka seblak dilengkapi dengan tepung terigu.

Mengingat popularitas Maicih yang berkembang begitu pesat, pernah sebuah tulisan di forum media sosial sampai menyebut kalau keripik pedas Maicih adalah bukti nyata sukses perkawinan produk lokal dengan unsur teknologi informasi. Atau istilah kerennya, think locally act globally.

Dan, bagi Bambang Sukma Wijaya -pemerhati komunikasi merek dari Universitas Bakrie- Maicih malah diacungi jempol sebagai bentuk contoh sukses branderpreneurship, kewirausahaan berbasis pengembangan merek.

Kicauan jendral mendorong penjualan. (Foto: Ist)Kicauan jendral mendorong penjualan. (Foto: Ist)Pendapat Bambang yang tercatat di Majalah Mix itu menyatakan bahwa inovasi yang terjadi bukan semata-mata pada produk saja, melainkan lebih kepada sisi komunikasi dan pemasarannya. Maicih dinilai mampu melakukan terobosan cara komunikasi dan pemasaran produk dengan menggunakan social media sekaligus menciptakan nilai merek berdasarkan insight konsumen anak muda yang senang tantangan.

Meski demikian, Bambang tak lupa untuk mengingatkan bahwa sudah sepantasnyalah Maicih memikirkan juga proses evaluating dan upgrading values-nya, agar perjalanan bisnisnya ke depan tidak terganjal oleh berbagai tantangan yang sebenarnya bisa disiasati mulai dari sekarang.

Bagaimana pun, sulit untuk dibantah, media jejaring sosial seperti twitter punya peran yang sangat penting dalam perjalanan bisnis Maicih sampai saat ini.

Ketika jendralnya semakin rajin berkicau, Maicih laris manis diserbu para pelanggannya.


Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Bercermin dari keberhasilan penjualan e-voucher MOLPoints
(Berita-Bisnis) - Dalam rangka menyediakan kenyamanan bagi konsumen saat me
(Berita-Bisnis) - Jika tak ada aral melintang, PT Catur Mitra Sejati Sentos