Di sisi lain, Pendekar Bodoh -via PT Bocuan Gapapa- juga sukses menghadirkan tiga gerai kafe roti D’Stupid Baker yang terletak di kawasan Danau Sunter Barat (Jakarta Utara), Plaza Festival (Jakarta Selatan), dan di Spazio Graha Family (Surabaya).
Bersamaan dengan itu, Pendekar Bodoh pun telah merilis resto siap saji dengan label D’Cost Quick. Baik D’cost Seafood Restaurant, D’Stupid Baker, dan D’Cost Quick punya landasan berpijak yang sama, yaitu harga yang kompetitif.
Yang terbaru adalah Pendekar Bodoh memperkenalkan resto Jepang bernama D’Sushi Bodo yang berlokasi di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Menurut Andy Rozano, Director D’sushi Bodo, sejak diluncurkan pada awal Maret lalu, tingkat kunjungan gerai D’sushi Bodo mencapai rata-rata 800 orang per hari.
Ditambahkan, D’sushi Bodo menyajikan masakan Jepang dengan harga kompetitif. Contohnya, harga untuk paket berdua hingga berempat mulai dari Rp 60 ribu sampai Rp 95 ribu. Bahkan, minuman khas Jepang (Ocha) ditawarkan hanya Rp 2 ribu (sudah termasuk isi ulang).
Kelak, Pendekar Bodoh berniat membuka lebih dari 10 gerai D’Sushi Bodo sepanjang tahun ini. Dan, jika tak ada halangan, pada medio April mendatang, Pendekar Bodoh -masih berbekal strategi harga kompetitif- bakal meluncurkan resto Italia yang menawarkan menu pizza dan pasta plus resto yang mengusung konsep Kuring (makanan khas Sunda).
Berdasarkan catatan Berita-Bisnis, langkah pertama Pendekar Bodoh di bisnis kuliner dimulai tujuh tahun silam di kawasan Kemang dengan kehadiran gerai perdana D’cost Seafood Restaurant.
Dalam perjalanannya kemudian, di samping konsisten mempertahankan strategi harga, Pendekar Bodoh tak lupa menerapkan beragam jurus promosi unik yang mampu menarik perhatian konsumen sekaligus menggaet pelanggan. Program promosi tersebut, antara lain, Diskon Umur, Hamil Baru Bayar serta Uang dan Doa. (BB/as/Christov)