Berita Bisnis

DI PENTAS BISNIS DUTY FREE SHOP, SONA TOPAS PENGUASANYA

Sona Topas menguasai 75 persen pangsa pasar toko bebas bea. (Foto: Ist)Sona Topas menguasai 75 persen pangsa pasar toko bebas bea. (Foto: Ist)(Berita-Bisnis) - Acara pembukaan gerai pertamanya di Indonesia itu meriah. Selain dihadiri Kim Youn Sun (Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia) serta Choi Young-Soo (CEO Lotte Duty Free), peresmian gerai Lotte Duty Free di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta Cengkareng juga disemarakkan dengan kedatangan Choi Ji-Woo, model iklan Lotte Duty Free.

Namun, yang lebih penting adalah pernyataan Choi Young-Soo sendiri. Kata CEO Lotte Duty Free itu, pengoperasian gerai Lotte Duty Free Bandara Soekarno Hatta adalah langkah awal bagi Lotte Group untuk mengelola total 100 gerai di Indonesia - termasuk Lotte Mart.

Lebih dari itu, merupakan bagian dari rencana bisnis Lotte Group yang berambisi ingin menjadi pengelola duty free shop nomor satu di dunia pada tahun 2018 nanti.

Dan, jika tidak ada halangan, dalam waktu dekat, Lotte Group -melalui PT SJ Indonesia- kembali bakal membuka gerai sejenis di beberapa lokasi, seperti di Ciputra World Casablanca Jakarta dan Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Khusus untuk Lotte Duty Free di Ciputra World, diproyeksikan seluas 5.500 meter persegi dan menyatu dengan gedung Lotte Department Store yang juga bakal dibuka di tempat yang sama.

Seiring perjalanan bisnis Lotte Group yang sudah lebih dari 30 tahun beroperasi, Lotte Duty Free yang menjual produk bermerek seperti Louis Vuitton, Hermes, dan Chanel plus rokok serta minuman beralkohol itu sesungguhnya telah memiliki 10 cabang yang berada di Korea Selatan. Dua cabang lagi merupakan cabang online.

Jujur, ambisi Lotte Group itu besar kemungkinan akan bisa terealisasi. Bukan apa-apa. Dengan dukungan modal yang besar dan kehandalan manajemen yang dimilikinya, Lotte Group tampak leluasa untuk merentangkan sayap bisnisnya, termasuk di bisnis duty free shop.

Lotte Group  berambisi menjadi pengelola duty free shop nomor satu di dunia. (Foto:  Ist)Lotte Group berambisi menjadi pengelola duty free shop nomor satu di dunia. (Foto: Ist)Tapi, jangan salah. Sewaktu ingin hadir di Bandara Soekarno Hatta, bukan berarti Lotte Duty Free bisa melenggang begitu saja. Menurut Sulistyo Wijayadi, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Angkasa Pura II -pengelola Bandara Soekarno Hatta- proposal bisnis Lotte Duty Free tetap masuk dalam kajian intensif mereka, bersama proposal yang diajukan sebelas pengelola duty free shop lainnya.

Dari 12 peserta tender itu, Lotte Duty Free dan Inti Duty Primasindo kemudian lolos ke tahap seleksi berikutnya. Hasil final akhirnya dimenangkan Lotte Duty Free dengan nilai kontrak Rp 13,2 miliar.

Langkah awal Lotte Duty Free ini memang bisa menjadi "ancaman" bagi pebisnis duty free shop lainnya yang telah hadir lebih dulu. Ambil contoh, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk.

Perusahaan yang bergerak di bidang business of providing domestic and international travel related services ini, pada tahun 1990 membentuk anak usaha PT Inti Dufree Promosindo dan mendirikan anak usaha PT Arthamulia Indah, tiga tahun kemudian. Keduanya diarahkan untuk menggeluti bisnis duty free shop.

Dan, supaya langkah Inti Dufree Promosindo dan Arthamulia Indah bisa lincah di pentas bisnis duty free shop, Sona Topas lalu menggandeng Duty Free Shoppers yang dikenal sebagai the leading network of duty-free stores in the world dan berkantor pusat di Hongkong.

Sampai akhir tahun lalu, dua anak usaha Sona Topas itu tercatat telah mengelola 10 duty free shop alias toko bebas bea dengan luasan lahan ritel hampir 9 ribu meter persegi di berbagai tempat.

Hasilnya bagaimana?

Inti Dufree Promosindo dan Arthamulia Indah tampaknya mampu memperlihatkan kinerja yang diharapkan. Hingga kuartal ketiga tahun lalu, dari total pendapatan Sona Topas yang tercatat sebesar Rp 579,22 miliar, kurang lebih sebanyak Rp 532,02 miliar adalah kontribusi yang diberikan kedua anak usaha tersebut.

Bila diprosentasekan, angka tersebut sama dengan 91,85 persen. Sementara itu, untuk pos pendapatan lainnya, Sona Topas mendapatkannya dari pendapatan sewa, penjualan tiket, pengurusan dokumen, serta perjalanan wisata dan hotel.

Menyadari andil besar yang sudah diberikan sekaligus menjaga performa keduanya bisa tetap mencorong, Sona Topas pun menganggarkan dana yang tidak sedikit agar Inti Dufree Promosindo segera membenahi toko bebas beanya, entah itu memperluas lahan atau pun melakukan renovasi supaya tampilannya semakin ciamik.

Sona Topas gandeng  Duty Free Shoppers yang berbasis di Hongkong. (Foto: Ist)Sona Topas gandeng Duty Free Shoppers yang berbasis di Hongkong. (Foto: Ist)Kelak, dengan wajah baru yang telah dipoles, Sona Topas berharap anak usahanya itu bisa semakin mantap melangkah di pentas bisnis duty free shop.

Dalam catatan Berita-Bisnis, arena bisnis ini juga diramaikan dengan kehadiran pebisnis sejenis, seperti PT Dewita Indah Prima (Prima Duty Free), PT Fortune Star Airport Duty Free, PT Bumiayu Duty Free, Kemang Duty Free, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, jika ditilik dari jumlah gerai yang dimiliki, agaknya belum ada satu pun yang bisa mendekati jumlah gerai yang telah dioperasikan oleh Sona Topas. DFS Galleria Bali, duty free shop pertama di Bali yang dikelola Inti Dufree Promosindo, bisa disebut merupakan gerai duty free shop terbesar di Indonesia sampai saat ini. Bahkan, berdasarkan catatan Indonesia Finance Today, Sona Topas terhitung menguasai 75 persen pangsa pasar toko bebas bea hingga sekarang. (BB/dbs/Christov)





Berhubungan Dengan:
(Berita-Bisnis) - Potensi yang menggiurkan yang ditawarkan bisnis gerai kop
(Berita-Bisnis) - Ambisi Lotte Group untuk menjadi perusahaan ritel terdepa
(Berita-Bisnis) - Mulai pekan depan hingga akhir medio Januari tahun depan,