Berita Bisnis

OPTIMALKAN HARGA DAN PROMOSI UNIK UNTUK GAET PELANGGAN

Peduli terhadap harga sedari awal. (Foto: Ist)Peduli terhadap harga sedari awal. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Harga Kaki 5, Mutu Bintang 5. Pasti, hampir semua orang tahu siapa pemilik motto tersebut. D’Cost Seafood restoran tentunya.

 


Gerai pertama restoran ini dibuka pada tanggal 9 September 2006 silam di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Dan, karena sedemikian pesatnya pergerakannya, tak ayal restoran ini tampak sudah sangat akrab di telinga masyarakat, terlebih melihat jumlah gerainya yang sudah mencapai angka 52 hingga sekarang.

Segudang penawaran unik yang dibalut dalam kegiatan promosi intensif adalah senjata ampuh bagi D’Cost untuk menggarap pasar bisnis kuliner saat ini. Digabung dengan strategi harga, terbukti kemudian kedua jurus ini terhitung jitu untuk menggaet pelanggan.

Mari lihat harga yang ditawarkan. Menurut David Vincent Marsudi, Presiden Direktur PT Pendekar Bodoh, pengelola D’Cost, sedari awal pihaknya concern terhadap harga murah namun tetap berkualitas seperti halnya harga makanan hasil masakan Ibu di rumah.

Tanpa bermaksud memuji berlebihan, D'Cost boleh dikatakan memang pandai membuat taktik yang menarik perhatian pelanggan. Misal, ada beberapa menu makanan yang ditawarkan dua kali lipat jauh lebih murah ketimbang restoran lain. Padahal, jenis makanan seafood dikenal dengan harganya yang sedikit mahal.

Ambil contoh, menu ikan yang dibanderol Rp 26 ribuan per porsi atau menu kepiting yang dijual dengan harga Rp 33 ribuan per porsi. Udang sendiri per porsinya hanya di-charge Rp 22 ribuan. Belum lagi harga nasi putih yang hanya seribu sepuasnya atau teh manis yang cuma Rp 500 satu gelasnya.

Jadi, jangan heran bila melihat banyak pelanggan yang berebut tempat duduk agar bisa menikmati hidangan D’Cost. Maklum, meski murah, cita rasa sajian D’cost tidak kalah kelasnya dibandingkan dengan sajian hotel berbintang.

Merancang program promosi  yang unik. (Foto: Ist)Merancang program promosi yang unik. (Foto: Ist)Kata David Vincent Marsudi, sajian yang berkelas itu bisa terwujud gara-gara olahan masakan D'Cost dibumbui resep-resep spesial racikan buatan sendiri.

Yang kedua, rentetan promosi menarik lainnya yang dilahirkan oleh D’Cost memang rasanya belum pernah ditemukan di restoran lain. Promosi biasanya dilakukan secara rutin, namun dirancang sedemikian rupa agar digelar di cabang-cabang D’Cost yang sudah ditunjuk.

Adapun promo yang dilakukan, antara lain, diskon sesuai umur. Dalam promo ini, pelanggan berhak datang ke gerai D’Cost yang sedang menggelar promo ini hanya dengan membawa kartu identitas, semisal KTP. Jika pelanggan membawa orang tua yang kisaran umurnya sudah mencapai 50 tahun, itu berarti total bill yang harus dibayar ya hanya 50 persen saja.

Bayangkan, kalau pengunjung D’Cost membawa nenek atau kakeknya yang berusia 80 tahun. Berapa diskon yang diberikan? Ya, lagi-lagi sesuai dengan umur yang bersangkutan. Cukup menggiurkan, bukan?

Ada lagi promosi yang bertajuk “up to you price” yang artinya makan sesukanya, bayar sesukanya. Program ini bukan tipuan marketing yang biasanya kerap menggunakan ‘embel-embel’ lagi, karena memang benar adanya dan tidak mengenal kata ‘tapi’. Hanya saja, promo ini biasanya diadakan di setiap pembukaan cabang D’Cost yang baru.

Yang lebih menarik lagi adalah promosi D’Cost yang bertajuk “hamil, baru bayar". Menurut David Vincent Marsudi, jenis promosi yang satu ini memang mengandung misi sosial terutama untuk membantu pasangan yang akan menikah namun berbekal dana tipis.

Singkat cerita, pasangan yang membutuhkan lokasi resepsi pernikahan, plus makanan dan pelaminan dapat memilih restoran D'Cost tanpa dipungut biaya di awal dan tanpa uang muka. Bahkan, pembayaran bisa dilakukan setelah istri positif hamil pasca menikah.

Pelanggan mudah digaet  lewat kombinasi strategi harga dan promosi unik yang pas. (Foto: Ist)Pelanggan mudah digaet lewat kombinasi strategi harga dan promosi unik yang pas. (Foto: Ist)Untuk yang satu ini, D'Cost memang restoran yang pertama membalut program promosi serta corporate social responsibility sekaligus dan terlihat sangat atraktif bagi para pelanggan.

Sementara, program ini baru diterapkan di restoran yang berkapasitas 300-400 orang di WTC Mangga Dua, Jakarta Barat. Apa hasilnya? Dalam catatan D'Cost, sudah terbentuk antrian pasangan yang mem-booking lokasi resepsi pernikahan mereka di gerai D’Cost WTC Mangga Dua.

Kelak, jika mendapat sambutan baik yang dinilai feasible, bukan tidak mungkin program sejenis bakal dilaksanakan di gerai-gerai lainnya.

Pengalaman D'Cost membuktikan, saat sebuah program promosi dilaksanakan, trafik pengunjung resto meningkat drastis menembus angka 70 persen.

Di tangan Pendekar Bodoh, pelanggan tampak mudah digaet lewat kombinasi strategi harga dan promosi unik yang pas. (BB/Luki)












 

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Jamak terjadi dan seolah diamini, jadwal peluncuran sebua
(Berita-Bisnis) - Hampir dapat dipastikan, persaingan di pentas bisnis prod
(Berita-Bisnis) - Dasar pemikirannya jelas yaitu asupan beragam nutrisi yan