Berita Bisnis

STRATEGI ADI SARANA ARMADA MELEJIT BERSAMA BRAND BARU

Tidak mengalami kesulitan berarti bersama brand baru. (Foto: Ist)Tidak mengalami kesulitan berarti bersama brand baru. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Medio Desember lalu, ASSA Rent cabang Makassar resmi menempati gedung barunya di kawasan Tun Abdul Razak, Gowa, Makassar.

Alasan menempati area seluas 5 ribu meter persegi itu tentu saja erat kaitannya dengan cita-cita ASSA Rent yang ingin memberikan layanan yang berkualitas kepada customer-nya yang berada di wilayah Makassar dan sekitarnya.

Sebelumnya, ASSA Rent -brand yang dikelola oleh PT Adi Sarana Armada- juga telah meluncurkan program ASSA Rent - CC Mandiri.

Program itu adalah promo diskon 10 persen yang ditujukan kepada para pemegang kartu kredit Gold dan Platinum Bank Mandiri yang berada di Jakarta, Surabaya, dan Bali. Program ini juga berlaku kepada para card holder kartu Mandiri Titanium dan Mandiri Golf Card yang ingin menyewa mobil mulai dari Oktober 2011 hingga akhir Maret nanti.

Jelas, dua aksi korporasi di atas tak bisa dilepaskan dari rencana bisnis Adi Sarana Armada yang ingin lebih berkiprah di lahan bisnis rental mobil di Indonesia. Maklumlah, bisnis sewa-menyewa mobil mendatangkan fulus yang tidak sedikit.

Coba tengok apa yang akan dilakukan Astra Rent A Car sepanjang tahun ini. Pebisnis sewa-menyewa mobil ini menargetkan pertumbuhan bisnisnya bakal meningkat sebesar 15 persen sepanjang tahun ini bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dan, jika dikonversi ke nilai rupiah, besaran prosentase itu ekuivalen dengan Rp 5,75 triliun.

Pertumbuhan bisnis ASSA Rent sendiri terbilang bergerak cepat. Setiap tahun, bisnis ASSA Rent berkembang sebanyak 37 persen. Buktinya, sampai saat ini, ASSA Rent sudah memiliki 9 ribu unit kendaraan yang siap disewakan. Jauh sebelumnya (2009), hanya mengelola 4 ribu unit lebih.

Sejak semula memilih  model bisnis B to B. (Foto: Ist)Sejak semula memilih model bisnis B to B. (Foto: Ist)Namun, pencapaian itu sejatinya tidak gampang. Ketika pertama kali beroperasi, ASSA Rent bernama Adira Rent (2003). Tujuh tahun berselang, sewaktu terjadi perubahan kepemilikan, label ASSA Rent pun lantas resmi dikumandangkan.

Kata Prodjo Sunarjanto, Presiden Direktur ASSA Rent, perubahan Adira Rent menjadi ASSA Rent semata-mata ingin menciptakan brand equity yang kuat dalam industri layanan transportasi. Terlebih-lebih agar bisa menampilkan perbedaan jati dirinya di tengah-tengah kompetisi yang ketat.

Untuk itu, ASSA Rent lalu mengeluarkan beberapa jurus, seperti menyediakan layanan kritik dan saran, baik di website perusahaan maupun layanan call center 24 jam. Lewat layanan tersebut, ASSA Rent sebenarnya ingin menjaga loyalitas para kliennya. Kelak, dengan pelayanan yang baik, klien diharapkan tidak berpaling muka.

Di sisi lain, bentuk pelayanan semacam itu juga diperlukan mengingat sekitar 30 persen klien ASSA Rent berasal dari sektor korporat. Asal tahu saja, di segmen ini, ASSA Rent tidak bermain sendirian. Artinya, jika tidak waspada, bisa-bisa daftar klien menyusut secara drastis.

Satu hal yang disadari penuh oleh Prodjo Sunarjanto. Karena itulah, semua keperluan dan permintaan klien sebisa mungkin dipenuhi. Presiden Direktur ASSA Rent itu tidak setengah-setengah. Mulai dari jenis mobil, pengadaan mobil, asuransi, pelayanan, hingga safety car secara optimal diladeni sesuai dengan harga penawaran yang disepakati oleh klien.

Apalagi soal merek mobil yang ingin disewa. Walau sebagian besar kendaraan berasal dari merek mobil Jepang, tetap saja ASSA Rent menyanggupi permintaan konsumen yang menginginkan merek mobil lainnya.

Bersamaan dengan itu, ASSA Rent yang merupakan bagian dari Triputra Group, juga gencar beriklan di berbagai media cetak, baliho, dan aktif menyebarkan poster. ASSA Rent juga tak lupa rajin berkunjung ke perusahaan-perusahaan yang dianggap potensial sebagai klien guna memberikan edukasi perihal keuntungan menyewa mobil ketimbang menggunakan pola ownership.

Lima tahun lagi bakal  memiliki 30 ribu unit mobil. (Foto: Ist)Lima tahun lagi bakal memiliki 30 ribu unit mobil. (Foto: Ist)Sedari mula, ASSA Rent memang memilih model bisnis B to B. Bukan apa-apa. Dari segi jumlah, klien perusahaan kerap menyewa armada yang tidak sedikit, rata-rata minimal menyewa 40 mobil. Bahkan, cukup banyak juga yang mengajukan penawaran sampai 500 mobil. Dan, dari sudut durasi, klien perusahaan biasanya menyewa hingga tiga sampai empat tahun.

Ambil contoh, Telkomsel, XL, Sari Roti, dan Alfamart yang saat ini sudah menjadi klien ASSA Rent dengan rentang waktu penyewaan lebih dari setahun.

Dengan jurus dan strategi yang dilakukannya itu, bisnis penyewaan mobil Adi Sarana Armada yang menggunakan label baru tampaknya tidak menemui kesulitan yang berarti. Bahkan, hasil yang dipetik justru sebaliknya, melejit bersama brand baru.

Itu sebabnya, Prodjo Sunarjanto optimis, ASSA Rent bakal memiliki 30 ribu unit mobil, lima tahun mendatang. (BB/dbs/Christov)


Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Dewi Fortuna tampaknya sedang 'tersenyum lebar' kepada Ta
(Berita-Bisnis) - Mengusung isu kebersihan toilet sekolah, PT Unilever Indo
(Berita-Bisnis) - Dengan menggandeng PT Unilever Food Solutions, PT Eka Bog