Berita Bisnis

KIAT JITU TELKOMVISION RAIH 1 JUTA PELANGGAN

Sempat terseok di tengah ramainya pebisnis layanan televisi berbayar. (Foto: Ist)Sempat terseok di tengah ramainya pebisnis layanan televisi berbayar. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Menjelang tutup tahun 2011 lalu, Elvizar KH sudah bisa bernafas lega. Senyum bahkan kerap mengembang di bibirnya. Maklum, bos PT Indonusa Telemedia alias TelkomVision itu mendapat suguhan laporan yang sangat memuaskan. Telkomvision berhasil meraih 1 juta pelanggan.

Ini jelas sebuah prestasi yang patut untuk dibanggakan. Malah kalau perlu disiarkan secara luas ke seantero negeri. Dan memang, itulah yang dilakukan kemudian di minggu-minggu awal Januari 2012. Berita dan ucapan selamat yang ditujukan ke TelkomVision atas pencapaiannya itu mudah ditemukan di halaman berbagai media cetak maupun online.

Rasa bangga Elvizar KH, Presiden Direktur TelkomVision, semakin bertambah manakala Museum Rekor Indonesia memberikan penghargaan sebagai perusahaan TV Kabel dengan pertumbuhan penjualan tertinggi, yaitu kurang lebih 800 persen dalam tempo setahun. Penghargaan itu juga menyebut TelkomVision sebagai Pay TV pra bayar pertama di Indonesia.

Memang, anak perusahaan Telkom Grup ini terbilang yang pertama yang menorehkan namanya di bisnis layanan televisi berbayar. TelkomVision mulai operasional pada tahun 2007. Namun, tidak seindah rencana awal, cerita perjalanan TelkomVision di kemudian hari lebih banyak diwarnai kisah "sedih". TelkomVision tampak terseok-seok di tengah ramainya pebisnis layanan televisi berbayar.

Karena itulah, wajar bila kemudian, saat jumlah pelanggannya berhasil menyentuh angka 1 juta, jajaran manajemen dan sumber daya manusia TelkomVision diliputi rasa bahagia. Perjuangan berat yang selama ini harus dilalui sudah terbayar dengan keberhasilan itu.

Benar, garis finish kemenangan di medan perang bisnis layanan televisi berbayar ini masih terbentang jauh di depan mata. Pasalnya, dari total 40 juta sambungan televisi ke perumahan yang tercatat pada tahun 2010 di Indonesia, belum setengahnya berlangganan televisi berbayar. Artinya, penetrasi pasar masih rendah.

Akan  berhadapan dengan medan pertempuran lain yang lebih berbahaya dan penuh  tantangan. (Foto: Ist)Akan berhadapan dengan medan pertempuran lain yang lebih berbahaya dan penuh tantangan. (Foto: Ist)Kalau pun 1 juta pelanggan dianggap sebagai sebuah langkah kesuksesan, momen itu sesungguhnya hanyalah sebuah pertempuran kecil yang baru saja dimenangkan. Kelak, TelkomVision akan berhadapan dengan medan pertempuran-medan pertempuran lain yang lebih berbahaya dan penuh tantangan. Maklum, enam pesaingnya sudah pasti tidak akan mau membiarkan TelkomVision melenggang begitu saja.

Tapi, toh tidak salah bukan untuk sejenak menghirup dan menikmati suasana kemenangan? Terserahlah.

Yang jelas, jika dua tahun lalu pelanggan TelkomVision cuma 300 ribu, maka dalam kurun waktu relatif cepat dan di tengah kompetisi yang ketat, jumlah tersebut bisa membengkak menjadi 1 juta gara-gara penerapan beberapa strategi.

Pertama, TelkomVision menerapkan kerjasama co-branding. Tentu, dalam hal ini, yang menjadi mitra pertama adalah Telkom Grup. Setelah itu, barulah menggandeng perusahaan lain semacam Bank CIMB Niaga, Kredit Plus, dan lain-lain.

Kedua, menggelar gerilya area sales ke berbagai penjuru sekaligus membekali tenaga penjualnya dengan produk yang variatif, inovatif, dan dengan harga terjangkau. Contohnya, paket Yes TV pre paid dengan sistem voucher.

Bersamaan dengan itu, dihadirkan pula perangkat decoder dengan harga terjangkau untuk segmen pasar sub urban plus voucher seharga Rp 20 ribu. Segmen pasar hotel dan apartemen pun tak luput dari sasaran tim penjualan TelkomVision.

Ketiga, TelkomVision menghadirkan Groovia TV yang diklaim merupakan layanan multimedia terdepan dan yang pertama yang mengaplikasikan teknologi Internet Protocol Television (IPTV) di tanah air. Perlu diketahui, fitur IPTV memungkinkan pelanggan memutar siaran dengan cara memundurkan (rewind) dan memajukan (fast forward) jeda siaran yang sedang di tonton.

Selebihnya, meluncurkan tayangan sepakbola Liga Seri A untuk memenuhi hasrat sebagian besar masyarakat Indonesia.

Bersamaan dengan itu, membenahi channel penjualan dan sistem pembayaran. Untuk jalur pemasaran Groovia TV misalnya, TelkomVision memperlebar jalurnya via kerjasama dengan retail market seperti Carrefour dan Hypermart. Sebelumnya, penjualan Groovia TV hanya dilakukan lewat mitra dealer Telkom dan call center.

Sedangkan sistem pembayaran, dibenahi dengan memperluas transaksi pembayaran via beragam channel, seperti mesin ATM, kantor pos, maupun dealer TelkomVision sendiri.

Berambisi  menjadi penyelenggara pay TV terbesar di Indonesia pada tahun 2014.  (Foto: Ist)Berambisi menjadi penyelenggara pay TV terbesar di Indonesia pada tahun 2014. (Foto: Ist)Tak pelak, implementasi beragam strategi yang dilakukan secara serentak ini mampu memberikan dampak positif yang diharapkan. Kata Elvizar KH, pencapaian satu juta pelanggan adalah bukti nyata kepercayaan pelanggan terhadap apa yang telah digelar TelkomVision belakangan ini.

Beranjak dari kondisi ini pula, TelkomVision berani memasang target baru, yaitu meraih pelanggan baru sebanyak-banyaknya hingga mencapai total 2,5 juta pelanggan pada akhir tahun ini.

Sebenarnya, di awal Januari 2012, TelkomVision telah memproklamirkan kampanye Satu Banyak Untung yang agresif disiarkan ke sejumlah kota, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar, Balikpapan, Pekanbaru, Palembang, dan Medan.

Kampanye Satu Banyak Untung itu ingin menegaskan keuntungan besar yang bisa diperoleh calon konsumen bila berlangganan televisi berbayar Telkomvision. Cukup membeli satu produk Telkomvision, maka pelanggan akan dapat beragam channel yang berkualitas dan cocok untuk seluruh genre usia.

Akankah berhasil? Waktu jualah yang pantas untuk menjawabnya.

Termasuk untuk memberikan penilaian, apakah ambisi TelkomVision menjadi penyelenggara pay TV terbesar di Indonesia pada tahun 2014 bakal terwujud? (BB/Luki)





Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Di tengah persaingan ketat bisnis televisi berbayar saat
(Berita-Bisnis) - Mengincar potensi bisnis televisi berbayar yang masih san
(Berita-Bisnis) - Diklaim sebagai upaya memudahkan, antara lain, layanan mo