Berita Bisnis

BAGAIMANA LUMIX MENGHADAPI GEMPURAN SMARTPHONE DAN DSLR?

Tetap setia melayani konsumen dengan produk inovatif. (Foto: Ist)Tetap setia melayani konsumen dengan produk inovatif. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Layaknya air gelombang laut yang kadang pasang atau surut, nasib penjualan digital pocket camera alias kamera saku digital pun nyaris serupa. Buktinya, menurut hasil penelitian GfK, banyak konsumen yang beralih ke kamera smartphone.

Masih menurut lembaga riset pemasaran terbesar di dunia itu, total penjualan kamera saku di pasar global pada tahun 2011 turun sebanyak 11 persen.

Di sisi lain, di Indonesia, pamor kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR) semakin mencorong. Setahun silam, total penjualan DSLR diperkirakan mencapai 165 ribu unit alias naik 40 persen ketimbang tahun sebelumnya. Jika dikonversikan ke nilai rupiah, total penjualan 165 ribu unit itu lebih dari Rp 825 miliar - bila dikalikan dengan harga kamera terendah DSLR yang sekitar Rp 5 juta per unitnya.

Tahun ini, angka penjualan itu diproyeksikan bakal semakin membengkak lagi hingga mendekati 250 ribu unit. Maklum, semakin bejibun konsumen di Indonesia yang menginginkannya. Lebih modis menyandang DSLR ketimbang kamera saku, bukan?

Meski demikian, lonceng kematian agaknya masih jauh dari ranah bisnis digital pocket camera. Minimal kalau merujuk ke pernyataan Trevor Moore, Chief Executive Jessops, specialist photographic retailer terbesar di Inggris, yang diungkapkan di akhir tahun lalu. Katanya, kendati ada penurunan, toh penjualan digital pocket camera di Jessops masih terbilang oke. Karena itu, ia yakin kondisi ini ibarat badai yang akan segera berlalu.

Bagaimana di Indonesia? Paling tidak, bagaimana dengan PT Panasonic Gobel Indonesia yang merilis digital pocket camera Lumix?

Sebelum bicara lebih jauh, mari lihat "pasar"-nya dulu. Menurut perkiraan berbagai sumber yang ditelusuri oleh Berita-Bisnis.com, volume penjualan kamera digital secara nasional telah mencapai 1.115.000 unit, sampai akhir tahun 2010. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1 juta unit disumbang oleh kamera saku digital. Sisanya, hasil penjualan kamera DSLR.

Setahun kemudian, total penjualan kamera digital diperkirakan tumbuh sekitar 10 persen atau naik menjadi 1.265.000 unit. Pada periode itu, dominasi kamera saku digital pun masih sangat terasa. Tak kurang dari 1,1 juta unit merupakan hasil penjualan digital pocket camera. Selebihnya (165.000 unit), merupakan kontribusi kamera DSLR.

Tahun ini, peringkat penjualan agaknya tidak akan jauh berubah. Walau proyeksi sales kamera DSLR membesar menjadi 250 unit, digital pocket camera tetap saja masih merupakan tulang punggung penjualan.

Dengan konektivitas wifi-nya, hasil foto bisa segera dimasukkan ke situs jejaring sosial. (Foto: Ist)Dengan konektivitas wifi-nya, hasil foto bisa segera dimasukkan ke situs jejaring sosial. (Foto: Ist)Betul, ada hasil survei GfK yang telah disampaikan di atas tadi. Tapi, jangan salah. Di tengah pasar yang semakin tergerus karena perpindahan konsumen ke kamera DSLR dan kecanggihan kamera smartphone, pebisnis digital pocket camera pun tak lupa menyiapkan langkah-langkah strategisnya.

Salah satunya adalah tetap setia melayani konsumen dengan produk yang inovatif. Mari tengok Panasonic Lumix DMC FX90, kamera saku yang punya konektivitas WiFi 802.11. Kamera saku digital yang diluncurkan September silam, disebut mampu menjembatani keinginan konsumen yang ingin segera memasukkan hasil fotonya ke situs jejaring sosial.

Lebih dari itu, agar hasil foto yang diperoleh tetap maksimal, Panasonic Lumix DMC FX90 juga didukung mode Intelligent Auto yang secara otomatis memilih setting terbaik dalam setiap kondisi pengambilan foto melalui fitur Motion Deblur, Face Recognition, dan Intelligent ISO Control.

Lantas, pada medio November 2011, Panasonic kembali merilis Lumix DMC-3D1, kamera saku digital yang memiliki dua lensa sekaligus. Kedua lensa yang masing-masing memiliki resolusi sebesar 12 megapixel dan menggunakan lensa tipe MOS ini, masing-masing punya tugas dan fungsi sendiri-sendiri.

Jika salah satu lensa berfungsi untuk mengambil gambar dalam bentuk mode 3D, maka lensa lain bisa digunakan dalam bentuk 2D dengan hasil yang cukup tajam dan jelas. Bahkan, dalam keadaan standar, dua lensa itu dapat digunakan secara beriringan sehingga menghasilkan dua foto berbeda.

Misal, saat pengguna sedang merekam sebuah adegan dengan satu lensa, maka lensa lainnya dapat dipakai untuk memotret salah satu objek, meskipun menggunakan feature zoom. Dengan cara semacam ini, pengguna dapat menghasilkan video atau gambar dari sudut pandang yang berbeda secara bersamaan.

Sebelumnya, di bulan Juni setahun silam, Panasonic juga telah menawarkan Lumix DMC-FT3, kamera saku petualang yang diklaim tahan air hingga kedalaman 12 meter di bawah permukaan laut. Bahkan, kamera itu disebut tahan beku hingga suhu -10 derajat Celcius dan tahan benturan dari ketinggian 2 meter.

Selebihnya, Lumix DMC-FT3 yang dibanderol dengan harga berkisar Rp 5 juta itu, telah dilengkapi fitur GPS, altimeter, barometer, dan kompas. Dan, untuk video -kamera yang spesial menyasar para petualang ini- mampu merekam dengan teknologi Full HD.

Jika dihitung secara keseluruhan, Panasonic Gobel Indonesia merilis tak kurang dari 30 macam produk digital pocket camera setiap tahunnya. Di tahun naga air ini, jumlah yang sama juga rencananya bakal dikeluarkan. Kata Dharmaparayana Sthirabudhi, Product Manager Panasonic Gobel Indonesia, produk inovatif menjadi salah satu kunci pihaknya untuk tetap bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin sengit.

Adapun aktifitas pemasaran yang dilakukan juga disesuaikan dengan realitas yang ada. Ketika menghadirkan kamera saku Lumix DMC FX90 yang memiliki konektivitas WiFi, Panasonic sekaligus memperkenalkan Lumix Club, sebuah layanan berbasis cloud yang dapat diakses melalui smartphone dan komputer untuk meng-upload foto dari Lumix DMC FX90 ke situs jejaring sosial, seperti Facebook, Flickr, Picassa, dan YouTube.

Menghadirkan kamera saku digital yang memiliki dua lensa sekaligus.  (Foto: Ist)Menghadirkan kamera saku digital yang memiliki dua lensa sekaligus. (Foto: Ist)Nah, bagi pengguna yang membuka akun di Lumix Club akan diberikan sebuah aplikasi bernama Lumix Link yang kompatibel dengan iPhone dan smartphone berbasis Android. Dengan Lumix Link, pengguna dapat menyambungkan kamera FX90-nya dan secara instan meng-upload setiap hasil foto.

Aktifitas lain yang ditempuh adalah menggelar lomba foto Panasonic Fotofestafet yang dimulai 10 November 2011 dan berakhir pada awal tahun ini. Hanya saja, para peserta diwajibkan menggunakan dua kamera saku anyar dari Panasonic, yaitu DMC-TZ20 dan DMC-FT3. Dan, sesuai ketentuan, kamera-kamera tersebut dipakai secara bergantian (estafet) dan terkumpullah 72 foto yang menonjolkan ciri-ciri khas Indonesia sebagai tuan rumah Sea Games ke-26.

Oleh Panasonic, lomba foto berhadiah itu juga dimanfaatkan untuk menjajal efektifitas situs Lumixkita.com sebagai sarana penyampai pesan kepada para pelanggannya. Hal mana kemudian terbukti cukup berhasil gara-gara jumlah member Lumixkita.com meningkat signifikan setelah Fotofestafet usai digelar.

Masih menurut Dharmaparayana Sthirabudhi, pihaknya optimis dengan kondisi pasar kamera saku digital di masa mendatang. Bukan apa-apa. Komponen harga rupa-rupanya masih merupakan pertimbangan utama bagi sebagian besar konsumen.

Selain itu, di saat yang sama, produk inovatif dan berkualitas yang dijual dengan harga kompetitif juga diyakini bisa menjadi alat untuk menahan gempuran kamera smartphone dan DSLR. Semoga. (BB/dbs/Christov)

Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Dalam kacamata pelaku bisnis smartphone, segmen usia muda
(Berita-Bisnis) - Sebagai bagian dari pencapaian target penjualan tahun ini
(Berita-Bisnis) - Dilengkapi dengan delapan keunggulan, PT Arga Mas Lestari